Dukung Swasembada Pangan, Waskita Karya Garap Sejumlah Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Empat Provinsi

Media Social Sharing

BINTASARA.com, Jakarta – PT Waskita Karya (Persero) Tbk terus menambah portofolio proyek Sumber Daya Air (SDA). Kali ini Perseroan dipercaya mengerjakan sejumlah proyek Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Utama Kewenangan Daerah di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) berbagai kawasan, sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Tahap III.

Mulai dari BBWS Cimanuk Cisanggarung, Sumatra II, Sumatra VIII, Nusa Tenggara II, Kalimantan IV, hingga BBWS Pompengan Jeneberang di Sulawesi Selatan. Perseroan pun akan meningkatkan sekaligus merehabilitasi Jaringan Tersier Daerah Irigasi Tahap III di Provinsi Banten.

Total seluruh nilai proyek tersebut sebesar Rp282,6 miliar. Rencananya pengerjaan beberapa jaringan irigasi itu rampung pada akhir 2025.

Direktur Operasi II Waskita Karya Dhetik Ariyanto mengatakan, pada Jaringan Utama Kewenangan Daerah di BBWS Cimanuk Cisanggurang, Perseroan akan merehabilitasi 21 Daerah Irigasi (DI) Jawa Barat dan Jawa Tengah. Terdiri dari delapan DI di Kabupaten Garut, empat di Indramayu, tiga di Kuningan, lima di Cirebon, serta satu DI di Brebes.

Baca Juga  Ombudsman Jateng Soroti Mangkraknya Jembatan Tambaksari, Keselamatan Warga Terancam

“Waskita Karya akan mengoptimalisasi lahan bukan rawa agar menjadi lebih produktif melalui penataan lahan dan sistem pengairan. Dengan begitu, sawah yang sudah ada dapat ditingkatkan indeks penanamannya,” jelas dia dalam keterangan resmi, Kamis (4/12/2025).

Kegiatan optimalisasi itu, lanjut Dhetik, mencakup konservasi tanah dan air di lahan pertanian, membangun jaringan irigasi atau drainase di tingkat usaha tani, serta merehabilitasi pintu air dan bangunan penampung air. Berikutnya, menginstalasi unit pompa air berstandar nasional (SNI), hingga menyiapkan dan mengolah tanah.

Sementara pada proyek di BBWS Sumatra VIII, sambungnya, Waskita Karya mengerjakan dua DI di Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan. Tidak hanya menormalisasi saluran, pada jaringan irigasi itu Perseroan juga akan melakukan pemasangan batu bronjong.

Dhetik menegaskan, pengerjaan seluruh jaringan irigasi tersebut akan mendukung program swasembada pangan pemerintah. Kemudian pada akhirnya turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani.

“Sesuai Inpres Nomor 02 Tahun 2025, beragam proyek ini memberikan manfaat pada bidang pertanian. Di antaranya mempercepat peningkatan produksi pangan, karena memungkinkan optimalisasi lahan yang selama ini tidak produktif akibat jaringan irigasi,” tutur dia.

Baca Juga  Rp121 Juta atau Rp116 Juta? Jet Pump Desa Lestari Menyisakan Misteri

Dirinya menambahkan, rehabilitasi jaringan irigasi dapat pula menjamin ketersediaan air irigasi sepanjang tahun. Efeknya, masa tanam bisa lebih dari satu kali, sehingga berdampak pada kenaikan hasil panen.

“Sebagai BUMN Konstruksi yang berpengalaman selama 65 tahun, Waskita Karya selalu siap mendukung ketahanan pangan. Pembangunan proyek yang memiliki multiplier effect menjadi prioritas bagi kami,” kata Dhetik.

Sebelumnya, Waskita juga mengantongi beberapa proyek SDA pada tahun ini. Sebut saja Jaringan Utama DI Kewenangan Daerah di Sumatra Selatan, DI Komering Sub DI Lempuing Paket 1, Rehabilitas Jaringan Utama DI Banten, serta Paket Pekerjaan Konstruksi Karian Dam-Serpong Conveyance System (KSCS) Project Package I.

Selama periode 2015-2025, terdapat 28 bendungan dan 22 irigasi yang dikerjakan Perseroan. Beberapa proyek Sumber Daya Air (SDA) itu kini sudah digunakan masyarakat, seperti Bendungan Temef di Nusa Tenggara Timur, Tapin di Kalimantan Selatan, Way Sekampung di Lampung, Leuwikeris di Jawa Barat, Margatiga di Lampung, serta Irigasi Rentang di Jawa Barat.

Baca Juga  Pembangunan Merata, WSBP Bangga Terlibat PSN 

__________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

*Tentang PT Waskita Karya (Persero) Tbk*

Waskita berdiri pada tahun 1961 sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pada bulan Desember 2012 Waskita menjadi sebuah Perusahaan Publik dan tercatat sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham “WSKT”. Dalam beberapa tahun terakhir, Waskita semakin mengukuhkan perannya sebagai salah satu kontraktor utama di Indonesia serta Pengembang Infrastruktur/Realti melalui pendirian anak usaha yaitu PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), PT Waskita Toll Road, PT Waskita Karya Realty, dan PT Waskita Karya Infrastruktur.

*Kontak Media*

PT Waskita Karya (Persero) Tbk
Corporate Secretary
Ermy Puspa Yunita

E-mail: waskita@waskita.co.id
Website: www.waskita.co.id
Twitter: @waskita_karya
Instagram: @waskita_karya
Facebook: PT Waskita Karya
Youtube: PT Waskita Karya
LinkedIn: PT Waskita Karya (Persero) Tbk

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *