September 2, 2026 11:18
Breaking News

Pariwisata

SEABEF 2026 Perkuat Indonesia sebagai Pusat MICE ASEAN, Menpar Dorong Investasi dan Pariwisata Berkualitas

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan, industri business events kini tidak hanya menjadi penyelenggara pertemuan, tetapi juga berperan sebagai penggerak investasi, inovasi, transfer pengetahuan, serta pencipta nilai tambah bagi berbagai sektor ekonomi.

“Harapannya, Indonesia semakin memperkuat perannya sebagai pusat business events di kawasan ASEAN sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan bernilai tambah tinggi,” ujar Widiyanti saat membuka SEABEF 2026 di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Industri MICE Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

Widiyanti menjelaskan, sektor MICE merupakan salah satu segmen terbesar dalam industri manajemen acara global. Pada 2024, sektor tersebut menguasai sekitar 30,75 persen pangsa pendapatan industri dengan nilai pasar yang diperkirakan mencapai hampir 1,2 triliun dolar AS.

Menurutnya, perkembangan industri business events membuka peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing destinasi wisata sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Selama dua hari penyelenggaraan, SEABEF 2026 membahas sejumlah isu strategis, mulai dari harmonisasi kebijakan event di ASEAN, pengembangan destinasi yang kompetitif dan berkelanjutan, transformasi industri melalui teknologi dan kecerdasan artifisial (AI), pengembangan sport dan entertainment events, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga strategi memenangkan bidding penyelenggaraan event internasional.

SEABEF dan IBEM Hadir Bersamaan untuk Pertama Kalinya

Untuk pertama kalinya, SEABEF 2026 diselenggarakan bersamaan dengan Indonesia Business Event Mart (IBEM) 2026 yang berlangsung pada 28–31 Juli 2026.

IBEM menghadirkan 92 peserta pameran dari sektor MICE dan pariwisata serta mempertemukan mereka dengan 220 hosted buyers dari 37 negara. Kegiatan tersebut juga dilengkapi agenda business matching (B2B Meetings) melalui Paviliun Indonesia guna memperluas peluang kerja sama dan meningkatkan transaksi bisnis.

Widiyanti menilai sinergi kedua agenda tersebut akan memperkuat ekosistem business events nasional sekaligus membuka peluang kemitraan strategis antara pemerintah, asosiasi, dan sektor swasta.

“Sinergi kedua agenda ini diharapkan mampu memperluas peluang kemitraan, memperkuat ekosistem business events Indonesia, serta meningkatkan kolaborasi strategis antara pemerintah, asosiasi, dan sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan industri MICE nasional,” katanya.

Airlangga: Indonesia Berpeluang Menjadi Pusat MICE Global

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi penyelenggaraan SEABEF 2026 sebagai langkah konkret memperkuat ekosistem MICE nasional.

Menurut Airlangga, sektor pariwisata yang didukung penyediaan akomodasi serta makanan dan minuman mencatat pertumbuhan 13,14 persen. Pada Mei 2026, Indonesia juga menerima 1,38 juta wisatawan mancanegara serta mencatat sekitar 106 juta perjalanan wisata nusantara, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Fondasi ini memposisikan Indonesia dengan baik untuk menjadi pusat MICE global, khususnya seiring dengan pergeseran pasar menuju bisnis dan hiburan (bleisure),” ujar Airlangga.

Ia mengusulkan sejumlah strategi untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi MICE dunia, di antaranya mengintegrasikan kegiatan bisnis dengan wisata di destinasi unggulan seperti Borobudur, Prambanan, Garuda Wisata (Wisma) Kencana (GWK), Taman Nasional Komodo, dan Danau Toba. Selain itu, pemerintah juga mendorong pemanfaatan AI, pengembangan wisata olahraga dan religi, peningkatan konektivitas, percepatan pembangunan infrastruktur pariwisata, serta penguatan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga.

Indonesia Perluas Jejaring Business Events Internasional

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata, Hafiz Agung Rifai, mengatakan penyelenggaraan SEABEF 2026 menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring internasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia sebagai destinasi business events unggulan di kawasan ASEAN.

“Kolaborasi antara SEABEF dan IBEM menjadi momentum untuk mempertemukan para pemangku kepentingan industri, memperluas jejaring internasional, serta menghasilkan kerja sama yang mampu meningkatkan daya saing Indonesia sebagai destinasi business events unggulan di kawasan ASEAN,” kata Hafiz.

Forum SEABEF 2026 menghadirkan sejumlah pembicara nasional dan internasional, di antaranya Mohammed Hafez Marican dari Singapore Tourism Board, Stephan Wurzinger dari MCI Group, Waikin Wong dari International Congress and Convention Association (ICCA), Vivien Oh dari Resorts World Sentosa Singapore, Hosea Andreas Runkat dari ASPERAPI, Carla Budiarto dari ASEAN Secretariat, Andro Rohmana dari Backstagers, serta Budhi Sarwiadi dari SC Borobudur Marathon.

Dengan mempertemukan pemangku kepentingan dari berbagai negara, SEABEF 2026 diharapkan menjadi pengungkit utama bagi pertumbuhan industri MICE Indonesia, memperkuat daya saing nasional, serta mengokohkan posisi Indonesia sebagai pusat penyelenggaraan business events di kawasan ASEAN. (Red)

Opini WTP Kemenpar Bertahan 11 Tahun, Bukti Tata Kelola Keuangan Makin Transparan dan Akuntabel

BINTASARA.com | Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali meraih Opini WTP atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Capaian tersebut menandai keberhasilan Kemenpar mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 11 tahun berturut-turut sejak 2015 sebagai bukti komitmen dalam menerapkan tata kelola keuangan negara yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menerima langsung Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga Tahun Anggaran 2025 di Auditorium Badiklat PKN BPK RI, Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (16/7/2026).

Opini WTP Kemenpar Jadi Bukti Konsistensi Tata Kelola Keuangan

Menpar Widiyanti menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan opini WTP bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan hasil dari komitmen jangka panjang seluruh jajaran Kementerian Pariwisata dalam membangun sistem pengelolaan keuangan yang profesional dan akuntabel.

“Capaian kali ini memiliki makna yang istimewa bagi kami. Ini bukan sekadar pencapaian tahunan, melainkan pembuktian komitmen jangka panjang bahwa Kementerian Pariwisata mampu mempertahankan opini WTP sejak 2015,” ujar Widiyanti.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai Kemenpar atas dedikasi, integritas, serta kepatuhan dalam mengelola anggaran negara sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini WTP selama lebih dari satu dekade mencerminkan budaya kerja yang menjunjung tinggi transparansi, akuntabilitas, dan integritas di lingkungan Kementerian Pariwisata.

Menpar Dorong Pengelolaan Anggaran Semakin Efektif

Widiyanti menegaskan bahwa capaian opini WTP menjadi amanah untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan negara agar semakin efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia menekankan pentingnya memastikan setiap pengelolaan anggaran mampu mendukung pembangunan sektor pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Ke depan, kami harus memastikan setiap pengelolaan anggaran dengan akuntabel, tepat sasaran, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat melalui pembangunan sektor pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” tegas Menpar.

Realisasi Anggaran Kemenpar Capai 95,52 Persen

Pada Tahun Anggaran 2025, Kementerian Pariwisata mencatat realisasi anggaran sebesar 95,52 persen dari total . Sementara itu, realisasi anggaran berdasarkan satuan kerja mencapai 95,92 persen, dengan rincian:

  • Satuan Kerja Pusat: 97,74 persen.
  • Politeknik Pariwisata: 93,66 persen.
  • Badan Pelaksana Otorita: 90,66 persen.

