September 1, 2026 08:55
Breaking News

September 2026

Suasana Kekeluargaan Warnai Pisah Sambut Ka. KPR Rutan Balige

BINTASARA.com, BALIGE – Pisah sambut Ka. KPR Rutan Balige berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan.

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Balige menggelar kegiatan pisah sambut Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) dari Noel Tua Lumban Tobing, S.Tr.Pas., M.H. kepada Leo Frans Sihaloho, S.Tr.Pas., M.H., Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam estafet kepemimpinan sekaligus penguatan tugas dan fungsi pengamanan di lingkungan Rutan Balige.

Jajaran Rutan Balige menghadiri kegiatan bersama Dharma Wanita Persatuan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Toba, serta Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Tapanuli Raya.

Suasana hangat mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Para peserta memberikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Noel Tua Lumban Tobing selama menjalankan amanah sebagai Kepala KPR Rutan Balige.

Selama bertugas, Kepala KPR memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan pengamanan serta menjaga kondisi Rutan tetap aman, tertib, dan kondusif.

Pergantian Kepala KPR juga menjadi bagian dari dinamika organisasi untuk memastikan pelaksanaan tugas pemasyarakatan terus berjalan secara optimal.

Melalui kepemimpinan yang baru, Rutan Balige berharap pelaksanaan pengamanan dapat semakin kuat dan responsif terhadap berbagai tantangan di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, jajaran Rutan Balige menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada Leo Frans Sihaloho sebagai Kepala KPR yang baru.

Amanah baru tersebut membawa tanggung jawab besar dalam mengoordinasikan pelaksanaan pengamanan serta membangun komunikasi yang efektif dengan seluruh jajaran.

Pisah sambut Ka. KPR juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan di lingkungan Rutan Balige.

Kolaborasi antara petugas, pimpinan, serta stakeholder terkait menjadi salah satu kunci dalam menciptakan keamanan dan ketertiban yang berkelanjutan.

Dengan adanya pergantian tersebut, Rutan Kelas IIB Balige optimistis Leo Frans Sihaloho dapat melanjutkan berbagai hal positif yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi dalam pelaksanaan tugas.

Koordinasi internal dan eksternal juga akan terus diperkuat guna mendukung pelayanan pemasyarakatan yang semakin profesional.

Jajaran Rutan Balige berharap Kepala KPR yang baru dapat menjalankan amanah dengan penuh integritas, tanggung jawab, dan profesionalisme.

Selain itu, komunikasi serta sinergi dengan seluruh jajaran dan Forkopimda Kabupaten Toba diharapkan semakin solid.

Melalui kepemimpinan baru, Rutan Balige berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang harmonis.

Semangat kebersamaan yang tercipta dalam kegiatan pisah sambut diharapkan menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat serta warga binaan.

Kalapas Gunungtua Hadiri Sertijab dan Pisah Sambut Kalapas Rantauprapat

BINTASARA.com, RANTAUPRAPAT – Sertijab Kalapas Rantauprapat menjadi momentum penting dalam memperkuat estafet kepemimpinan dan kesinambungan pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Gunungtua turut menghadiri kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Pisah Sambut Kepala Lapas Kelas IIA Rantauprapat yang digelar di Aula Lapas Kelas IIA Rantauprapat, Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Utara dan dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Utara, Jalu Yuswa Panjang.

Seluruh jajaran pegawai Lapas Kelas IIA Rantauprapat serta anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lapas Rantauprapat juga mengikuti kegiatan tersebut.

Pelaksanaan Sertijab Kalapas Rantauprapat menandai pergantian kepemimpinan dari Khairul Bahri Siregar, Amd.I.P., S.H., kepada Yosef Leonard Sihombing, S.H., M.H.

Pergantian tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan program pembinaan, pelayanan, serta pengamanan di lingkungan pemasyarakatan.

Rangkaian acara diawali dengan penandatanganan Memori Serah Terima Jabatan antara Kalapas lama Khairul Bahri Siregar dan Kalapas baru Yosef Leonard Sihombing. Jalu Yuswa Panjang menyaksikan langsung prosesi penandatanganan tersebut.

Selain serah terima jabatan, kegiatan juga dirangkaikan dengan serah terima Ketua DWP Lapas Kelas IIA Rantauprapat.

Pengurus sebelumnya, Ny. Afrida Khairul, menyerahkan tugas kepada pengurus yang baru, Ny. Lamtiur Yosef. Prosesi tersebut disaksikan oleh Ketua DWP Daerah Sumatera Utara, Ny. Tri Jalu.

Suasana haru mewarnai kegiatan ketika Khairul Bahri Siregar menyampaikan pesan perpisahan kepada seluruh jajaran.

Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan dan kerja sama seluruh pegawai selama dirinya mengemban amanah sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Rantauprapat.

Khairul juga mengapresiasi kebersamaan jajaran dalam menjalankan berbagai tugas dan tanggung jawab pemasyarakatan.

Ia berharap seluruh pegawai terus menjaga kekompakan dan memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi.

Sementara itu, Kakanwil Ditjenpas Sumut Jalu Yuswa Panjang memberikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Khairul Bahri Siregar selama memimpin Lapas Kelas IIA Rantauprapat.

Ia juga menyampaikan harapan agar kepemimpinan baru dapat melanjutkan berbagai program positif yang telah berjalan.

“Serah terima jabatan bukan hanya tentang pergantian pimpinan, tetapi merupakan estafet pengabdian. Apa yang sudah baik harus dipertahankan dan ditingkatkan, sementara kekurangan yang ada harus menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” ujar Jalu.

Jalu menegaskan bahwa pergantian pimpinan harus menjadi energi baru bagi organisasi.

Menurutnya, setiap pejabat yang menerima amanah perlu membangun komunikasi yang baik, memperkuat integritas, serta memastikan seluruh tugas dan fungsi pemasyarakatan berjalan secara optimal.

Kehadiran Kalapas Gunungtua dalam kegiatan tersebut turut mempererat koordinasi dan silaturahmi antar jajaran pemasyarakatan di Sumatera Utara.

Sertijab Kalapas Rantauprapat diharapkan mampu memperkuat soliditas jajaran sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan, pembinaan, dan keamanan di Lapas Kelas IIA Rantauprapat.

Dengan hadirnya kepemimpinan baru, seluruh jajaran diharapkan dapat bergerak bersama dalam menjaga integritas organisasi serta menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang semakin profesional, humanis, dan berorientasi pada hasil.

Rutan Humbang Hasundutan Perkuat Kesehatan WBP, TBC Dideteksi

BINTASARA.com, HUMBANG HASUNDUTAN — Pemeriksaan kesehatan WBP Rutan Humbang Hasundutan terus diperkuat melalui kegiatan tracing Tuberkulosis (TBC) dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga binaan.

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Humbang Hasundutan melaksanakan kegiatan tersebut sebagai langkah nyata untuk menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh warga binaan.

Rutan Kelas IIB Humbang Hasundutan menggandeng Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Dinas Kesehatan Kabupaten Humbang Hasundutan, dan Puskesmas Matiti dalam pelaksanaan kegiatan.

Kolaborasi tersebut menjadi bentuk sinergi antar instansi dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan.

Deteksi Dini TBC untuk Kesehatan Warga Binaan

Melalui kegiatan ini, petugas kesehatan melakukan tracing TBC sebagai upaya deteksi dini terhadap kemungkinan adanya warga binaan yang mengalami gejala atau indikasi penyakit Tuberkulosis.

Pemeriksaan secara berkala menjadi langkah penting untuk menemukan potensi penyakit sejak awal sehingga tenaga kesehatan dapat segera memberikan penanganan dan tindak lanjut sesuai prosedur medis.

Selain tracing TBC, tim kesehatan juga memberikan pemeriksaan kesehatan gratis kepada warga binaan.

Layanan tersebut bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan WBP selama menjalani masa pembinaan di Rutan Humbang Hasundutan.

Petugas dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Dinas Kesehatan Kabupaten Humbang Hasundutan, dan Puskesmas Matiti melaksanakan pemeriksaan dengan berkoordinasi bersama jajaran Rutan.

Koordinasi tersebut memastikan seluruh rangkaian pemeriksaan berlangsung tertib, aman, dan lancar.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan WBP juga memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperoleh layanan kesehatan secara langsung.

Dengan adanya pemeriksaan rutin, petugas dapat mengetahui kondisi kesehatan warga binaan sekaligus mengambil langkah yang diperlukan apabila menemukan keluhan maupun indikasi penyakit tertentu.

Rutan Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan

Kepala Rutan Kelas IIB Humbang Hasundutan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Dinas Kesehatan Kabupaten Humbang Hasundutan, serta Puskesmas Matiti atas dukungan dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, Rutan harus memberikan perhatian serius terhadap kesehatan warga binaan karena kondisi lingkungan pemasyarakatan membutuhkan pengawasan kesehatan yang berkelanjutan.

Pencegahan penyakit menular melalui deteksi dini menjadi salah satu langkah penting untuk menciptakan lingkungan Rutan yang sehat dan aman.

“Melalui kegiatan tracing TBC dan pemeriksaan kesehatan gratis ini, kami berharap kondisi kesehatan warga binaan dapat terus terpantau dengan baik. Deteksi dini sangat penting agar apabila ditemukan adanya indikasi penyakit, dapat segera dilakukan penanganan dan tindak lanjut oleh tenaga kesehatan,” ujar Karutan.

Ia menambahkan, Rutan Humbang Hasundutan akan terus membangun koordinasi dengan instansi kesehatan guna meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warga binaan.

Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya mendukung kegiatan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga memperkuat edukasi mengenai pola hidup sehat dan pencegahan penyakit menular.

Pelaksanaan tracing TBC dan pemeriksaan kesehatan gratis menjadi bagian dari komitmen Rutan Kelas IIB Humbang Hasundutan dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada warga binaan.

Upaya tersebut sekaligus mendukung penyelenggaraan pemasyarakatan yang memperhatikan aspek keamanan, pembinaan, dan kesehatan secara seimbang.

Dua Pegawai Lapas Manado Raih Predikat Pegawai Teladan

BINTASARA.com, MANADO – Pegawai Teladan Lapas Manado kembali mendapat apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam menjalankan tugas pemasyarakatan.

Dua orang pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Manado menerima penghargaan sebagai Pegawai Teladan, Senin (31/8/2026), setelah menunjukkan kinerja, kedisiplinan, loyalitas, dan integritas dalam melaksanakan tugas sehari-hari.

Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi Lapas Manado terhadap pegawai yang mampu memberikan kontribusi positif bagi organisasi.

Melalui penghargaan ini, jajaran Lapas Manado mendorong seluruh pegawai untuk terus meningkatkan profesionalisme serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan warga binaan.

Dua pegawai yang menerima predikat Pegawai Teladan Lapas Manado dinilai mampu menunjukkan sikap disiplin, bertanggung jawab, dan konsisten dalam melaksanakan tugas dan fungsi pemasyarakatan.

Mereka juga menunjukkan komitmen untuk menjaga integritas serta mendukung terciptanya lingkungan kerja yang profesional dan berorientasi pada pelayanan.

Kinerja tersebut menjadi contoh positif bagi pegawai lainnya. Sebagai bagian dari organisasi pemasyarakatan, setiap pegawai memiliki peran penting dalam memastikan pelaksanaan tugas berjalan sesuai ketentuan.

Karena itu, Lapas Manado terus mendorong jajaran untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga etika, serta mengedepankan integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.

Penghargaan Pegawai Teladan Lapas Manado juga mencerminkan upaya organisasi dalam membangun budaya kerja yang positif.

Pimpinan memberikan apresiasi kepada pegawai yang mampu menunjukkan kinerja terbaik sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian mereka.

Selain memberikan penghargaan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk meningkatkan semangat kerja seluruh jajaran.

Lapas Manado berharap prestasi kedua pegawai tersebut dapat menginspirasi pegawai lainnya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, kedisiplinan, dan profesionalisme.

Budaya apresiasi terhadap kinerja pegawai menjadi salah satu langkah penting dalam membangun organisasi yang solid.

Dengan memberikan penghargaan kepada pegawai berprestasi, Lapas Manado tidak hanya mengapresiasi capaian individu, tetapi juga mendorong seluruh jajaran untuk memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi.

Ke depan, jajaran Lapas Kelas IIA Manado berkomitmen mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.

Seluruh pegawai diharapkan mampu bekerja secara profesional, bertanggung jawab, dan berintegritas sehingga dapat memberikan pelayanan yang semakin optimal.

Predikat Pegawai Teladan Lapas Manado diharapkan tidak berhenti sebagai bentuk penghargaan semata.

Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk mempertahankan kinerja sekaligus menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran dalam membangun lingkungan kerja yang disiplin, profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan.

Dengan semangat tersebut, Lapas Manado terus memperkuat komitmen untuk menjalankan tugas pemasyarakatan secara optimal serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan dan pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.