BINTASARA.com, MANADO – Maulid Nabi Lapas Manado berlangsung khidmat melalui kegiatan zikir dan doa bersama, dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M, Rabu (2/9/2026).
Jajaran pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Manado mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh kekhusyukan.
Lapas Kelas IIA Manado menghadirkan kegiatan keagamaan ini sebagai bagian dari pembinaan kepribadian bagi WBP.
Melalui zikir, doa, dan lantunan shalawat, seluruh peserta bersama-sama menciptakan suasana yang penuh ketenangan, kedamaian, dan nilai spiritual di lingkungan pemasyarakatan.
Para pegawai dan WBP mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib. Mereka melantunkan zikir dan shalawat secara bersama-sama sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Momentum Maulid Nabi Lapas Manado tersebut juga menjadi kesempatan bagi seluruh peserta untuk kembali mengingat perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW.
Peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial.
Lapas Kelas IIA Manado memanfaatkannya sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai akhlak, kesabaran, kejujuran, kasih sayang, serta kepedulian kepada sesama.
Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembinaan WBP selama menjalani masa pidana.
Kegiatan zikir dan doa bersama juga memperkuat hubungan antara petugas dan warga binaan. Dengan duduk berdampingan dalam suasana ibadah, pegawai dan WBP membangun rasa kebersamaan serta saling menghargai.
Kebersamaan tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang humanis dan kondusif.
Melalui peringatan Maulid Nabi Lapas Manado, jajaran Lapas Kelas IIA Manado berharap WBP dapat mengambil hikmah dari kehidupan Rasulullah SAW.
Keteladanan beliau diharapkan mampu mendorong warga binaan untuk melakukan perubahan positif, memperbaiki diri, serta meningkatkan kualitas akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Selain memperkuat keimanan, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi WBP untuk memperoleh ketenangan batin.
Zikir dan doa bersama dapat menjadi momentum refleksi diri agar warga binaan semakin menyadari pentingnya menjalani kehidupan dengan penuh tanggung jawab dan menjauhi perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Lapas Kelas IIA Manado terus mendorong pelaksanaan pembinaan yang mencakup aspek kepribadian dan spiritual.
Pembinaan tersebut diharapkan dapat membantu WBP mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M akhirnya menjadi momentum untuk memperkuat semangat perubahan.
Dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW, seluruh WBP diharapkan semakin teguh dalam berbenah diri, meningkatkan keimanan, menjaga ketenangan jiwa, dan membangun karakter yang lebih baik.
Melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara bersama-sama, Lapas Kelas IIA Manado menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek spiritual dan karakter.
Semangat Maulid Nabi diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, berakhlak mulia, dan siap kembali berkontribusi secara positif di masyarakat.