Seluruh realisasi tersebut berasal dari total pagu anggaran Rp1,48 triliun pada Tahun Anggaran 2025.

Opini WTP Kemenpar 11 Kali Komitmen Perkuat Tata Kelola dan Pelayanan Publik

Menpar berharap keberhasilan mempertahankan opini WTP selama 11 tahun berturut-turut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Kemenpar untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Menurutnya, pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan pariwisata Indonesia yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“Harapannya, capaian ini menjadi pemantik bagi kami untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik demi mewujudkan pariwisata Indonesia yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tutup Widiyanti.

BRI Wellness Experience Dongkrak Wellness Tourism, Menpar Optimistis Indonesia Jadi Destinasi Kelas Dunia

BINTASARA.com | Jakarta – BRI Wellness Experience menjadi salah satu agenda unggulan dalam rangkaian Plataran Xtravaganza 2026 yang mendapat apresiasi dari Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana. Menurut Menpar, kolaborasi strategis antara Plataran Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), dan berbagai mitra mampu memperkuat pengembangan wellness tourism atau pariwisata berbasis kesehatan dan kebugaran di Indonesia.

Menpar Widiyanti menyampaikan apresiasi tersebut saat membuka BRI Wellness Experience Plataran Xtravaganza 2026 di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Ia menilai kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendorong pariwisata berkualitas yang mengedepankan pengalaman, kesehatan, dan keberlanjutan.

BRI Wellness Experience Hadirkan Festival Kebugaran Premium

BRI Wellness Experience berlangsung selama 16–19 Juli 2026 di Hutan Kota by Plataran, Jakarta. Festival ini menghadirkan pengalaman holistik melalui perpaduan aktivitas olahraga, mindfulness, gaya hidup sehat, hiburan musik, serta interaksi komunitas.

Berbagai kegiatan menarik terselenggara dalam festival tersebut, di antaranya Platarun, Mindful Activities, Fitness & Wellness Exhibition, dan Intimate Concert.

Menurut Menpar Widiyanti, tren pariwisata global kini bergerak menuju experience-based tourism, yakni perjalanan wisata yang mengutamakan kualitas pengalaman dibanding sekadar destinasi.

“Dinamika global saat ini sedang bergeser ke arah pariwisata yang mengutamakan kualitas pengalaman (experience-based tourism). Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), masyarakat justru semakin mendambakan keseimbangan yang autentik di dunia nyata,” ujar Menpar Widiyanti.

Wellness Tourism Berpotensi Besar Dongkrak Ekonomi Nasional

Menpar mengungkapkan bahwa industri wellness economy terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat.

Berdasarkan data Global Wellness Institute, nilai ekonomi wellness global mencapai US$6,87 triliun pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi US$12,75 triliun pada 2030.

Sementara itu, Indonesia tercatat sebagai wellness economy terbesar di Asia Tenggara dengan nilai mencapai US$55,77 miliar pada 2024.

Selain itu, hasil survei Nielsen menunjukkan sebanyak 86 persen masyarakat Indonesia kini semakin aktif menjaga kesehatan fisik maupun mental.

Melihat tren tersebut, Kementerian Pariwisata menetapkan wellness tourism sebagai salah satu fokus utama pengembangan quality tourism di Indonesia.

“Salah satu langkah nyata yang telah kami lakukan adalah menghadirkan program unggulan Indonesia Wellness yang pengembanganya bersama dari berbagai pemangku kepentingan,” kata Menpar.

Kolaborasi Pentahelix Perkuat Pariwisata Berkualitas

Kementerian Pariwisata terus mendorong penyelenggaraan berbagai event berkualitas melalui kolaborasi pentahelix, yaitu sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.

Menpar optimistis penyelenggaraan BRI Wellness Experience mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi unggulan sports and wellness tourism di tingkat internasional.

“Saya berharap wellness tourism dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai destinasi wellness tourism dunia yang mendapat dukungan dari kekayaan tradisi, budaya, serta kearifan lokal yang autentik,” ujarnya.

Plataran Hadirkan Pengalaman Wellness yang Berbeda

CEO Plataran Indonesia, Yosua Makes, mengatakan BRI Wellness Experience bukan sekadar pameran kebugaran, tetapi menjadi pengalaman menyeluruh yang memadukan manusia, budaya, dan alam dalam satu ekosistem.

Festival tersebut menghadirkan berbagai aktivitas, mulai dari hybrid aerobic, mat pilates, hingga meditasi harpa bersama Maya Hasan.

Selain itu, Plataran menggandeng 30 brand pilihan yang bergerak dari berbagai latar bidang longevity, hiburan, live music, classic disco, hingga menghadirkan fasilitas wall climbing untuk memperkaya pengalaman pengunjung.

“Kami berharap acara ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dan para pelaku usaha untuk terus memajukan pariwisata Indonesia yang memiliki cerita, sekaligus menginspirasi gaya hidup yang seimbang dan sehat, well living and living fully,” ujar Yosua.

BRI Wellness Experience Dukung Gaya Hidup Sehat dan Produktif

Direktur Network and Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto, menegaskan bahwa dukungan BRI terhadap penyelenggaraan BRI Wellness Experience didasarkan pada kesamaan visi dalam membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan memiliki masa depan finansial yang lebih baik.

Menurutnya, kesehatan fisik, mental, dan finansial merupakan satu kesatuan yang saling mendukung dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“BRI meyakini bahwa masyarakat yang sehat akan menjadi lebih produktif dan kreatif sehingga memiliki peluang lebih besar untuk membangun masa depan finansial yang lebih baik. Melalui momentum ini, BRI berkomitmen untuk terus mendorong masyarakat menjaga keseimbangan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari aspek fisik, mental, hingga finansial,” kata Aquarius.

Turut mendampingi Menteri Pariwisata dalam kegiatan tersebut, Juru Bicara Menteri Pariwisata sekaligus Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya.

Kemenpar Ajak Mitra Mancanegara Jelajahi Indonesia lewat ‘GoBeyondOrdinary’

Jakarta, Bintasara.com Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengajak para mitra industri pariwisata mancanegara untuk menjelajahi kekayaan alam, budaya, dan gastronomi Indonesia melalui Mega FAM Trip 2026 bertajuk #GoBeyondOrdinary yang berlangsung pada 22–27 Mei 2026.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, di Jakarta, Selasa (2/6/2026), mengatakan Mega FAM Trip 2026 dirancang untuk memperkenalkan keragaman destinasi Indonesia yang siap bersaing di pasar global.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa selain Bali, Indonesia memiliki banyak destinasi unggulan yang menawarkan pengalaman wisata berkualitas dan siap dipromosikan kepada pasar internasional,” kata Made.

Kegiatan wisata pengenalan berskala besar tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 sekaligus menjadi upaya strategis untuk memperluas promosi destinasi Indonesia di pasar internasional, khususnya destinasi unggulan di luar Bali.

Sebanyak 22 agen perjalanan terkemuka dari Jerman, Rusia, Belanda, Amerika Serikat, Afrika Selatan, dan Mozambik diajak mengikuti program _destination immersion_ di sejumlah destinasi unggulan, yakni Sumatra Utara, Tanjung Puting di Kalimantan Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Seluruh rangkaian kemudian ditutup di Bali melalui kegiatan jejaring bisnis dan pertemuan potensial dengan pelaku industri pariwisata nasional dalam BBTF 2026 yang berlangsung pada 28–30 Mei 2026.

Mengusung tema #GoBeyondOrdinary, para peserta tidak hanya diajak mengunjungi destinasi wisata, tetapi juga merasakan langsung cerita, nilai, budaya, dan keunikan yang menjadi daya tarik utama Indonesia di mata wisatawan mancanegara.

Made mengatakan, Indonesia menawarkan pengalaman wisata yang sangat beragam, mulai dari wisata budaya, wisata alam, gastronomi, wisata kebugaran (_wellness tourism_), hingga wisata bahari (_marine tourism_).

“Melalui program ini kami juga memperkenalkan konsep _quality tourism_, yaitu pariwisata yang memberikan nilai tambah, berdampak positif bagi masyarakat, dan berkelanjutan bagi destinasi,” katanya.

Pelaksanaan Mega FAM Trip BBTF 2026 merupakan wujud nyata strategi pemasaran kolaboratif (_collaborative marketing_) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan pariwisata.

Made menjelaskan, sinergi antara Kementerian Pariwisata dengan berbagai mitra menjadi faktor penting dalam menghadirkan pengalaman yang komprehensif bagi para peserta.

“Kolaborasi ini melibatkan kantor perwakilan Indonesia di luar negeri, pemerintah daerah, industri perhotelan, agen perjalanan wisata, restoran, pengelola atraksi wisata, maskapai penerbangan, hingga penyelenggara kegiatan. Sinergi tersebut menjadi kunci dalam menghadirkan pengalaman terbaik bagi para peserta,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, Kemenpar mendapat dukungan dari sejumlah perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, antara lain KBRI Berlin, KBRI Den Haag, KBRI Moskow, KJRI Los Angeles, KJRI San Francisco, dan KBRI Maputo.

Kegiatan ini juga didukung oleh Badan Promosi Otorita Danau Toba serta pemerintah daerah, termasuk Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumatra Utara serta Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Dari sisi konektivitas, Mega FAM Trip BBTF 2026 didukung oleh China Southern Airlines, Singapore Airlines, Philippine Airlines, dan Pelita Air.

Sementara untuk penyelenggaraan program di destinasi, Kemenpar berkolaborasi dengan sejumlah mitra industri pariwisata, antara lain Indonesia Impression DMC untuk Tanjung Puting dan Bali; Matta Tour untuk Yogyakarta dan Bali; Bhara Tours and Travel Services serta ASITA NTB untuk Lombok dan Bali; DWI Tour untuk Jakarta dan Bali; serta Synergi Ravelino Tours & Travel untuk Sumatra Utara.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai mitra akomodasi, termasuk jaringan Marriott Bonvoy seperti Courtyard by Marriott Nusa Dua, Courtyard by Marriott Bali Seminyak Resort, Fairfield by Marriott Jakarta Soekarno-Hatta Airport, Le Méridien Jakarta, Renaissance Bali Nusa Dua Resort, dan Sheraton Jakarta Soekarno-Hatta Airport.

Selain itu, sejumlah hotel dan resor lainnya turut berpartisipasi, di antaranya Aryaduta Bali dan Medan, Bali Nusa Dua Resort, Ecolodge Bukit Lawang, Emerald Garden Hotel Medan, Hotel Santika Premier Dyandra Medan, Mercure Pangkalan Bun, Paradisus by Meliá, Puri Santrian Beach Resort & Spa, Rimba Orangutan Eco Lodge, Rindu Alam Hotel, Somewhere Lombok, Sudamala Resorts Senggigi, The Stones Hotel Legian Bali, Tijili Hotel Seminyak, dan Wisma Leuser Sibayak.

“Dukungan dari para mitra ini semakin memperkuat kualitas pengalaman peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan di berbagai destinasi,” ucap Made.

Melalui integrasi Mega FAM Trip dengan BBTF 2026, Kementerian Pariwisata berharap tercipta berbagai paket wisata baru yang dapat memperluas promosi destinasi Indonesia di negara asal para peserta, khususnya untuk destinasi _beyond_ Bali.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan eksposur destinasi Indonesia di pasar internasional, tetapi juga memperkuat jejaring bisnis yang berkelanjutan antara industri pariwisata Indonesia dengan mitra perjalanan global,” kata Made.

Menpar Dorong Industri Pariwisata Terapkan ESG untuk Perkuat Daya Saing Berkelanjutan

Bali, Bintasara.com Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mendorong pelaku industri pariwisata untuk mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai bagian dari strategi dalam memperkuat daya saing sekaligus mewujudkan pariwisata Indonesia yang berkelanjutan.

Saat membuka Eco Tourism Week – Wonderful Indonesia Sustainable Tourism Industry Forum (WI-STIF) 2026 di The Meru, Bali, Sabtu (30/5/2026), Menteri Pariwisata Widiyanti mengatakan penerapan prinsip ESG yang kuat semakin menjadi faktor penting dalam menarik investasi. Saat ini, investor dan mitra internasional tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi, tetapi juga memberikan perhatian besar terhadap keberlanjutan lingkungan, dampak sosial, serta tata kelola yang baik.

“Kami berharap semakin banyak pelaku usaha pariwisata yang tergerak untuk menerapkan prinsip ESG dan memandang aspek keberlanjutan sebagai investasi strategis jangka panjang,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti.

Menurut Menteri Pariwisata, pemerintah terus mengambil berbagai langkah konkret untuk mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan di berbagai destinasi. Upaya tersebut antara lain melalui pembangunan infrastruktur ramah lingkungan, seperti sistem

pengelolaan sampah di Labuan Bajo, revitalisasi destinasi wisata seperti kawasan Waterfront City Pangururan di Danau Toba, serta berbagai program pemulihan lingkungan dan kajian daya dukung kawasan wisata.

Kementerian Pariwisata juga menjalankan program prioritas Gerakan Wisata Bersih sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan dan sanitasi di destinasi wisata.

Program tersebut sejalan dengan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pengelolaan sampah secara nasional serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Oleh karena itu, saya berharap forum ini dapat memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya pariwisata berkelanjutan serta mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk berperan lebih aktif dalam membangun kolaborasi lintas sektor,” kata Menpar.

Hal yang terpenting, kata dia, forum ini mampu melahirkan inovasi, kemitraan, dan solusi nyata untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju masa depan pariwisata yang lebih berkelanjutan.

Co-Founder Eco Tourism Bali, Suzy Hutomo, mengatakan Ecotourism Week tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga wadah untuk memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam mendorong implementasi praktik pariwisata berkelanjutan.

“Selama ini kita sering berbicara mengenai ide dan konsep. Melalui forum ini, kami ingin berfokus pada solusi dan implementasi nyata. Berbagai topik penting akan dibahas, mulai dari ESG hingga pariwisata regeneratif melalui keberagaman, operasional berkelanjutan, dan dampak positif bagi komunitas,” ucap Suzy Hutomo.

Mendampingi Menteri Pariwisata dalam kegiatan tersebut antara lain Plt. Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Rizki Handayani serta Asisten Manajemen Usaha Pariwisata Berkelanjutan Amnu Fuadly.

Turut hadir dalam forum tersebut Co-Founder Eco Tourism Bali Rahmi Fajar Harini, General Manager The Meru Sanur Ed Brea, serta Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Tjok Bagus Pemayun.

Menpar Dorong Investasi Pariwisata Lebih Merata di Seluruh Indonesia

Bali,Bintasara.com Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mendorong pemerataan investasi pariwisata yang berkelanjutan agar tidak hanya terkonsentrasi di Bali, tetapi juga menjangkau berbagai destinasi potensial di seluruh Indonesia.

Dalam Investor Roundtable 2026 yang berlangsung di Piasan Nusa Dua Restaurant, Bali, Jumat (29/5/2026), Menteri Pariwisata Widiyanti menyampaikan bahwa Indonesia mencatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara, dengan hampir 7 juta kunjungan di antaranya terkonsentrasi di Bali.

“Angka ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia sebagai destinasi pariwisata sekaligus tujuan investasi, dan Bali tetap menjadi jantung pertumbuhan pariwisata nasional,” kata Menteri Pariwisata.

Di sisi lain, tingginya konsentrasi investasi di sejumlah kawasan Bali seperti Canggu, Seminyak, Uluwatu, dan Ubud menunjukkan perlunya strategi pemerataan investasi agar manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh berbagai daerah di Indonesia.

“Indonesia bukan hanya Bali. Kita memiliki banyak destinasi unggulan dengan potensi pariwisata dan investasi yang sangat besar, yang masih menunggu untuk dikembangkan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” kata Menteri Pariwisata.

Sebagai langkah konkret, Kementerian Pariwisata memprioritaskan pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan Destinasi Pariwisata Regeneratif lainnya sebagai pusat-pusat pertumbuhan baru yang diharapkan mampu memperluas distribusi manfaat ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.

Upaya tersebut sejalan dengan perkembangan tren pariwisata global yang semakin menitikberatkan pada prinsip keberlanjutan, wellness tourism, serta pengalaman wisata yang autentik dan bermakna.

Oleh karena itu, Menteri Pariwisata mengajak para investor untuk melihat peluang yang semakin terbuka di berbagai destinasi unggulan Indonesia di luar Bali, guna membangun industri pariwisata yang lebih seimbang, inklusif, dan berkelanjutan.

Melalui forum Investor Roundtable ini, Kementerian Pariwisata juga secara aktif menyerap masukan dari investor, pemerintah daerah, asosiasi, serta pelaku usaha pariwisata mengenai berbagai tantangan di lapangan dan dukungan yang dibutuhkan untuk memperkuat iklim investasi sektor pariwisata.

Masukan tersebut akan menjadi bagian penting dalam perumusan kebijakan investasi pariwisata yang lebih hijau, inklusif, kompetitif, dan merata di masa mendatang.

Menteri Pariwisata Widiyanti juga menyampaikan rencana pengembangkan sistem verifikasi berbasis Application Programming Interface (API) guna memastikan seluruh akomodasi yang dipasarkan melalui platform digital mengantongi Perizinan Berusaha. Hal ini dilaksanakan dalam rangka Peningkatan Kualitas Tata Kelola Ekosistem Usaha Pariwisata Sektor Akomodasi terutama di Bali.

Plt. Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Rizki Handayani mengatakan forum strategis ini mempertemukan unsur pemerintah, Pemerintah Provinsi Bali, asosiasi pariwisata, investor, serta pelaku usaha dalam ruang dialog yang terbuka dan konstruktif.

Menurut Rizki, forum tersebut menjadi sarana untuk memetakan dinamika industri terkini, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi pelaku usaha, sekaligus menggali peluang ekspansi investasi ke berbagai destinasi baru di Indonesia.

Oleh karena itu, pengalaman dan masukan dari pelaku industri pariwisata di Bali dinilai memiliki nilai strategis sebagai referensi dalam pengembangan destinasi-destinasi prioritas nasional.

“Kami memandang masukan ini sangat berharga, tidak hanya untuk memperkuat ekosistem investasi pariwisata Bali, tetapi juga sebagai pembelajaran penting dalam pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan Destinasi Pariwisata Regeneratif lainnya,” ucap Rizki.

Turut mendampingi Menteri Pariwisata dalam kegiatan tersebut Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini dan Plt. Asisten Deputi Manajemen Investasi Ari Prasetio.

Hadir pula Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPSTP) Provinsi Bali, Tim Tenaga Ahli Bidang Pariwisata Gunernur Bali, Co-Founder Bali Tourism & Investment Chamber (BTIC) Terje H. Nilsen, Co-Founder BTIC Robert Beard, perwakilan asosiasi pariwisata, serta investment advisor yang berada di Provinsi Bali.

Menpar Widiyanti Tegaskan Raja Ampat Harus Jadi Destinasi Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan

BINTASARA.com, SORONG Widiyanti Putri Wardhana melakukan kunjungan kerja ke Papua Barat Daya untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional (RIDPN) Raja Ampat 2024–2044.

Dalam Forum Koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat di Hotel Aston Sorong, Senin (11/5/2026), Menteri Pariwisata menegaskan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga arah pengembangan pariwisata berkualitas di Raja Ampat.

Widiyanti menyatakan RIDPN menjadi pedoman utama agar pembangunan pariwisata Raja Ampat berjalan terarah, terpadu, dan tetap mengedepankan konservasi lingkungan serta pemberdayaan masyarakat lokal.

“Kami ingin menjadikan Raja Ampat sebagai destinasi geopark kepulauan berkualitas yang berbasis konservasi, pemberdayaan masyarakat, dan berkelanjutan,” ujar Widiyanti.

Ia menekankan bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan, mulai dari ancaman aktivitas ekstraktif hingga pengelolaan daya dukung lingkungan.

Menurutnya, pemerintah harus menjaga Raja Ampat sebagai destinasi high quality sustainable tourism yang tidak mengorbankan kelestarian alam demi keuntungan ekonomi jangka pendek.

“Industri pariwisata di sini tidak boleh bersifat ekstraktif maupun eksploitatif yang merusak alam,” tegasnya.

Dari hasil evaluasi lapangan, Kementerian Pariwisata menemukan sejumlah persoalan penting yang membutuhkan penanganan bersama. Salah satunya pengendalian aktivitas yang berpotensi merusak ekosistem laut dan penataan lalu lintas kapal wisata.

Pemerintah saat ini juga mengkaji penambahan mooring buoy atau pelampung tambat untuk mencegah kerusakan terumbu karang akibat penggunaan jangkar kapal wisata.

Widiyanti menjelaskan bahwa pengelolaan mooring buoy membutuhkan komitmen pemerintah daerah agar fasilitas tersebut dapat berfungsi secara berkelanjutan.

Selain itu, Menteri Pariwisata turut menyoroti persoalan daya dukung lingkungan dan ancaman overtourism di Raja Ampat. Ia menyebut rencana penambahan frekuensi penerbangan menuju Sorong harus mempertimbangkan kapasitas alam dalam menerima wisatawan.

Widiyanti mengingatkan bahwa status Raja Ampat sebagai “Surga Terakhir di Bumi” membawa tanggung jawab besar bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mengutamakan etika lingkungan.

“Pariwisata berkualitas bukan hanya soal jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga mencakup keamanan, kebersihan, aksesibilitas, pelayanan, dan penghormatan terhadap manusia serta alam,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, menyampaikan bahwa Raja Ampat menjadi salah satu wilayah di dunia yang menyandang dua status UNESCO sekaligus, yakni Global Geopark dan Biosphere Reserve.

Selain itu, Raja Ampat juga berhasil mempertahankan status Platinum Blue Park 2024 dari Marine Conservation Institute.

“Keistimewaan ini menjadikan Papua Barat Daya sebagai laboratorium hidup pariwisata berkelanjutan kelas dunia,” ujar Ahmad Nausrau.

Meski memiliki potensi besar, Ahmad Nausrau mengakui masih terdapat sejumlah kendala pada pelaku industri wisata lokal hadapi. Kendala tersebut meliputi keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, minimnya jadwal feri rute Sorong–Waisai, hingga belum tersedianya transportasi antar-pulau yang teratur dan terjangkau.

Ia juga mendorong optimalisasi layanan internet berbasis satelit guna memperkuat konektivitas di wilayah pulau terpencil.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya meminta dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata untuk menghadapi proses revalidasi UNESCO yang terjadwalakn pada Agustus 2026.

“Revalidasi ini sangat menentukan apakah status UNESCO Raja Ampat dapat bertahan,” pungkasnya.

Selain menghadiri forum koordinasi, Menteri Pariwisata juga meninjau Pelabuhan Usaha Mina yang diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan Marina atau Jetty Sorong.

Kemenpar Raih Penghargaan Belanja UMK Terbesar di Inabuyer Award 2026

BINTASARA.com, Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meraih penghargaan sebagai kementerian/lembaga dengan belanja produk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) terbesar pada Tahun Anggaran 2025, dengan realisasi belanja dalam negeri mencapai 80 persen dalam ajang Inabuyer Award 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza kepada Sekretaris Kementerian Pariwisata RI Bayu Aji di Kantor Kementerian UMKM, Jakarta, Senin (5/5/2026). Pencapaian ini mengukuhkan komitmen Kemenpar dalam memperkuat ekosistem UMK serta mendorong keberlanjutan usaha lokal melalui optimalisasi pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji menyampaikan capaian ini merupakan hasil konsistensi Kemenpar dalam menjalankan arahan Presiden terkait Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengalokasikan anggaran belanja kementerian guna memberdayakan produk-produk karya anak bangsa, khususnya di sektor pariwisata,” kata Bayu Aji.

Bayu Aji menambahkan, alokasi 80 persen belanja kementerian untuk produk lokal diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi pengusaha UMK, terutama yang bergerak di sektor pariwisata.

Sementara itu, Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza memberikan apresiasi atas langkah konkret Kemenpar dalam memperkuat peran UMK. Ia berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi kementerian dan lembaga lainnya untuk terus meningkatkan serapan belanja produk UMK, sehingga mampu mempercepat perputaran ekonomi domestik.

Melalui Inabuyer Award 2026, Kemenpar kembali menegaskan posisinya sebagai instansi yang tidak hanya berfokus pada promosi destinasi, tetapi juga aktif memperkuat struktur ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan pengusaha UMK di seluruh Indonesia.

Kementerian Ekraf dan TikTok Go Sejalan Perluas Akses Pasar Pegiat Ekonomi Kreatif

Jakarta, Bintasara.com Pertumbuhan ekonomi digital berbasis konten di Indonesia terus berkembang, terutama dalam membuka akses pasar bagi pelaku usaha. Hal itu tercermin dalam TikTok GO by Tokopedia Indonesia Partner Summit 2026, event yang mempertemukan pemerintah dan industri untuk memperkuat kolaborasi ekosistem digital.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan pentingnya sinergi antara teknologi dan kreativitas dalam menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Kami sangat menghargai kolaborasi ini serta komitmen bersama untuk memberdayakan para kreator dan pegiat ekraf di seluruh Indonesia. Acara ini adalah inisiatif dari TikTok Go by Tokopedia sebagai bentuk apresiasi kepada mitra dan pelaku usaha sekaligus ruang untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan industri. Bersama-sama, kita sedang membangun sebuah ekosistem di mana kreativitas bertemu dengan teknologi, dan di mana inovasi dapat diwujudkan menjadi peluang ekonomi yang nyata,” ujar Menteri Ekraf di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Teuku Riefky menambahkan, saat ini konten digital tidak hanya berfungsi sebagai hiburan atau informasi, tetapi menjadi pendorong utama aktivitas ekonomi, termasuk keputusan konsumsi masyarakat.

“Ini bentuk konkret bagaimana platform dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Ke depan kami berharap kolaborasi ini dapat terus diperkuat dengan sinergi yang berkelanjutan, sejalan dengan visi pemerintah ekonomi kreatif akan terus didorong sebagai the new engine of growth bagi ekonomi Indonesia,” jelasnya.

Platform TikTok GO by Tokopedia berperan sebagai penghubung antara konsumen dan pelaku usaha lokal melalui layanan e-voucher. Angkanya meningkat 20 kali lipat setiap tahun dengan lebih dari 20 ribu outlet. Selain itu, kolaborasi Kementerian Ekraf dengan TikTok dan Tokopedia melalui program pemberdayaan seperti emak-emak dan Gen Matic berhasil menjangkau 10 provinsi dengan lebih dari 1.200 penerima manfaat pada tahun sebelumnya.

Saat ini, penetrasi pasar TikTok GO di Indonesia masih berada pada tahap awal, yakni sekitar 0,4 persen, dibandingkan dengan China yang telah mencapai 20 persen.

Head of Dining Key Account Merchant TikTok GO, William Panjaitan, menyampaikan bahwa konten memiliki peran besar dalam memengaruhi perilaku konsumen, khususnya tren kuliner dan gaya hidup. TikTok Go by Tokopedia berkomitmen membantu sebanyak 70 ribu pedagang dalam standar baru memasuki era digitalisasi pada ekosistem terbaru ini.

“160 juta pengguna bulanan dan lebih dari 26 juta pencarian tempat makan setiap harinya di TikTok. Tidak berhenti di situ, yang paling penting adalah pengguna tidak hanya ingin menonton dan mencari tetapi mereka juga ingin mengkonsumsinya.

Peran kami untuk memberikan sarana yang terbaik bagi perkembangan bisnis dan mencapai batas atas anda. Dan janji kami sederhana, untuk membantu konsumen menemukan produk favorit mereka dan merubah dari penemuan menjadi pertumbuhan yang sustainable,” ujarnya.

Menteri Ekraf didampingi Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam, serta Direktur Konten Digital, Yuana Rochma Astuti.

Turut hadir juga General Manager of Dine-in Business TikTok GO by Tokopedia, Morgan Zhou; Head of Dine-in Merchant TikTok GO by Tokopedia, Zeal Zhao; serta Head of Public Policy and Government Relations TikTok & Tokopedia–TikTok Shop, Hilmi Adrianto.

Kementerian Ekraf Dukung FHTB 2026 Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional

Jakarta, Bintasara.com Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Direktorat Kuliner memfasilitasi jenama lokal dalam ajang internasional Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) 2026. Langkah ini merupakan strategi kunci untuk mendorong produk kreatif Indonesia menembus rantai pasok global.

“Melalui ajang ini, pelaku usaha mendapatkan akses promosi serta peluang konkret untuk membangun kemitraan, membuka jalur ekspor, dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai industri kuliner dunia,” ujar Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, pada Selasa (28/4/2026).

FHTB 2026 yang digelar pada 28-30 April 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) ini merupakan penyelenggaraan ke-14 yang menghadirkan lebih dari 300 peserta dari berbagai negara. Kementerian Ekraf membawa 5 jenama kuliner binaan program ASIK (Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia) sejak 2025 yaitu TERVE, Muntigunung Community, Sekatup Sari Indonesia, Imago Raw Honey, dan Roemah Koffie.

Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekraf, Yuke Sri Rahayu, turut menggandeng intellectual property (IP) lokal Punopals sebagai elemen visual utama dalam materi promosi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi penguatan identitas lokal sekaligus pendekatan kreatif dalam memperluas daya tarik produk kuliner Indonesia.

“Kolaborasi dengan IP lokal seperti Punopals menjadi upaya untuk memperkuat nilai tambah produk kuliner, sehingga tidak hanya unggul dari sisi rasa, tetapi juga memiliki identitas dan daya tarik visual yang kompetitif. Melalui FHTB ini, kami juga memperkuat akselerasi program ASIK agar produk kuliner Indonesia semakin siap menembus pasar ekspor dengan pendekatan yang lebih kreatif dan berkelanjutan,” ujar Yuke.

Melalui partisipasi ini, penguatan rantai nilai industri kuliner terus didorong seiring dengan peningkatan daya saing produk lokal di pasar global. Tren pertumbuhan industri makanan dan minuman pun menunjukkan prospek positif, dengan proyeksi nilai pasar mencapai 4,346 miliar dolar AS pada 2025 dan tingkat pertumbuhan sebesar 10,79%.

Potensi itu semakin menjanjikan melalui ajang FHTB yang memang menjadi platform strategis untuk menampilkan inovasi, tren industri, serta praktik berkelanjutan di sektor hospitality dan kuliner.

Selain sebagai ajang promosi, kegiatan ini juga menjadi ruang business matching, perluasan jejaring, dan pertukaran pengetahuan antar pelaku industri.

Di sisi lain, pemulihan sektor pariwisata turut membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi kreatif. Pada 2023, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 11,68 juta, dengan Bali sebagai destinasi utama yang menarik 5,25 juta kunjungan. Arus wisatawan ini menjadi pasar potensial bagi subsektor kuliner dan ekonomi kreatif lainnya untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan eksposur produk, serta menghadirkan pengalaman berbasis kreativitas yang memperkuat nilai tambah destinasi.

Melalui FHTB 2026, ekonomi kreatif semakin ditegaskan sebagai the new engine of growth, dengan kuliner sebagai salah satu subsektor unggulan yang mampu menggerakkan nilai tambah, membuka peluang ekspor, dan memperkuat posisi Indonesia di kancah global melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor.

Wamen Ekraf Tekankan Peran Strategis Kampus Bangun Ekosistem Kreatif

Jakarta, Bintasara.com Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem kewirausahaan kreatif. Menurutnya, kreativitas merupakan sumber daya tanpa batas yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masa depan.

Hal itu dikatakan dalam forum The Role of Higher Education Institutions on Creative Entrepreneurship Promotion and Strategies and Creative Arts Exhibition di Deakin University Lancaster University Indonesia (DULUI), Bandung, Senin (27/4/2026).

“Tantangan terbesar kami adalah menjelaskan bahwa ekonomi kreatif adalah mesin pertumbuhan baru dunia. Dunia sedang berubah sangat cepat, dan kita harus ikut beradaptasi. Untuk itu, pentingnya universitas seperti DULUI sebagai ‘ruang aman’ untuk bereksperimen sebelum kita menghadapi dunia nyata. Di sinilah kita boleh gagal, belajar, dan berkembang,” ujarnya.

Wamen Ekraf juga menegaskan, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), tidak dapat menggantikan nilai-nilai kemanusiaan. Ia menekankan bahwa kekuatan utama manusia terletak pada kreativitas yang bersumber dari integritas, empati, dan rasa ingin tahu.

“Banyak yang takut digantikan AI. Namun kekuatan terbesar manusia adalah hati integritas, empati, dan rasa ingin tahu. Saya ingin menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin. Semua bidang harus bekerja bersama, Indonesia memiliki kekuatan gotong royong dan budaya yang kaya, budaya adalah ‘source code’ ekonomi kreatif kita. Pemerintah siap membuka ruang bahkan fasilitas publik sebagai ‘laboratorium’ untuk menguji ide-ide Anda. Mari bersama membangun dunia yang lebih baik melalui ekonomi kreatif,” jelasnya.

Forum ini mengangkat tema peran perguruan tinggi dalam mempromosikan kewirausahaan kreatif serta strategi pengembangannya. Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara akademisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Rektor dan Presiden DULUI, Profesor Greg Barton menyampaikan, kolaborasi antarnegara dan lembaga menjadi kunci dalam mendorong pengembangan sumber daya manusia. Ia juga menyoroti pentingnya upaya _reverse brain drain_ untuk menarik kembali talenta Indonesia di luar negeri.

“Kami percaya dapat berperan dalam proses perubahan ini, bekerja bersama dan berkolaborasi. Kami juga menantikan kesempatan untuk menghadirkan program pascasarjana di sini sebagai bagian dari upaya membangun kapasitas sumber daya manusia di Indonesia, yang terlihat sangat menjanjikan saat ini,” ujarnya.

Kemenpar Perkuat Kapasitas ASN melalui Pelatihan Penyusunan Policy Brief Berbasis Data

Jakarta, Bintasara.com Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur sipil negara (ASN) melalui Pelatihan Penyusunan Policy Brief bagi Jabatan Fungsional Analis Kebijakan sebagai upaya strategis untuk menghasilkan kebijakan pariwisata yang tepat sasaran, berbasis data, dan berdampak nyata bagi pembangunan nasional.

Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Aparatur dan Pendidikan Vokasi Kemenpar, Andar Danova L. Goeltom, dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu (22/4/2026), menyampaikan pelatihan ini dilaksanakan secara blended learning, memadukan pembelajaran daring melalui Zoom Meeting dan luring di Gedung Sapta Pesona pada 8–16 April 2026.

“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas SDM aparatur dalam menyusun rekomendasi kebijakan yang berkualitas dan berbasis bukti atau evidence-based policy, sekaligus mendukung penyusunan kebijakan strategis sektor pariwisata, termasuk Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARNAS) 2026–2045,” ujar Andar.

Ia menjelaskan, kegiatan diawali dengan sosialisasi program yang mencakup gambaran umum pelatihan, metode pembelajaran blended learning, serta penjelasan kewajiban peserta dan output yang diharapkan.

Pada hari pertama hingga kedua, peserta dibekali dasar-dasar analisis kebijakan, meliputi teknik identifikasi masalah menggunakan metode problem tree dan 5 Why’s, pemahaman perbedaan antara masalah kebijakan dan penelitian, serta penggunaan analisis multi-kriteria dalam perumusan kebijakan.

Memasuki hari ketiga, peserta mendapatkan penguatan terkait kebijakan strategis, termasuk pemahaman mendalam mengenai policy brief dan perannya dalam proses pengambilan keputusan, serta materi terkait RIPPARNAS dan reformasi birokrasi.

Pada hari keempat, pembelajaran difokuskan pada studi kasus analisis kebijakan, penggunaan berbagai alat analisis seperti Cost-Benefit Analysis (CBA) dan Regulatory Impact Analysis (RIA), serta latihan penyusunan policy brief secara berkelompok.

Pada hari kelima, peserta melakukan praktik penyusunan draf policy brief dengan pendampingan intensif dari fasilitator Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan Kemenpar. Proses ini dilanjutkan dengan revisi dan penyempurnaan dokumen, dengan penekanan pada kualitas analisis, keterkaitan antara masalah dan solusi, serta penyajian yang ringkas dan persuasif.

Kegiatan ditutup pada hari keenam melalui sesi seminar, di mana peserta mempresentasikan hasil policy brief yang telah disusun. Tim evaluator kemudian memberikan masukan untuk meningkatkan kualitas analisis dan ketajaman rekomendasi kebijakan.

Andar menegaskan pelatihan ini berjalan dengan baik dan berhasil meningkatkan pemahaman serta keterampilan peserta dalam analisis kebijakan. Peserta mampu menyusun policy brief yang sistematis, berbasis data, dan aplikatif dalam mendukung pengambilan keputusan di sektor pariwisata. Selain itu, kolaborasi antarpeserta dalam kerja kelompok juga menunjukkan hasil yang efektif.

“Sebagai tindak lanjut, peserta akan melakukan penyempurnaan policy brief berdasarkan masukan evaluator,” kata Andar.

Kemenpar juga akan mendorong penguatan kapasitas lanjutan serta pembahasan lebih mendalam terkait implementasi hasil pelatihan pada berbagai isu strategis kepariwisataan.

Langkah ini menegaskan komitmen Kemenpar dalam membangun birokrasi yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada hasil, guna memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di kancah global.

Perkuat Promosi di Pasar Makau, Paviliun Wonderful Indonesia Hadir di MITE 2026

Makau, Bintasara.com –  Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali memperkuat eksistensi brand Wonderful Indonesia di pasar Asia Timur dengan berpartisipasi dalam ajang Macao International Travel (Industry) Expo (MITE) 2026.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya di Makau, Minggu (12/4/2026), menyampaikan bahwa kehadiran Indonesia di MITE 2026 merupakan wujud komitmen untuk menggaungkan pariwisata berkelanjutan di tingkat global.

“Partisipasi ini bertujuan memperkuat awareness terhadap pariwisata Indonesia yang kini bertransformasi menuju pariwisata berkelanjutan,” kata Ni Made Ayu.

Ia menegaskan, keikutsertaan ini menjadi langkah strategis untuk mempromosikan wajah baru pariwisata Indonesia yang berfokus pada kualitas dan keberlanjutan.

Paviliun Wonderful Indonesia di MITE 2026 mencerminkan sinergi antara Kemenpar, KJRI Hong Kong merangkap Makau, serta maskapai nasional Garuda Indonesia untuk wilayah Tiongkok, Hong Kong, dan Greater China.

Berlokasi di The Venetian Macao – Cotai Expo, Hall ABC booth C36 pada 10–12 April 2026, paviliun ini menampilkan Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) serta Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR).

Selama tiga hari penyelenggaraan, paviliun memfasilitasi pertemuan Business-to-Business (B2B) melalui sistem Pre-scheduled Appointment (PSA) serta aktivitas Business-to-Consumer (B2C) guna mendorong transaksi paket wisata secara langsung.

Fokus promosi mencakup Jakarta, Bali, Bintan, Yogyakarta–Borobudur, Jawa Timur, dan Labuan Bajo, dengan penekanan pada wisata minat khusus seperti gastronomi, wellness bahari, serta cultural immersion berbasis wastra.

Sepanjang pameran, paviliun Indonesia mencatat 109 permintaan penjajakan dari potential buyers.

Selain negosiasi bisnis, Paviliun Wonderful Indonesia juga menyediakan layanan informasi serta distribusi materi promosi guna memastikan penyampaian informasi destinasi unggulan Indonesia secara komprehensif kepada calon wisatawan.

“Melalui Paviliun Wonderful Indonesia, kami memperluas jejaring kemitraan bagi masyarakat Makau, wisatawan internasional, maupun diaspora Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia menghadirkan pariwisata yang berkelanjutan dan regeneratif. Kami mengundang dunia untuk melihat Indonesia melampaui sekadar keindahan alam, #GoBeyondOrdinary,” kata Ni Made Ayu.

Ia menambahkan, konektivitas menjadi faktor kunci dalam mengakselerasi kunjungan wisatawan dari pasar Asia Timur, khususnya Makau. Akses perjalanan saat ini didukung maskapai nasional maupun internasional melalui Hong Kong, termasuk Garuda Indonesia sebagai mitra strategis.

“Kemenpar berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan maskapai nasional untuk menambah frekuensi dan memperluas jaringan penerbangan langsung ke depan,” ujarnya.

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kemenpar Yulia menyampaikan pasar Makau menunjukkan tren pertumbuhan positif. Peningkatan aksesibilitas penerbangan diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan tersebut.

Pada 2024 tercatat 1.573 kunjungan wisatawan dari Makau ke Indonesia, meningkat 54,48 persen menjadi 2.430 kunjungan pada 2025.

“Melalui MITE 2026 dan dukungan konektivitas yang terus diperkuat, kami optimistis tren ini akan berlanjut seiring meningkatnya minat wisatawan terhadap produk wisata minat khusus seperti wellness dan bahari di Indonesia,” kata Yulia.

Indonesia Promosikan Go Beyond Ordinary di NATAS Travel Fair 2026 Singapura

Jakarta, Bintasara.com Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali memperkuat eksistensi pariwisata Indonesia di pasar internasional melalui partisipasi dalam NATAS Travel Fair 2026 yang diselenggarakan oleh National Association of Travel Agents Singapore (NATAS).

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kemenpar, Dedi Ahmad Kurnia, di Jakarta, Rabu (1/4/2026), menyampaikan bahwa Singapura merupakan pasar yang sangat strategis bagi pariwisata Indonesia.

“Singapura bukan hanya salah satu pasar utama, tetapi juga _travel hub_ yang sangat berpengaruh terhadap tren perjalanan outbound di ASEAN. Keikutsertaan Indonesia dalam NATAS Travel Fair 2026 merupakan langkah strategis untuk memastikan Indonesia tetap menonjol, mudah dijangkau, dan relevan bagi wisatawan Singapura. Melalui tema ‘Go Beyond Ordinary’, kami menghadirkan Indonesia bukan sekadar destinasi, melainkan pengalaman bermakna yang selaras dengan perkembangan preferensi wisatawan,” papar Dedi.

Pameran pariwisata terbesar di Singapura tersebut berlangsung pada 27–29 Maret 2026 di Hall 4 dan 5, Singapore Expo.

Pada ajang ini, Paviliun Wonderful Indonesia hadir dengan luas 54 meter persegi dan mengusung tema “Go Beyond Ordinary”. Kemenpar menggandeng delapan pelaku industri pariwisata terkemuka, terdiri atas biro perjalanan dan hotel, untuk menawarkan paket wisata unggulan yang kompetitif.

Partisipasi ini menjadi langkah strategis untuk mengajak wisatawan Singapura melihat Indonesia tidak sekadar sebagai destinasi liburan, tetapi sebagai rangkaian pengalaman yang mendalam dan bermakna.

Sejumlah daya tarik utama ditampilkan dalam Paviliun Indonesia, antara lain pariwisata minat khusus yang mencakup wisata kuliner melalui Wonderful Indonesia Gourmet, kesehatan dan kebugaran melalui Wonderful Indonesia Wellness, wisata bahari, wastra, hingga wisata ramah Muslim.

Selain itu, Kemenpar juga mempromosikan destinasi prioritas dan konsep pariwisata regeneratif yang menekankan pelestarian lingkungan, termasuk pengenalan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas termasuk Labuan Bajo dan Mandalika.

Dalam mendukung transformasi digital, Kemenpar turut memperkenalkan teknologi Tourism 5.0 melalui MaiA (Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia), yaitu asisten perjalanan berbasis kecerdasan buatan yang memudahkan wisatawan dalam merencanakan perjalanan secara digital.

