Nganjuk, BINTASARA.com — Bangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) Saluran Air Soban sepanjang 400 meter, yang berlokasi di Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, ambrol kurang lebih 13 meter, diperkirakan karena hujan yang terlalu deras.
Berdasarkan Pantauan wartawan BINTASARA.com, pada papan informasi yang terpasang di lokasi, bangunan tersebut memiliki volume 400 x 0,22 x 1 m, dan menelan anggaran senilai Rp93.195.000 yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggara (TA) 2025.

Ketua RT/RW 003/004, Desa Ngepung, Patianrowo, Suyoto yang berada di sekitar lokasi ketika diwawancarai menyampaikan bahwa pengerjaan proyek pembangunan TPT Desa Ngepung, memakan waktu sekitar 15 hari.
“Perkiraan pekerjaan ini diawali pada akhir bulan 10 (Oktober red) 2025, kurang lebih kayaknya dikerjakan 15 hari. Setelah selesai terus hujan lebat mungkin tidak mampu menahan air sehingga ambrol,” ucap Suyoto, pada Rabu (26/11/2025) kepada wartawan BINTASARA.com.

Ketika dikonfirmasi perihal kapan terjadinya insiden ambrolnya bangunan TPT tersebut, Suyoto tidak mengetahui tepatnya kapan, yang pasti diperkirakan terjadi tengah malam.
“Jadi sore hari itu belum ambrol, tahu-tahu pagi sudah ambrol. Jadi sorenya itu hujan deras, yang pada akhirnya pada pagi harinya ketahuan bangunan TPT ambrol,” jelasnya.

Ditempat terpisah Kasi Sejahtera Desa Ngepung, Patianrowo M Brillian Al Akbar, ketika dikonfirmasi mengatakan telah mengetahui adanya insiden ambrolnya bangunan TPT Desa Ngepung yang terjadi dua hari setelah selesai pemasangan, yang dikarenakan belum kering.
“Untuk pengerjaan mulai 13 Oktober hingga 29 Oktober 2025, dan insiden ambrolnya bangunan TPT kalau tidak salah terjadi pada tanggal 1 atau 2 November 2025 atau dua hari setelah pemasangan selesai,” kata pria yang akrab dipanggil Brilli, di Kantor Desa Ngepung, Patianrowo, Nganjuk, pada Rabu (26/11/2025).
Menurut Brilli, faktor penyebab ambrolnya bangunan TPT dikarenakan baru dua hari selesai dan belum kering, yang diguyur hujan deras.
“Untuk konsultan kita langsung ke Inspektorat. (Pada saat itu adalah Pak Anas), untuk pendamping tidak ada, (ya Pak Anas dari Inspektorat),” terangnya.
Lebih lanjut Brilli menjelaskan, insiden ambrolnya bangunan TPT tersebut sudah dilaporkan ke Inspektorat, dengan membuat berita acara.
“Setelah membuat berita acara, nantinya pengerjaan dilanjutkan untuk memperbaiki kembali,” tuturnya.
Sementara untuk perbaikan selanjutnya, Brilli menyampaikan, masih menunggu debit air hingga surut, dan menunggu selesainya musim penghujan.
“Jadi untuk pelaksanaan ini, kita kan batasan waktunya sampai akhir tahun, jadi kita menunggu sampai air surut dan selesainya musim hujan, semisal sampai akhir tahun hujan masih terus berlangsung akan kami upayakan bagaimanapun caranya untuk bisa diperbaiki,” papar Brilli dengan nada santai.
Brilli mengungkapkan, bangunan TPT yang ambrol diperkirakan sekitar 13 meter, dan hanya atasnya saja tidak sampai ke pondasi.
“Untuk anggaran menggunakan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun 2024. Karena pada tahun kemarin tidak terserap, akhirnya dikembalikan ke rekening, dan tahun ini kita gunakan,” tandasnya.
Sementara berdasarkan informasi yang disampaikan oleh sejumlah Masyarakat bangunan TPT tersebut ambrol pada Selasa (11/11/2025).



