BINTASARA.com, HUMBANG HASUNDUTAN – Peringatan Maulid Nabi 1448 Hijriah di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Humbang Hasundutan berlangsung khidmat pada Selasa (1/9).
Mengusung tema “Meneladani Akhlak serta Meningkatkan Kecintaan Kita kepada Rasulullah SAW”, kegiatan ini menjadi momentum bagi jajaran petugas pemasyarakatan dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk memperkuat keimanan sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Peringatan Maulid Nabi 1448 H tersebut berlangsung di Masjid At-Taubah Rutan Kelas IIB Humbang Hasundutan.
Jajaran petugas pemasyarakatan bersama seluruh WBP yang beragama Islam mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat dan antusias.
Panitia mengawali rangkaian kegiatan dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Setelah itu, Kasubsi Pelayanan Tahanan selaku ketua panitia menyampaikan sambutan.
Kepala Rutan Kelas IIB Humbang Hasundutan, Ucok P. Sinabang, kemudian memberikan arahan kepada seluruh peserta.
Dalam sambutannya, Ucok menegaskan bahwa Peringatan Maulid Nabi 1448 H tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Menurutnya, peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW harus menjadi momentum untuk menerapkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan, terutama selama menjalani masa pembinaan di dalam Rutan.
“Masa menjalani pembinaan di Rutan ini hendaknya dimanfaatkan sebagai kesempatan terbaik untuk melakukan introspeksi, memperbaiki diri, serta meningkatkan kualitas ibadah. Nilai keteladanan Rasulullah SAW sangat relevan diterapkan agar para warga binaan mampu membenahi akhlak dan bersiap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang jauh lebih baik,” ujar Ucok.
Setelah sambutan Karutan, kegiatan dilanjutkan dengan pencerahan rohani melalui tausiah yang disampaikan oleh Ustaz H. Mushliasak Lubis, M.H.
Dalam tausiah tersebut, penceramah mengajak seluruh peserta untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, khususnya dalam hal kesabaran, keteguhan hati, keikhlasan, serta kemampuan menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Ustaz H. Mushliasak menjelaskan bahwa setiap ujian tidak selalu menjadi beban. Sebaliknya, seseorang dapat menjadikan ujian sebagai sarana untuk meningkatkan keimanan, memperkuat kesabaran, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pesan tersebut menjadi sangat relevan bagi warga binaan yang sedang menjalani proses pembinaan.
Dengan meneladani kesabaran Rasulullah SAW, WBP diharapkan mampu menerima keadaan dengan bijaksana, mengendalikan diri, serta membangun tekad yang kuat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Melalui Peringatan Maulid Nabi 1448 H ini, Rutan Kelas IIB Humbang Hasundutan berharap nilai-nilai keislaman tidak hanya diterapkan dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari perilaku sehari-hari.
Keteladanan Rasulullah SAW diharapkan mampu memperkuat pembinaan kepribadian WBP sehingga mereka memiliki bekal moral dan spiritual ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan hingga selesai. Rutan Humbang Hasundutan berkomitmen terus mendukung pembinaan kepribadian dan kerohanian WBP sebagai bagian penting dari proses pemasyarakatan.

