BINTASARA.com, RANTAUPRAPAT – Panen Ayam Kampung kembali menunjukkan keberhasilan program pembinaan kemandirian warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Rantauprapat.
Pada Selasa (8/9/2026), Lapas Rantauprapat melaksanakan panen raya sebanyak 50 ekor ayam kampung hasil budidaya mandiri di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).
Kegiatan panen raya tersebut menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Lapas Rantauprapat dalam mengembangkan keterampilan produktif bagi warga binaan.
Melalui program budidaya ayam kampung, warga binaan memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola peternakan sekaligus belajar menerapkan prinsip kemandirian dan kewirausahaan.
Panen Ayam Kampung Dukung Pembinaan Kemandirian
Kepala Lapas Kelas IIA Rantauprapat memimpin langsung kegiatan panen ayam kampung tersebut.
Seluruh jajaran pejabat struktural dan petugas pembinaan turut mengikuti kegiatan di area SAE.
Kehadiran jajaran Lapas Rantauprapat dalam kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap program pembinaan, tetapi juga memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan produktif warga binaan.
Petugas memastikan proses budidaya berjalan sesuai dengan tujuan pembinaan kemandirian.
Selama proses pemeliharaan, warga binaan mendapatkan bimbingan dalam berbagai aspek peternakan.
Mereka mempelajari cara menjaga kebersihan dan sanitasi kandang, mengatur pemberian pakan, melakukan perawatan rutin, serta memperhatikan kondisi kesehatan ayam.
Program tersebut memberikan pengalaman praktis kepada warga binaan mengenai pengelolaan usaha peternakan.
Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Budidaya Ayam Kampung Dukung Ketahanan Pangan
Panen 50 ekor ayam kampung di SAE juga menjadi bagian dari upaya Lapas Rantauprapat mendukung program ketahanan pangan.
Pemanfaatan lahan dan fasilitas pembinaan secara produktif memungkinkan warga binaan menghasilkan komoditas pangan yang memiliki nilai ekonomi.
Melalui kegiatan ini, Lapas Rantauprapat tidak hanya berfokus pada aspek pembinaan perilaku, tetapi juga memberikan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Budidaya ayam kampung menjadi salah satu pilihan karena relatif mudah dikembangkan dan memiliki peluang usaha di tengah masyarakat.
Hasil panen selanjutnya akan dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi di lingkungan lapas.
Selain itu, pengelolaan hasil usaha juga dapat mendukung keberlanjutan program pembinaan melalui perputaran modal usaha.
Bekal Keterampilan untuk Warga Binaan
Kalapas Rantauprapat menegaskan bahwa keberhasilan panen ayam kampung menjadi motivasi untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian.
Menurutnya, keterlibatan jajaran secara langsung menunjukkan keseriusan dalam memastikan program berjalan secara optimal.
Program budidaya di SAE juga memberikan ruang kepada warga binaan untuk bekerja secara produktif.
Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga belajar mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta pengelolaan hasil usaha.
Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi warga binaan setelah menjalani masa pembinaan.
Dengan memiliki pengalaman di bidang peternakan, mereka dapat mengembangkan usaha secara mandiri atau memanfaatkan keterampilan tersebut sebagai salah satu sumber penghasilan ketika kembali ke masyarakat.
Panen 50 ekor ayam kampung ini menjadi bukti bahwa program pembinaan kemandirian di Lapas Rantauprapat dapat menghasilkan kegiatan produktif yang memberikan manfaat nyata.
Ke depan, pengembangan budidaya ayam kampung di SAE diharapkan terus berlanjut dan memberikan hasil yang semakin optimal.
Selain mendukung ketahanan pangan, Panen Ayam Kampung Rantauprapat turut memperkuat tujuan pemasyarakatan dalam membentuk warga binaan yang memiliki keterampilan, produktif, bertanggung jawab, dan siap kembali menjalani kehidupan secara mandiri di tengah masyarakat.

