Juli 21, 2026 22:08
Breaking News

Pastikan Bersih dari Narkoba, Lapas Muara Teweh Gelar Tes Urine Rutin Warga Binaan

BINTASARA.com, MUARA TEWEH – Tes Urine kembali menjadi langkah nyata Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Teweh dalam memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Melalui kegiatan tes urine rutin terhadap warga binaan, Selasa (21/07/2026), Lapas Muara Teweh memperkuat upaya deteksi dini sekaligus mendukung Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) serta mewujudkan komitmen Zero Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba).

Kegiatan tersebut melibatkan tim medis Klinik Lapas Muara Teweh yang bersinergi dengan jajaran Kesatuan Pengamanan Lapas.

Petugas melaksanakan pengambilan sampel urine secara acak kepada sejumlah warga binaan dari berbagai blok hunian, sebagai bagian dari strategi pencegahan penyalahgunaan narkotika di dalam lingkungan pemasyarakatan.

Seluruh proses pemeriksaan berlangsung secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Petugas pengamanan mengawasi setiap tahapan pengambilan sampel secara ketat untuk memastikan tidak terjadi manipulasi maupun pergantian sampel.

Baca Juga  Usai Upacara HARGANAS 2026, Kalapas Gunungsitoli Pimpin Kontrol Keliling Blok Hunian

Dengan mekanisme tersebut, hasil pemeriksaan dapat dipertanggungjawabkan sekaligus menjadi dasar evaluasi kondisi keamanan di dalam Lapas.

Tim medis menggunakan alat tes kit multi-parameter yang memiliki tingkat akurasi tinggi dalam mendeteksi berbagai jenis zat adiktif dan psikotropika.

Pemeriksaan ini memungkinkan petugas mengidentifikasi secara cepat indikasi penyalahgunaan narkoba, sehingga langkah penanganan dapat segera dilakukan apabila ditemukan pelanggaran.

Pelaksanaan Tes Urine Lapas Muara Teweh menjadi salah satu instrumen penting dalam sistem deteksi dini yang diterapkan secara berkala.

Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai pengawasan terhadap perilaku warga binaan, tetapi juga menjadi bentuk edukasi agar seluruh penghuni Lapas memahami bahaya penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan, keamanan, dan keberhasilan program pembinaan.

Komitmen tersebut sejalan dengan kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang terus mendorong seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk memperkuat pengawasan internal, meningkatkan disiplin petugas, serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari peredaran barang terlarang.

Baca Juga  Kalapas Gunungsitoli Apresiasi Pegawai Teladan Demi Tingkatkan Kinerja Profesional Berkelanjutan

Selain menjaga keamanan, pemeriksaan urine juga berperan penting dalam mendukung keberhasilan program pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian yang dijalani warga binaan.

Kondisi fisik dan mental yang sehat tanpa pengaruh narkoba menjadi modal utama agar warga binaan mampu mengikuti berbagai kegiatan pembinaan secara optimal, mulai dari pelatihan keterampilan, pendidikan, pembinaan keagamaan, hingga kegiatan produktif lainnya.

Sinergi antara petugas kesehatan dan jajaran pengamanan menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pengawasan keamanan dan pelayanan kesehatan berjalan beriringan untuk menghasilkan pembinaan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Kepala Lapas Muara Teweh menegaskan bahwa, hasil tes urine menjadi indikator penting dalam mengevaluasi tingkat kondusivitas lingkungan Lapas sekaligus mengukur efektivitas upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba yang selama ini diterapkan.

Baca Juga  Lapas Kotapinang Perkuat Pencegahan TBC Lewat Sosialisasi CKG Bagi Warga Binaan

“Tes urine rutin ini adalah bukti komitmen tegas kami bahwa tidak ada ruang sekecil apa pun bagi narkoba di dalam Lapas Muara Teweh. Kami ingin memastikan seluruh warga binaan benar-benar bersih sehingga dapat fokus mengikuti seluruh rangkaian pembinaan dengan baik. Sinergi antara tim medis dan pengamanan akan terus kami perkuat demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di sini,” tegas Kepala Lapas Muara Teweh.

Melalui pelaksanaan Tes Urine secara rutin dan berkesinambungan, Lapas Muara Teweh menegaskan komitmennya untuk mendukung pemberantasan narkoba di lingkungan pemasyarakatan.

Langkah preventif ini sekaligus menjadi wujud nyata implementasi Program Akselerasi Kemenimipas dalam menciptakan lembaga pemasyarakatan yang bersih, aman, humanis, serta bebas dari Handphone, Pungli, dan Narkoba (Zero Halinar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *