September 3, 2026 10:39
Breaking News

Infrastruktur

Pembangunan Tiga Jembatan Bali Jadi Andalan Percepat Konektivitas dan Prioritaskan Keselamatan

BINTASARA.com, BALI – Pembangunan tiga jembatan Bali, PT Waskita Beton Precast Tbk kembali mendapat kepercayaan dalam menyuplai produk beton precast PC-I Girder pada Proyek Strategis Nasional (PSN) Proyek Pembangunan Jalan Perbaikan Geometrik Bts. Kota Singaraja–Mengwitani (SC 9 & 10) Paket 1 di Provinsi Bali.

Waskita–Sinarbali KSO mengerjakan proyek ini, meliputi pembangunan jalan sepanjang 931,5 meter serta tiga jembatan dengan total panjang 593 meter. Pembangunan ketiga jembatan tersebut menjadi bagian penting dari perbaikan geometrik jalan untuk memangkas jumlah tikungan dari 38 menjadi 13 tikungan, dan berharap dapat meningkatkan keselamatan, kenyamanan perjalanan, serta kelancaran mobilitas masyarakat di Pulau Bali.

“Untuk memenuhi kebutuhan struktur utama pada konstruksi tersebut, WSBP kembali mendapat kepercayaan untuk menyuplai 90 batang PC-I Girder. Pemilihan produk harus memiliki kapasitas menahan beban yang tinggi serta mampu mengakomodasi bentang yang lebih panjang sesuai kebutuhan konstruksi jembatan,” ujar Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto.

Pembangunan Tiga Jembatan Bali Proyek Strategis Nasional Jalan Singaraja–Mengwitani di Bali

PC-I Girder merupakan salah satu produk beton precast yang sebagian elemen struktur utama jembatan mampu menopang bentang yang lebih panjang serta memiliki kapasitas menahan beban yang tinggi. Karakteristik tersebut menjadikan PC-I Girder sesuai untuk mendukung kebutuhan konstruksi tiga jembatan pada Proyek Pembangunan Jalan Perbaikan Geometrik Bts. Kota Singaraja–Mengwitani (SC 9 & 10) Paket 1.

Dalam memenuhi kebutuhan proyek tersebut, PC-I Girder WSBP saat ini, tengah meproduksi di Precast Plant WSBP Prambon dengan menerapkan pengendalian mutu pada setiap tahapan produksi. Penerapan tersebut memastikan setiap unit memiliki kualitas dan spesifikasi teknis yang sesuai sebelum didistribusikan ke lokasi proyek.

“Produksi PC-I Girder untuk proyek ini akan terus berlangsung sesuai jadwal dengan tetap mengedepankan kualitas pada setiap tahapan. Selanjutnya, produk akan dikirim secara bertahap ke lokasi proyek sesuai kebutuhan konstruksi,” tambahnya.

Proyek Pembangunan Jalan Perbaikan Geometrik Bts. Kota Singaraja–Mengwitani (SC 9 & 10) Paket 1 merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas konektivitas di Pulau Bali melalui pembangunan jalan dan jembatan yang lebih aman dan efisien. Kehadiran infrastruktur tersebut berharap dapat meningkatkan kenyamanan perjalanan, mendukung mobilitas masyarakat, serta memperlancar distribusi barang dan jasa antarkawasan.

Sebagai bagian dari komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional, WSBP senantiasa mengedepankan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik dan tetap mengutamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada setiap proses bisnis guna menghasilkan produk berkualitas dan mendukung pembangunan infrastruktur nasional secara berkelanjutan.

Waskita Karya dan Jakpro Mulai Testing LRT Jakarta Fase 1B, Intip Jalurnya !

BINTASARA.com, JAKARTA — PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro mulai melaksanakan rangkaian Testing and Commissioning (T&C) sistem perkeretaapian LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai.

Salah satu tahapan penting yang telah terlaksana yaitu uji jalur lintasan sepanjang 3,6 kilometer yang menghubungkan Stasiun Velodrome dengan Stasiun Pramuka.

Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin mengatakan tahapan Testing and Commissioning dilakukan secara detail dan terstruktur guna memastikan seluruh sistem siap digunakan sebelum operasional komersial dimulai.

Waskita Karya dan Jakpro mempercepat pengujian sistem LRT Jakarta Fase 1B, siap melayani ribuan warga ibu kota

Menurutnya, pengujian mencakup seluruh komponen penting, mulai dari jalur rel, sistem persinyalan, kelistrikan, komunikasi, hingga integrasi operasional.

“Setiap meter jalur layang LRT Jakarta Fase 1B adalah tanggung jawab kami kepada masyarakat DKI Jakarta yang akan mengandalkan LRT setiap hari. Karena itu, tahapan T&C harus siap secara matang,” ujar Iwan.

Sementara itu, Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko menegaskan keterlibatan Waskita dalam proyek LRT Jakarta Fase 1B bukan hanya sebatas pekerjaan konstruksi, tetapi juga menjadi ajang pembuktian kemampuan perusahaan dalam menangani proyek transportasi modern berstandar tinggi.

Paulus menyebut proyek dengan nilai Rp4,1 triliun tersebut kini telah mencapai progres pembangunan sebesar 92,76 persen.

“Lingkup kerja Waskita meliputi integrasi sipil, rel, sistem, hingga operasi. Kami terus mempercepat pengerjaan agar segera dimanfaatkan masyarakat,” jelas Paulus dalam keterangannya, Selasa (19/05/2026).

Ia mengungkapkan tantangan utama pembangunan proyek tersebut adalah kepadatan lalu lintas Jakarta dan keterbatasan ruang kerja di kawasan perkotaan.

Untuk mengatasi hal itu, Waskita mengoptimalkan pekerjaan malam hari dengan penguatan sistem keselamatan kerja dan inovasi konstruksi.

Waskita Karya dan Jakpro, sistem LRT Jakarta Fase 1B, Transportasi Modern Aman dan Nyaman

Salah satu titik krusial yaitu melewati jalur LRT berada di atas Tol Wiyoto-Wiyono pada kilometer 1+700 hingga 2+100. Demi menjaga arus lalu lintas tetap lancar selama proses pembangunan, Waskita menerapkan metode balance cantilever dengan bentang sepanjang 120 meter.

“Keselamatan konstruksi dan pengguna jalan menjadi prioritas utama,” tegas Paulus.

Waskita juga melakukan monitoring survei dan chamber setiap hari, serta memasang safety net di sekeliling segmen girder balance cantilever.

Berkat langkah tersebut, perusahaan berhasil mencatatkan zero accident atau nihil kecelakaan selama proses konstruksi balance cantilever LRT Jakarta Fase 1B.

Paulus menilai keberhasilan pembangunan lintasan di atas Tol Wiyoto-Wiyono menjadi simbol kemajuan konstruksi Indonesia dalam menghadirkan moda transportasi publik modern di tengah padatnya aktivitas ibu kota.

Koordinasi antara Waskita dan Jakpro sebagai pemilik proyek juga terus memperkuat seluruh rangkaian pengujian berjalan lancar.

“Hasil train run yang sudah dua kali menunjukkan kereta mampu melaju lancar dari Velodrome hingga Pasar Pramuka menggunakan full power listrik,” katanya.

LRT Jakarta Fase 1B Bebas Macet dan Pesingkat Waktu

Ia menambahkan, masyarakat telah menunggu LRT Jakarta Fase 1B karena mampu mengurangi kemacetan, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendukung integrasi transportasi publik di Jakarta.

“Kami optimistis LRT Jakarta Fase 1B akan menjadi pilihan transportasi publik modern yang memudahkan mobilitas warga dan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum,” tutup Paulus.

Menurutnya, moda transportasi berbasis listrik tersebut juga mendukung terciptanya udara kota yang lebih bersih dan sehat serta membantu pencapaian target Net Zero Emission (NZE) di Indonesia.

Desa Godo Pati Berubah Jadi ‘Lautan’ Merah Putih, Warga dan TNI Kompak Sambut TMMD ke-128

PATI|Bintasara.com -Semangat nasionalisme dan gotong royong membuncah di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Selasa (21/4/2026). Sejak pagi hari, puluhan warga bersama anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) bahu-membahu menghias desa dengan bendera Merah Putih hingga menciptakan pemandangan bak “lautan” merah putih yang memukau.

Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di setiap sudut desa. Tanpa sekat antara warga dan prajurit, mereka kompak memasang tiang bendera, mengikat tali, hingga memastikan setiap bendera berkibar rapi di depan rumah dan sepanjang jalan desa.

 

Warga Desa bersama anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) bahu-membahu menghias desa dengan bendera Merah Putih, di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Selasa (21/4/2026).

 

Tak hanya itu, kegiatan bersih-bersih lingkungan dan dekorasi kampung turut dilakukan serentak. Desa Godo pun tampak berubah drastis lebih tertata, bersih, dan semarak dalam nuansa kebangsaan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menyambut program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128, yang tahun ini bertepatan dengan tradisi lokal sedekah bumi. Perpaduan program pembangunan dan kearifan lokal tersebut semakin memperkuat rasa kebersamaan warga.

Komandan Kodim 0718/Pati, Letkol Arm Timotius Yogi, memberikan apresiasi atas antusiasme masyarakat Desa Godo. Menurutnya, semangat gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi modal utama keberhasilan program TMMD.

“TMMD merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Desa Godo ini sangat luar biasa dan patut menjadi contoh bagi daerah lain,” ujarnya.

Ia menegaskan, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa kehadiran TNI di tengah-tengah desa sangat dirasakan manfaatnya. Program TMMD sendiri dirancang untuk mendorong percepatan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung.“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pembangunan desa serta kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Momentum kebersamaan antara warga dan TNI di Desa Godo ini menjadi bukti bahwa kolaborasi yang kuat dapat menciptakan perubahan nyata, sekaligus mempererat persatuan dalam bingkai NKRI. (Agung)

Groundbreaking Jembatan Garuda Kalipoh Dimulai, Percepat Akses dan Dongkrak Ekonomi Warga

KEBUMEN|Bintasara.com -Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Kalipoh, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, resmi dimulai melalui prosesi groundbreaking yang dilaksanakan secara daring oleh Pangdam IV/Diponegoro, Selasa (31/3/2026). Proyek ini menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur guna meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 50 peserta tersebut berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan. Hadir dalam acara itu Komandan Kodim 0709/Kebumen Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, Kasdim Mayor Inf Rokhyani, Pasiter Kapten Inf Nowo Kiswanto, Danramil Ayah Kapten Inf Suwarno, Kapolsek Ayah AKP Diono, Sekcam Ayah Tri Atmoko, Kepala Desa Kalipoh Sahrudin, serta warga setempat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa, dilanjutkan sambutan, pembagian bantuan sosial, hingga peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan. Momentum ini sekaligus menunjukkan sinergi kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan wilayah.

Sekretaris Camat Ayah, Tri Atmoko, mengapresiasi peran aktif Kodim 0709/Kebumen dalam mendorong pembangunan infrastruktur desa.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari TNI. Kehadiran Jembatan Garuda ini nantinya akan memberikan dampak besar terhadap mobilitas warga serta mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0709/Kebumen Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI AD dalam membantu pemerintah mempercepat pembangunan daerah.

“Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar, aman, dan selesai tepat waktu, sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Dalam sambutan yang disampaikan secara daring, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan tersebut.

“Jembatan Garuda memiliki peran strategis dalam meningkatkan konektivitas wilayah serta kesejahteraan masyarakat. Dengan ini, pembangunan tahap III dan IV resmi dimulai,” ungkapnya.

Dengan dimulainya pembangunan ini, Jembatan Garuda diharapkan menjadi akses vital yang mampu memperlancar mobilitas warga, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Kalipoh dan sekitarnya. (AG)

Pangdam IV/Diponegoro Tutup TMMD ke-127 di Kebumen, Jalan Desa hingga Air Bersih Hadir untuk Warga Somagede

KEBUMEN|Bintasara.com -Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan oleh Kodim 0709/Kebumen di Desa Somagede, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, resmi ditutup oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han, Rabu (11/3/2026).

Penutupan program tersebut menandai berakhirnya satu bulan pengabdian TNI bersama pemerintah daerah, Polri, serta masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Dalam amanatnya, Pangdam IV/Diponegoro menegaskan bahwa pelaksanaan TMMD ke-127 mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” Tema tersebut menegaskan bahwa desa merupakan fondasi penting bagi kemajuan bangsa, karena memiliki potensi besar dalam menggerakkan kekuatan ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat.

“TMMD merupakan program terpadu lintas sektoral yang melibatkan TNI, Polri, kementerian dan lembaga pemerintah, serta pemerintah daerah. Melalui sinergi ini, pembangunan di wilayah pedesaan dapat dipercepat sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan wilayah,” ujar Mayjen TNI Achiruddin.

Selama pelaksanaan TMMD di Desa Somagede, berbagai sasaran fisik berhasil diselesaikan. Di antaranya pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1.150 meter dengan lebar 2,5 meter, pembangunan 7 unit gorong-gorong, 1 unit plat deker, 2 unit bronjong penahan tanah, 1 unit pos kamling, serta perbaikan dua tempat ibadah.

Selain itu, sejumlah program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat juga terealisasi, seperti pembangunan 5 titik sarana air bersih TNI AD Manunggal Air, rehabilitasi 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan 5 unit jambanisasi, serta penanaman 1.000 pohon di sekitar lokasi kegiatan.

Tak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, program TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, kesehatan dan pencegahan stunting, pengembangan UMKM, penyuluhan pertanian, mitigasi bencana, hingga pelayanan administrasi kependudukan yang melibatkan berbagai instansi terkait.

Sementara itu, Komandan Kodim 0709/Kebumen Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, S.H., M.I.P menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan TMMD tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat.

“Keberhasilan TMMD ini merupakan hasil kerja bersama antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kami berharap seluruh hasil pembangunan dapat dirawat dengan baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Dandim.

Menutup amanatnya, Pangdam IV/Diponegoro menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan program TMMD ke-127. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong serta memanfaatkan hasil pembangunan demi kemajuan desa.

Dengan berakhirnya TMMD di Desa Somagede, berbagai infrastruktur yang telah dibangun diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan. (Agung)

Dandim 0709/Kebumen Tinjau RTLH TMMD ke-127 di Somagede, Pastikan Pembangunan Tepat Waktu dan Berkualitas

KEBUMEN|Bintasara.com -Komandan Kodim 0709/Kebumen, Kodim 0709/Kebumen Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, S.H., M.I.P., meninjau langsung progres rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Sanmartam di Desa Somagede, Kecamatan Sempor, Jumat (27/2/2026).

Peninjauan tersebut merupakan bagian dari pengawasan pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 yang tengah berlangsung di wilayah Kabupaten Kebumen.

Saat tiba di lokasi, Dandim meninjau setiap sudut bangunan yang kini telah memasuki tahap pemasangan dinding dan rangka atap. Sejumlah personel Satgas TMMD bersama warga setempat tampak melanjutkan pengerjaan struktur rumah agar sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah direncanakan.

“Kami ingin memastikan pembangunan RTLH ini berjalan tepat waktu dan sesuai standar kualitas yang sudah ditetapkan. Rumah yang dibangun harus benar-benar layak, aman, dan nyaman untuk dihuni,” ujar Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono di sela-sela peninjauan.

Ia menegaskan, pengawasan langsung di lapangan menjadi bagian penting untuk menjaga akuntabilitas program serta memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan optimal.

Program RTLH dalam TMMD Reguler ke-127 menyasar warga kurang mampu dengan tujuan meningkatkan kualitas hunian sekaligus derajat kesehatan masyarakat. Selain pembangunan fisik rumah, TMMD juga memperkuat semangat gotong royong antara TNI dan warga.

Istri Sanmartam yang ditemui di lokasi mengaku bersyukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Selama ini, kondisi rumah mereka dinilai sudah tidak layak akibat usia bangunan dan kerusakan pada sejumlah bagian struktur.

“Alhamdulillah sekarang sudah mulai dibangun kembali. Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI dan semua yang membantu. Semoga segera selesai dan bisa kami tempati dengan nyaman,” tuturnya.

Dengan progres yang terus berjalan, Satgas TMMD optimistis rehabilitasi RTLH tersebut dapat diselesaikan sesuai target waktu. Kehadiran langsung Dandim di lokasi menjadi bentuk komitmen bahwa setiap program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat akan diawasi secara serius.

TMMD Reguler ke-127 di Kebumen tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan masyarakat penerima manfaat benar-benar merasakan dampaknya secara nyata dan berkelanjutan. (AG)

TMMD Sengkuyung Tahap I TA 2026 Resmi Dibuka di Desa Pandes, Wujud Sinergi TNI dan Rakyat Bangun Klaten

KLATEN|Bintasara.com –Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 resmi dibuka di Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Selasa (10/2/2026). Upacara pembukaan berlangsung khidmat di Lapangan Desa Pandes dan menandai dimulainya rangkaian kegiatan pembangunan yang akan berlangsung hingga 11 Maret 2026.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, S.I.Kom, secara resmi membuka kegiatan TMMD yang digagas Kodim 0723/Klaten ini.

Kegiatan pembukaan tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda dan pejabat penting daerah, di antaranya Dandim 0723/Klaten Letkol Inf Slamet Hardianto, S.H., M.I.P., Kasilog Rem Letkol Cba Ferry Herdiyanto, Kepala Kejaksaan Negeri Klaten Bagus Priyonggo, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Klaten Dr. Moh. Amrullah, Kabag Ops Polres Klaten Kompol Suharjo, Camat Wedi Widaya, para Danramil jajaran Kodim Klaten, kepala desa se-Kecamatan Wedi, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam amanatnya, Bupati Klaten menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi TNI dalam mendukung pembangunan daerah melalui program TMMD.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Klaten, saya mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada jajaran TNI yang terus menunjukkan komitmen pengabdian nyata kepada masyarakat melalui pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap I ini,” tegas Hamenang.

Menurutnya, TMMD merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mempercepat pembangunan wilayah pedesaan.

“Melalui TMMD, pembangunan dapat menjangkau daerah-daerah terpencil dan secara langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Inilah bukti sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat,” ujarnya.

Bupati juga menekankan bahwa desa merupakan fondasi utama pembangunan nasional. Karena itu, program TMMD diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus kualitas hidup masyarakat Desa Pandes.

“Keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari tumbuhnya rasa memiliki, kepedulian, dan partisipasi aktif masyarakat,” imbuhnya.

Di akhir amanat, Bupati mengajak seluruh warga untuk terlibat aktif dalam kegiatan TMMD.

“Mari jadikan TMMD sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan gotong royong. Kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya sebagai aparat pertahanan, tetapi juga sebagai sahabat dan mitra pembangunan,” pungkasnya.

Usai upacara, Dandim 0723/Klaten Letkol Inf Slamet Hardianto menjelaskan bahwa TMMD Sengkuyung Tahap I di Desa Pandes menyasar sejumlah program prioritas baik fisik maupun nonfisik.

“Program fisik meliputi betonisasi jalan pertanian sepanjang 604 meter, pembangunan talud sepanjang 176 meter, serta pembangunan lima unit jambanisasi. Sedangkan program nonfisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan dan administrasi kependudukan,” jelas Dandim.

Menurutnya, seluruh kegiatan TMMD dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan TNI, Polri, pemerintah desa, tenaga teknis, dan masyarakat setempat.

“Dengan kebersamaan ini, diharapkan tercipta kemanunggalan TNI dan rakyat yang semakin kuat serta hasil pembangunan dapat benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegasnya.

Sebagai rangkaian pembukaan TMMD, juga digelar aksi donor darah bekerja sama dengan PMI Kabupaten Klaten sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.

Pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 di Desa Pandes diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkokoh ketahanan wilayah.

Program ini menjadi bukti nyata komitmen bersama antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan.

Kodim 0723/Klaten bersama Pemerintah Kabupaten Klaten menegaskan akan terus bersinergi mendukung berbagai program pembangunan desa yang berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat. (AG)

Ombudsman Jateng Soroti Mangkraknya Jembatan Tambaksari, Keselamatan Warga Terancam

SEMARANG|Bintasara.com -Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah memberikan peringatan keras atas mangkraknya pembangunan Jembatan Tambaksari di Kelurahan Mangkang Wetan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Proyek infrastruktur vital tersebut dinilai mengancam keselamatan warga dan mencerminkan lemahnya komitmen pelayanan publik pemerintah daerah.

Hasil peninjauan lapangan Ombudsman Jateng menemukan material kerangka jembatan terbengkalai dan tertutup semak belukar di kawasan tanah bengkok Mangkang Wetan. Kondisi ini kontras dengan fakta bahwa jembatan sementara yang sebelumnya digunakan warga telah putus, memaksa masyarakat menyeberang sungai dengan cara berisiko.

Kepala Perwakilan Ombudsman Jawa Tengah, Farida, menegaskan bahwa Jembatan Tambaksari memiliki peran krusial bagi mobilitas warga RW 7, terutama kelompok rentan.

“Kami melihat langsung warga yang menyeberang menggunakan getek sederhana. Ada anak-anak yang hendak bersekolah, lansia yang membawa sepeda. Keselamatan warga tidak bisa ditawar. Jembatan darurat hanyalah solusi sementara,” tegas Farida, Selasa (3/2/2026).

Ia menambahkan, lambannya penyelesaian proyek tersebut berpotensi menimbulkan krisis kepercayaan publik terhadap pemerintah. Berdasarkan keterangan Lurah Mangkang Wetan, RW 7 dihuni sekitar 150 kepala keluarga dengan total 500 jiwa yang tersebar di RT 6, 7, 8, dan 9.

“Sejak proyek ini terhenti pada 2022, warga seolah kehilangan harapan mendapatkan akses infrastruktur yang layak. Tiga tahun pembiaran terhadap akses pelayanan publik adalah bentuk pengabaian yang serius,” lanjut Farida.

Menurut Ombudsman Jateng, sebagai ibu kota Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang seharusnya menjadi teladan dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang responsif dan inklusif.

“Jembatan Tambaksari adalah kebutuhan dasar masyarakat. Pembangunan jembatan permanen harus segera direalisasikan. Diperlukan kolaborasi konkret antara BBWS, Pemerintah Kota Semarang, dan instansi terkait agar persoalan ini tidak berlarut-larut,” tegasnya.

Farida menekankan bahwa jembatan permanen Tambaksari adalah kebutuhan yang tidak dapat ditawar, karena pelayanan publik yang aman dan inklusif merupakan hak setiap warga negara.

Sebagai bentuk pengawasan partisipatif, Ombudsman Jawa Tengah juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan konsultasi dan pengaduan pelayanan publik melalui WA Center Ombudsman Jateng di nomor 0811 998 3737. (*)

 

Pewarta: Agung

Rp121 Juta atau Rp116 Juta? Jet Pump Desa Lestari Menyisakan Misteri

Nganjuk, BINTASARA.com — Proyek pembangunan Jet Pump di Desa Lestari, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, mulai menebar aroma tak sedap. Proyek bernilai lebih dari Rp100 juta itu diduga melanggar prinsip transparansi, lantaran hingga kini tidak ditemukan prasasti atau papan informasi yang semestinya memuat keterangan sumber, besaran, dan tahun anggaran.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan, bangunan Jet Pump yang terdiri dari tiga titik tersebut berdiri di atas lahan sawah bengkok milik sejumlah perangkat desa, mulai dari Kepala Desa, Sekretaris Desa, para kepala seksi, kepala urusan, hingga kepala dusun. Namun ironisnya, di lokasi proyek tidak ditemukan satu pun papan informasi yang lazim menjadi penanda proyek yang dibiayai uang publik.

www.bintasara.com
M Ghofar Dwi Saputro Kasi Pemerintahan Desa Lestari (Sakera Bintasara)

Kasi Pemerintahan Desa Lestari, M Ghofar Dwi Saputro, saat dikonfirmasi menyebut proyek tersebut dilaksanakan pada tahun anggaran 2024.

“Itu tahun 2024,” ujar Ghofar di Kantor Desa Lestari, Senin (2/2/2026).

Saat disinggung soal ketiadaan prasasti proyek, Ghofar bersikeras bahwa papan informasi tersebut sebenarnya sudah pernah dipasang, namun kini diklaim telah rusak. Menurutnya, prasasti itu berada di sisi selatan bangunan Jet Pump yang berdiri di atas sawah bengkok Kepala Desa.

“Prasastinya rusak. Sudah dipasang tapi rusak, di Sibel yang paling selatan, mepet bangunan, yang di sawah bengkok Pak Kepala Desa,” katanya.

Namun pernyataan itu memunculkan tanda tanya besar. Ketika ditanya lebih jauh mengenai sisa bekas pemasangan atau bukti fisik kerusakan prasasti, Ghofar mengaku tidak mengetahui kapan rusaknya dan ke mana perginya papan informasi tersebut.

“Tidak tahu. Tahunya posisi prasasti sudah tidak ada. Tapi sudah pernah dipasang,” kilahnya.

Ghofar juga mengungkapkan bahwa proyek Jet Pump tiga titik tersebut menelan anggaran sebesar Rp121 juta yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2024, dengan sistem swakelola dan Pelaksana Kegiatan (PK) atas nama Nur Wakhid, Kasi Pelayanan Desa Lestari.

www.bintasara.com
Nur Wakhid Kasi Pelayanan Desa Lestari (Sakera Bintasara)

Namun keterangan tersebut justru bertabrakan dengan penjelasan Nur Wakhid sendiri. Saat ditemui di lokasi yang sama, Nur Wakhid Kasi Pelayanan Desa Lestari mengakui bahwa prasasti proyek memang pernah dipasang, tetapi ia juga tidak mengetahui secara pasti kapan dan bagaimana prasasti tersebut bisa rusak hingga menghilang.

“Sudah, ketika proyek selesai langsung dipasang. Tapi rusak. Saya juga tidak tahu kapan rusaknya,” ujarnya singkat.

Nur Wakhid bahkan menyebut prasasti tersebut awalnya hanya mengalami kerusakan, sebelum akhirnya lenyap tanpa jejak.

“Awalnya ada kerusakan, terus saya lihat kok tidak ada. Hilang. Siapa yang ngambil juga tidak tahu. Kadang petani-petani itu tidak mau tahu,” katanya.

Kontradiksi semakin mencolok ketika Nur Wakhid menyebut nilai dan sumber anggaran yang berbeda. Ia mengatakan proyek Jet Pump tersebut menelan anggaran sekitar Rp116 juta yang bersumber dari Pendapatan Asli Desa (PAD).

“Itu tahun 2024, anggarannya kalau tidak salah Rp116 juta dari PAD,” tuturnya.

Pernyataan itu langsung dipotong oleh Ghofar yang kembali menegaskan bahwa sumber anggaran berasal dari Dana Desa.

“Dari DD, Pak,” tegas Ghofar.

Tak berhenti di situ, Nur Wakhid juga mengungkap fakta lain yang menambah kabut gelap proyek ini. Meski dirinya tercatat sebagai Pelaksana Kegiatan, ia mengaku tidak memegang kendali penuh atas pembelanjaan proyek.

“Saya memang PK, tapi yang belanja dan meng-handle itu Bu Carik Agustina Wulandari, yang waktu itu masih menjabat,” pungkasnya.

Perbedaan keterangan antar perangkat desa, mulai dari sumber anggaran, nilai proyek, hingga raibnya prasasti, memunculkan pertanyaan serius, ke mana sesungguhnya jejak transparansi proyek ini? Apakah sekadar kelalaian administratif, atau justru sinyal awal persoalan yang lebih besar dalam pengelolaan Dana Desa di Desa Lestari?

Dukung Swasembada Pangan, Waskita Karya Garap Sejumlah Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Empat Provinsi

BINTASARA.com, Jakarta – PT Waskita Karya (Persero) Tbk terus menambah portofolio proyek Sumber Daya Air (SDA). Kali ini Perseroan dipercaya mengerjakan sejumlah proyek Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Utama Kewenangan Daerah di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) berbagai kawasan, sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Tahap III.

Mulai dari BBWS Cimanuk Cisanggarung, Sumatra II, Sumatra VIII, Nusa Tenggara II, Kalimantan IV, hingga BBWS Pompengan Jeneberang di Sulawesi Selatan. Perseroan pun akan meningkatkan sekaligus merehabilitasi Jaringan Tersier Daerah Irigasi Tahap III di Provinsi Banten.

Total seluruh nilai proyek tersebut sebesar Rp282,6 miliar. Rencananya pengerjaan beberapa jaringan irigasi itu rampung pada akhir 2025.

Direktur Operasi II Waskita Karya Dhetik Ariyanto mengatakan, pada Jaringan Utama Kewenangan Daerah di BBWS Cimanuk Cisanggurang, Perseroan akan merehabilitasi 21 Daerah Irigasi (DI) Jawa Barat dan Jawa Tengah. Terdiri dari delapan DI di Kabupaten Garut, empat di Indramayu, tiga di Kuningan, lima di Cirebon, serta satu DI di Brebes.

“Waskita Karya akan mengoptimalisasi lahan bukan rawa agar menjadi lebih produktif melalui penataan lahan dan sistem pengairan. Dengan begitu, sawah yang sudah ada dapat ditingkatkan indeks penanamannya,” jelas dia dalam keterangan resmi, Kamis (4/12/2025).

Kegiatan optimalisasi itu, lanjut Dhetik, mencakup konservasi tanah dan air di lahan pertanian, membangun jaringan irigasi atau drainase di tingkat usaha tani, serta merehabilitasi pintu air dan bangunan penampung air. Berikutnya, menginstalasi unit pompa air berstandar nasional (SNI), hingga menyiapkan dan mengolah tanah.

Sementara pada proyek di BBWS Sumatra VIII, sambungnya, Waskita Karya mengerjakan dua DI di Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan. Tidak hanya menormalisasi saluran, pada jaringan irigasi itu Perseroan juga akan melakukan pemasangan batu bronjong.

Dhetik menegaskan, pengerjaan seluruh jaringan irigasi tersebut akan mendukung program swasembada pangan pemerintah. Kemudian pada akhirnya turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani.

“Sesuai Inpres Nomor 02 Tahun 2025, beragam proyek ini memberikan manfaat pada bidang pertanian. Di antaranya mempercepat peningkatan produksi pangan, karena memungkinkan optimalisasi lahan yang selama ini tidak produktif akibat jaringan irigasi,” tutur dia.

Dirinya menambahkan, rehabilitasi jaringan irigasi dapat pula menjamin ketersediaan air irigasi sepanjang tahun. Efeknya, masa tanam bisa lebih dari satu kali, sehingga berdampak pada kenaikan hasil panen.

“Sebagai BUMN Konstruksi yang berpengalaman selama 65 tahun, Waskita Karya selalu siap mendukung ketahanan pangan. Pembangunan proyek yang memiliki multiplier effect menjadi prioritas bagi kami,” kata Dhetik.

Sebelumnya, Waskita juga mengantongi beberapa proyek SDA pada tahun ini. Sebut saja Jaringan Utama DI Kewenangan Daerah di Sumatra Selatan, DI Komering Sub DI Lempuing Paket 1, Rehabilitas Jaringan Utama DI Banten, serta Paket Pekerjaan Konstruksi Karian Dam-Serpong Conveyance System (KSCS) Project Package I.

Selama periode 2015-2025, terdapat 28 bendungan dan 22 irigasi yang dikerjakan Perseroan. Beberapa proyek Sumber Daya Air (SDA) itu kini sudah digunakan masyarakat, seperti Bendungan Temef di Nusa Tenggara Timur, Tapin di Kalimantan Selatan, Way Sekampung di Lampung, Leuwikeris di Jawa Barat, Margatiga di Lampung, serta Irigasi Rentang di Jawa Barat.

__________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

*Tentang PT Waskita Karya (Persero) Tbk*

Waskita berdiri pada tahun 1961 sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pada bulan Desember 2012 Waskita menjadi sebuah Perusahaan Publik dan tercatat sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham “WSKT”. Dalam beberapa tahun terakhir, Waskita semakin mengukuhkan perannya sebagai salah satu kontraktor utama di Indonesia serta Pengembang Infrastruktur/Realti melalui pendirian anak usaha yaitu PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), PT Waskita Toll Road, PT Waskita Karya Realty, dan PT Waskita Karya Infrastruktur.

*Kontak Media*

PT Waskita Karya (Persero) Tbk
Corporate Secretary
Ermy Puspa Yunita

E-mail: waskita@waskita.co.id
Website: www.waskita.co.id
Twitter: @waskita_karya
Instagram: @waskita_karya
Facebook: PT Waskita Karya
Youtube: PT Waskita Karya
LinkedIn: PT Waskita Karya (Persero) Tbk

Waskita Karya Kembali Garap Proyek Senilai 1.6 Triliun, Bangun Apa?

BINTASARA.com – PT Waskita Karya (Persero) Tbk kembali dipercaya mengerjakan proyek Sekolah Rakyat (SR). Kali ini, Perseroan akan membangun gedung tersebut di Jawa Timur senilai Rp1,16 triliun.

Penandatanganan kontrak Paket Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II dilakukan Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jakarta. Kegiatan itu disaksikan langsung oleh Direktur Sistem Strategi Penyelenggara Prasarana Strategis Kementerian PU Usman Hermanto serta Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Hanugroho.

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, pengerjaan SR di Jawa Timur merupakan bagian dari komitmen Perseroan dalam mendukung berbagai program pemerintah. Khususnya yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.

“Kami bersyukur sekaligus merasa bangga, Waskita Karya dapat kembali dilibatkan dalam pembangunan Sekolah Rakyat. Perseroan memahami, proyek ini sangat penting karena termasuk dari program prioritas Presiden Prabowo untuk mengentaskan kemiskinan di Tanah Air,” ujar Ermy dalam keterangan resmi, Senin (1/12/2025).

Melalui Sekolah Rakyat, lanjutnya, negara akan memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin maupun miskin ekstrem. Program tersebut, kata Ermy, juga menjadi salah satu upaya pemerintah menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul guna mendorong visi Indonesia emas 2045.

Ia menjelaskan, SR di Jawa Timur akan dibangun di empat kabupaten dan satu kota. Dari mulai Kabupaten Gresik, Jombang, Sampang, Tuban, hingga Kota Surabaya.

Rencananya, seluruh gedung sekolah itu akan diselesaikan dalam waktu sekitar delapan bulan. Diharapkan tahun depan sudah bisa dimanfaatkan.

“Waskita Karya berupaya menyelesaikan proyek sekolah rakyat dengan maksimal serta tepat waktu. Kami percaya, semakin cepat penyelesaian bangunan dilakukan, semakin cepat pula masyarakat menerima manfaat dari program ini,” tegas Ermy.

Dirinya melanjutkan, Perseroan nantinya mengerjakan bangunan sekolah dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Kemudian asrama siswa, asrama guru, kantin, sarana olahraga, sarana ibadah, dan gedung serbaguna.

“Sebagai BUMN Konstruksi yang telah berpengalaman selama 65 tahun, Waskita terus fokus membangun infrastruktur yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Kami meyakini, jika seluruh anak Indonesia mendapatkan fasilitas pendidikan memadai, maka kemajuan bangsa pada berbagai bidang dapat segera terwujud,” tutur dia.

Sebagai informasi, pada pertengahan November lalu Waskita Karya pun telah dipercaya membangun SR di Sulawesi Selatan. Proyek senilai Rp1,23 triliun tersebut dibangun di lima kabupaten, mencakup Wajo, Sidrap, Tana Toraja, Soppeng, dan Barru. Red

Inspektorat Nganjuk Dikatakan Konsultan Proyek TPT Desa Ngepung, Inspektur: Ya tidak mungkin lah, kok konsultan dari Inspektorat

Nganjuk, BINTASARA.com — Perihal Inspektorat Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur yang dikatakan sebagai konsultan dalam proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) Saluran Air Soban sepanjang 400 meter, yang berlokasi di Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk, berikut ini penjelasan Inspektur.

Inspektur pada inspektorat Kabupaten Nganjuk Samsul Huda ketika ditanya, membenarkan bahwa memiliki staf yang bernama Anas Nasrullah yang bertugas sebagai auditor bukan konsultan.

“Ya tidak mungkin lah, kok konsultan dari Inspektorat, coba saya tanyakan dulu kepada Pak Anas (Anas Nasrullah red),” ucap eks Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Nganjuk ini melalui sambungan seluler sambil tersenyum tipis, pada Rabu (26/11/2025) malam.

Pria yang akrab dipanggil Samsul menjelaskan, dari sisi Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) jelas tidak mungkin kalau dikatakan konsultan. Kemungkinan itu salah menjelaskan atau bagaimana.

“Kok ada Inspektorat jadi konsultan. Itu mungkin antara pertanyaan panjenengan, atau jawabannya yang keliru, (kok ada-ada saja,” kata Samsul kepada wartawan BINTASARA.com.

Menurutnya, memang pihak Desa sempat menanyakan kepada Anas Nasrullah, untuk pembangunan TPT menggunakan batu apa. Apakah menggunakan batu kumbung atau batu apa.

“Seharusnya menggunakan batu biasa lebih kuat, tapi dikarenakan sudah terlanjur membeli batu kumbung ya mau gimana lagi. Ya hanya bertanya seperti itu,” jelas Huda.

Sementara terpisah Auditor Inspektorat Nganjuk Anas Nasrullah ketika dikonfirmasi mengatakan, diawal Oktober 2025 memang melakukan pemeriksaan di Desa Ngepung atas pekerjaan yang dilaksanakan oleh Kepala Desa tahun 2024.

“Yang saya tahu pada waktu itu ada pekerjaan TPT. Kalau saya jadi konsultan (bukan), saya pemeriksa. Saya juga tidak pernah menerima konsultasi dari desa yang sedang bermasalah,” kata Anas melalui sambungan telepon aplikasi WhatsApp, pada Kamis (27/11/2025).

Perihal ambrolnya bangunan TPT Desa Ngepung apakah sudah dilaporkan ke Inspektorat, Anas mengatakan bahwa belum mengetahui.

“Saya belum mengetahui, hingga saat ini saya belum dikirimi terkait pelaksanaan pekerjaan itu, untuk konsultasi bukan dengan kami, karena saya bukan konsultan. Kalau konsultan itu ya pendamping tekniknya yang dilapangan,” ucap Anas kepada wartawan BINTASARA.com.

Ketika ditanya perihal penggunaan batu kumbung, Anas menjelaskan, memang dirinya sempat ditanya oleh pihak Desa, (apakah ada analisa untuk penggunaan batu kumbung).

“Kalau dari SNI tidak ada, adanya pasangan batu gebal (batu belah/kali red), jadi adanya analisa batu gebal,” urainya.

Ketika ditanya kelayakan bangunan TPT tersebut apakah memenuhi standar, Anas justru menyuruh wartawan untuk menanyakan kepada orang Pekerjaan Umum (PU).

“Kalau inspektorat tidak bisa memberikan pendapat (ini layak atau tidak), melainkan Inspektorat hanya menghitung kerugian negara atau besarnya volume yang dilaksanakan oleh Desa,” terangnya.

Anas menambahkan bahwa, kelayakan yang dimaksud mencakup pengeluaran keuangan dengan volume bangunan yang ada di lapangan.

“Kalau kelayakan kekuatan itu bukan kewenangan kita (itu adalah kewenangan konsultan), kalau di Desa ada pendamping teknik dari Kementerian,” tandasnya.

Pada berita sebelumnya yang berjudul “Bangunan TPT Sepanjang 400 Meter di Desa Ngepung Patianrowo Ambrol Diperkirakan Karena Hujan Deras” M Brillian Al Akbar Kasi Sejahtera Desa Ngepung mengatakan faktor penyebab ambrolnya bangunan TPT dikarenakan baru dua hari selesai dan belum kering, yang diguyur hujan deras.

“Untuk konsultan kita langsung ke Inspektorat. (Pada saat itu adalah Pak Anas), untuk pendamping tidak ada, ya Pak Anas dari Inspektorat,” katanya.

Bangunan TPT Sepanjang 400 Meter di Desa Ngepung Patianrowo Ambrol Diperkirakan Karena Hujan Deras

Nganjuk, BINTASARA.com — Bangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) Saluran Air Soban sepanjang 400 meter, yang berlokasi di Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, ambrol kurang lebih 13 meter, diperkirakan karena hujan yang terlalu deras.

Berdasarkan Pantauan wartawan BINTASARA.com, pada papan informasi yang terpasang di lokasi, bangunan tersebut memiliki volume 400 x 0,22 x 1 m, dan menelan anggaran senilai Rp93.195.000 yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggara (TA) 2025.

www.bintasara.com
Papan informasi Proyek Pembangunan TPT Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Sakera Bintasara)

Ketua RT/RW 003/004, Desa Ngepung, Patianrowo, Suyoto yang berada di sekitar lokasi ketika diwawancarai menyampaikan bahwa pengerjaan proyek pembangunan TPT Desa Ngepung, memakan waktu sekitar 15 hari.

“Perkiraan pekerjaan ini diawali pada akhir bulan 10 (Oktober red) 2025, kurang lebih kayaknya dikerjakan 15 hari. Setelah selesai terus hujan lebat mungkin tidak mampu menahan air sehingga ambrol,” ucap Suyoto, pada Rabu (26/11/2025) kepada wartawan BINTASARA.com.

www.bintasara.com
Ketua RT/RW 003/004, Desa Ngepung, Patianrowo, Suyoto ketika diwawancarai (Sakera Bintasara)

Ketika dikonfirmasi perihal kapan terjadinya insiden ambrolnya bangunan TPT tersebut, Suyoto tidak mengetahui tepatnya kapan, yang pasti diperkirakan terjadi tengah malam.

“Jadi sore hari itu belum ambrol, tahu-tahu pagi sudah ambrol. Jadi sorenya itu hujan deras, yang pada akhirnya pada pagi harinya ketahuan bangunan TPT ambrol,” jelasnya.

www.bintasara.com
Kasi Sejahtera Desa Ngepung, Patianrowo M Brillian Al Akbar, ketika dikonfirmasi (Sakera Bintasara)

Ditempat terpisah Kasi Sejahtera Desa Ngepung, Patianrowo M Brillian Al Akbar, ketika dikonfirmasi mengatakan telah mengetahui adanya insiden ambrolnya bangunan TPT Desa Ngepung yang terjadi dua hari setelah selesai pemasangan, yang dikarenakan belum kering.

“Untuk pengerjaan mulai 13 Oktober hingga 29 Oktober 2025, dan insiden ambrolnya bangunan TPT kalau tidak salah terjadi pada tanggal 1 atau 2 November 2025 atau dua hari setelah pemasangan selesai,” kata pria yang akrab dipanggil Brilli, di Kantor Desa Ngepung, Patianrowo, Nganjuk, pada Rabu (26/11/2025).

Menurut Brilli, faktor penyebab ambrolnya bangunan TPT dikarenakan baru dua hari selesai dan belum kering, yang diguyur hujan deras.

“Untuk konsultan kita langsung ke Inspektorat. (Pada saat itu adalah Pak Anas), untuk pendamping tidak ada, (ya Pak Anas dari Inspektorat),” terangnya.

Lebih lanjut Brilli menjelaskan, insiden ambrolnya bangunan TPT tersebut sudah dilaporkan ke Inspektorat, dengan membuat berita acara.

“Setelah membuat berita acara, nantinya pengerjaan dilanjutkan untuk memperbaiki kembali,” tuturnya.

Sementara untuk perbaikan selanjutnya, Brilli menyampaikan, masih menunggu debit air hingga surut, dan menunggu selesainya musim penghujan.

“Jadi untuk pelaksanaan ini, kita kan batasan waktunya sampai akhir tahun, jadi kita menunggu sampai air surut dan selesainya musim hujan, semisal sampai akhir tahun hujan masih terus berlangsung akan kami upayakan bagaimanapun caranya untuk bisa diperbaiki,” papar Brilli dengan nada santai.

Brilli mengungkapkan, bangunan TPT yang ambrol diperkirakan sekitar 13 meter, dan hanya atasnya saja tidak sampai ke pondasi.

“Untuk anggaran menggunakan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun 2024. Karena pada tahun kemarin tidak terserap, akhirnya dikembalikan ke rekening, dan tahun ini kita gunakan,” tandasnya.

Sementara berdasarkan informasi yang disampaikan oleh sejumlah Masyarakat bangunan TPT tersebut ambrol pada Selasa (11/11/2025).

Waskita Karya Kembali Garap Proyek Jalan di IKN Senilai Rp1,9 Triliun, Ini Akses Jalurnya! 

BINTASARA.com – PT Waskita Karya (Persero) Tbk kembali dipercaya mengerjakan proyek konektivitas di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Total nilai kontrak baru berupa pembangunan Jalan Kawasan Kompleks Yudikatif tersebut mencapai Rp1,9 triliun.

Penandatanganan kontrak itu dilakukan di Kantor Otorita IKN (OIKN) di Kalimantan Timur. Kemudian disaksikan langsung oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono serta Direktur Sarana Prasarana Sosial OIKN Agus Ahyar.

Perseroan akan melaksanakan pekerjaan jalan dan Multi Utility Tunnel (MUT), mekanikal elektrikal, serta pedestrian dan pesepeda. Waskita pun nantinya mengerjakan enam buah jembatan pelengkung, 10 buah box culvert cross drain, dan dinding penahan tanah.

Ditargetkan, jalan sepanjang 6,418 kilometer (km) itu rampung dibangun pada akhir 2027. Terdiri dari kolektor jalan sekunder ROW 36 sepanjang 1,88 km, botanical garden ROW 24 1,115 km, Sumbu Tripraja ROW 24 1,68 km, Sumbu Tripraja ROW 16 0,459 km, serta Grande Barat ROW 44 1,268 km.

Direktur Operasi II Waskita Karya Dhetik Ariyanto mengatakan, jalan ini berfungsi untuk melayani akses mobilitas ke area yudikatif. Maka Perseroan berkomitmen menyelesaikan pembangunan proyek secara tepat waktu agar bisa segera dimanfaatkan.

“Waskita Karya juga akan memperhatikan mutu bangunan, supaya para pengguna merasa aman dan nyaman. Kami pun nantinya memperketat pengawasan terhadap standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3),” jelas dia dalam keterangan resmi, Jumat (31/10/2025).

Sesuai tema pembangunan IKN yang mengusung Green City atau Kota Hijau, Dhetik menuturkan, lokasi Jalan Kawasan Komplek Yudikatif dikelilingi pepohonan hijau. Bahkan terdapat ruas botanical garden, guna mendukung konsep pembangunan berkelanjutan, ramah lingkungan, serta terintegrasi dengan alam.

“Konsep tersebut salah satunya diwujudkan melalui peningkatan ruang terbuka hijau hingga 75 persen. Dengan begitu dalam pembangunan jalan ini, Waskita membiarkan kawasan kebun raya sekaligus menatanya agar lebih rapi dan indah,” ujar Dhetik.

Ke depannya, tegas dia, perusahaan BUMN berkode saham WSKT ini akan terus mendukung dan ambil bagian dalam membangun IKN. Sebelumnya Waskita telah menyelesaikan sejumlah proyek IKN, di antaranya Gedung Sekretariat Presiden, Kantor Kemenko 3, Kemenko 4, Rumah Susun ASN, Jalan Tol IKN Segmen 5A, Jalan Akses VVIP, dan Jalan Feeder (District).

BBGS Hadirkan Inovasi Beton Ramah Lingkungan Bagi Masyarakat

Jakarta, bintasara.com – PT Waskita Beton Precast Tbk kembali menyelenggarakan program edukatif Belajar Beton Goes to School (BBGS). Program BBGS kali ini digelar di SMKN 1 Jakarta, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada jurusan Teknik Konstruksi dan Perumahan serta Desain Permodelan dan Informasi Bangunan.

Pembekalan materi yang dibawakan salah satu Insan WSBP yakni Yudi Yudistira selaku Manajer Departemen Standarisasi & Pengembangan Produk. Materi pada sesi ini menyoroti penerapan prinsip keberlanjutan dalam industri beton, termasuk standardisasi dan pemanfaatan limbah Fly Ash sebagai material beton ramah lingkungan dalam proses produksi beton.

BBGS kali ini adalah edukasi mengenai Fly Ash, yakni limbah hasil pembakaran batu bara yang dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam campuran beton. WSBP menekankan pentingnya Fly Ash sebagai solusi inovatif dan berkelanjutan dengan mengurangi peredaran limbah dan memanfaatkannya sebagai material yang sesuai dengan ketentuan, mengurangi ketergantungan pada material alam, juga dalam rangka meningkatkan kualitas produk beton.

Selanjutnya, teknis pemanfaatan Fly Ash dibahas lebih detail oleh salah satu Insan WSBP yaitu Fauzi Nugroho, Manajer Departemen QSHE, Engineering, & Inovasi Divisi Readymix & Quarry. Dipaparkan perihal Fly Ash yang mampu meningkatkan durabilitas beton sekaligus membantu mengurangi emisi karbon di sektor konstruksi. Sesi ini juga dilanjut dengan praktik uji slump test, yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami konsistensi dan mutu beton segar secara langsung.

“Kami berharap alat yang kami berikan dapat bermanfaat langsung bagi para siswa dan mendukung kegiatan belajar para siswa secara optimal. Lewat program Belajar Beton Goes to School ini, kami berharap sinergi WSBP dengan sektor pendidikan terus terjalin dengan baik, sebagai langkah bersama dalam mencetak generasi muda yang unggul, kompeten, dan siap berkontribusi bagi pembangunan Indonesia di masa depan,” tambahnya.

Melalui BBGS, WSBP menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan dan pentingnya keberlanjutan di sektor konstruksi, serta mendorong pemanfaatan material ramah lingkungan di industri beton dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Melalui BBGS, WSBP berkontribusi aktif dalam membentuk generasi muda yang lebih memahami peran penting sektor konstruksi dan inovasi material dalam pembangunan Indonesia.

 

WSBP Kembali Tanam 433 Pohon Trembesi lewat WSBP Inspiring Kindness

Jakarta, bintasara.com – PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) terus menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui kegiatan TJSL WSBP Inspiring Kindness : Piles of Sustainability. Dalam kelanjutan program ini, WSBP menanam 433 pohon Trembesi pada April 2025, sebagai bagian dari kontribusi atas pengiriman 4.326 batang Spun Pile ke berbagai proyek di seluruh Indonesia selama Maret 2025.

Melalui inisiatif ini, WSBP mengintegrasikan pertumbuhan bisnis dengan kepedulian terhadap lingkungan. Setiap 10 batang produk Spun Pile yang terkirim kepada pelanggan, WSBP menanam satu pohon Trembesi. Inisiatif ini menjadikan keberhasilan bisnis sebagai bagian dari upaya penghijauan Indonesia.

Sejumlah perusahaan pelanggan WSBP yang turut berpartisipasi dalam mendukung program ini melalui pengiriman produk Spun Pile ke proyeknya selama bulan Maret antara lain PT Hutama Karya Infrastruktur melalui proyek melalui proyek pembangunan JTTS Ruas Betung (Simpang Sekayu) Tempino-Jambi Seksi 4 Tempino-Interchange Ness, Waskita-Abipraya KSO melalui proyek Pattimban Access Toll Road Paket 02, Yayasan Tzu Chi Wiyata melalui pembangunan Tzu Chi School Extension PIK 2, PT Multi Welindo melalui pembangunan Terminal Batubara dan pembangunan di Area Gasing, serta beberapa perusahaan pelanggan lainnnya dengan beragam proyek strategis. Produk-produk tersebut dikirim dan diproduksi langsung dari beberapa precast plant WSBP, seperti Precast Plant WSBP Karawang, Subang, Gasing, Prambon, dan precast plant WSBP lainnya.

Program penghijauan ini telah dilaksanakan sejak bulan Oktober 2024, sampai saat ini penghijauan terus dilakukan rutin setiap bulan dan menjadi bagian penting dari inisiatif keberlanjutan WSBP. Hingga saat ini, total pohon Trembesi yang telah ditanam mencapai 3.869 pohon, dan jumlah ini akan terus bertambah seiring meningkatnya distribusi produk WSBP ke berbagai proyek. “Setiap langkah bisnis harus memberikan dampak positif tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi lingkungan. Ia menambahkan bahwa melalui program ini, yang merupakan bagian dari inisiatif berkelanjutan WSBP dan akan terus dilaksanakan secara rutin, perusahaan mengajak seluruh
pelanggan dan mitra untuk bersama-sama mewujudkan keberlanjutan yang nyata,” ujar Fandy

Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP. Keberhasilan program ini tidak lepas dari kepercayaan dan dukungan para pelanggan. WSBP menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin, di mana pelanggan tidak hanya memilih produk WSBP untuk mendukung proyek mereka, tetapi juga berperan dalam mendorong inisiatif penghijauan. WSBP meyakini bahwa inisiatif ini akan memberikan kontribusi nyata terhadapkelestarian lingkungan melalui setiap produk yang digunakan Dalam pelaksanaannya, seluruh upaya ini dijalankan dengan mengedepankan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik serta manajemen risiko yang efektif, sehingga setiap langkah yang diambil mampu memberikan dampak positif secara berkelanjutan bagi perusahaan dan lingkungan sekitar.