Momentum ini juga dimanfaatkan untuk mempromosikan sejumlah rute penerbangan langsung terbaru dari Singapura ke berbagai kota di Indonesia, antara lain ke Labuan Bajo sejak Desember 2025, Semarang dan Palembang sejak Januari 2026, Medan sejak Februari 2026, serta Tanjung Pandan yang dijadwalkan mulai Mei 2026.

Partisipasi Indonesia dalam NATAS Travel Fair 2026 diproyeksikan mampu mencatatkan potensi transaksi hingga 272.371,45 dolar AS atau sekitar Rp4,3 miliar, dengan estimasi tambahan kunjungan sebanyak 725 wisatawan mancanegara.

Kemenpar juga menargetkan kehadiran Indonesia dalam ajang tersebut mampu menjangkau lebih dari 100.000 pengunjung pameran, sekaligus meningkatkan belanja wisatawan mancanegara yang berdampak langsung pada penguatan ekonomi kreatif di berbagai daerah.

Sebagai salah satu pusat lalu lintas udara dan perdagangan di kawasan Asia Pasifik, Singapura memiliki peran penting dalam memengaruhi pola perjalanan outbound di ASEAN dan dunia.

Kehadiran Indonesia dalam NATAS Travel Fair 2026 juga menegaskan langkah strategis untuk semakin mendekatkan Indonesia dengan wisatawan dan pelaku industri pariwisata Singapura, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi unggulan di kawasan.

Indonesia Gaungkan GoBeyondOrdinary di ITB Berlin 2026

Berlin, Bintasara.com – Indonesia melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggaungkan kampanye #GoBeyondOrdinary dalam partisipasi Wonderful Indonesia pada ITB Berlin 2026, pameran pariwisata business to business (B2B) terbesar, tertua, dan paling bergengsi di dunia.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana saat membuka Paviliun Indonesia di Berlin Expo Center, Messe Berlin, Selasa (3/3/2026), menyampaikan tema #GoBeyondOrdinary dipilih untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai destinasi yang tidak hanya indah, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata berkualitas dan bernilai tambah.

“Kampanye #GoBeyondOrdinary menjadi cerminan program unggulan Pariwisata Naik Kelas atau Upscaled Tourism Kementerian Pariwisata yang menekankan penciptaan nilai tambah melalui quality tourism,” kata Menpar Widiyanti.

ITB Berlin 2026 berlangsung pada 3–5 Maret 2026. Paviliun Indonesia menempati lahan seluas 441 meter persegi di Hall 26 No. 111 dan menjadi salah satu paviliun dengan partisipasi industri terbesar dalam lima tahun terakhir.

Paviliun Indonesia menampilkan paket wisata unggulan meliputi pariwisata bahari (marine tourism), gastronomi (gastronomy tourism), kebugaran (wellness tourism), wastra Nusantara (traditional textiles), serta seni dan desain (art and design). Produk-produk tersebut tersebar di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 3 Destinasi Pariwisata Regeneratif, yang merepresentasikan keberagaman dan kekuatan daya tarik Indonesia.

Sebanyak 106 pelaku industri pariwisata dari 14 provinsi turut ambil bagian untuk memperluas jejaring bisnis, menjalin kemitraan internasional, dan mencapai target transaksi dengan buyers dari berbagai negara.

Pelaku industri yang menjadi peserta terdiri atas 90 penyedia jasa pariwisata nasional, mencakup 32 travel agent/tour operator, 52 penyedia akomodasi, 1 desa wisata, serta 5 penyedia jasa pariwisata lainnya. Selain itu, Paviliun Indonesia diperkuat oleh mitra kolaborator, yakni White Tiger DMC Bali yang menghadirkan 4 industri, Marriott Bonvoy dengan 7 industri, serta Bank Central Asia melalui Program Bakti BCA yang berpartisipasi bersama 4 desa wisata dan 1 travel agent. Partisipasi ini mencerminkan kolaborasi solid antara pemerintah dan industri dalam mendorong daya saing pariwisata nasional di pasar global.

Dalam pembukaan Paviliun Indonesia, Menpar Widiyanti yang didampingi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman, Bapak Abdul Kadir Jailani menyampaikan apresiasi atas semangat kolaborasi industri.

“Sebanyak 106 industri dari 14 provinsi hadir mewakili keberagaman dan kekuatan Indonesia. Kehadiran Bapak/Ibu sekalian adalah bukti nyata bahwa pariwisata Indonesia tumbuh karena kolaborasi, kerja keras, dan kepercayaan bersama,” kata Menpar.

Paviliun Indonesia juga mendapat dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang menghadirkan pertunjukan budaya dan Abang None Jakarta. Dukungan turut diberikan Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara dengan memfasilitasi dua industri pariwisata lokal untuk berpartisipasi dalam ITB Berlin 2026.

Kementerian Pariwisata memanfaatkan momentum ITB Berlin sebagai ajang strategis untuk memperkuat promosi paket pariwisata ramah muslim yang semakin diminati wisatawan global. Peluang ini dinilai potensial karena ITB Berlin menjadi titik temu buyers dari Eropa, Timur Tengah, Asia, hingga Afrika.

“Dengan keragaman daya tarik yang dimiliki, Indonesia menghadirkan pengalaman berwisata yang menyentuh sisi manusiawi wisatawan melalui koneksi dengan masyarakat lokal, kekayaan budaya, serta tradisi autentik di setiap destinasi,” kata dia.

Sebagai outcome partisipasi pada ITB Berlin 2026, Kemenpar menargetkan 580.000 potensi transaksi wisatawan (pax) atau setara Rp15 triliun potensi devisa negara. Target tersebut mencerminkan optimisme terhadap peningkatan kontribusi sektor pariwisata dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Paviliun Indonesia tahun ini juga dirancang menghadirkan pengalaman multisensori bagi pengunjung. Pengunjung dapat menikmati performansi musik dan tarian tradisional, mencicipi kuliner dan kopi Nusantara di Gastronomy Corner, serta mengikuti The Scent of Wonderful Indonesia Workshop di Wellness Corner yang didukung Rumah Atsiri Indonesia.

“Melalui Paviliun Indonesia seluas 441 meter persegi, kami menghadirkan pengalaman multisensori yang merepresentasikan semangat #GoBeyondOrdinary melalui aktivasi di Gastronomy Corner, Wellness Corner, serta performansi budaya yang memperlihatkan kekayaan jiwa bangsa. Kami tidak hanya mempromosikan destinasi, tetapi juga menghadirkan rasa, cerita, dan identitas Indonesia kepada dunia,” kata Widiyanti.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini; Konsul Jenderal Republik Indonesia di Hamburg Renata Siagian; serta Pelaksana Konsul Jenderal Republik Indonesia di Frankfurt Toary Ceacer Fransiskus Worang.

Wamenpar Tegaskan Pariwisata Berkelanjutan Jadi Fondasi Daya Saing Global Indonesia

Jakarta, Bintasara.com – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menegaskan bahwa transformasi menuju pariwisata berkelanjutan bukan lagi sekadar tren global, melainkan kebutuhan strategis agar Indonesia tetap kompetitif di tengah persaingan destinasi dunia.

“Sejalan dengan itu, Kementerian Pariwisata memandang kepariwisataan berkelanjutan sebagai fondasi utama pembangunan pariwisata Indonesia ke depan. Pendekatan ini selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional serta dinamika pariwisata global,” kata Wamenpar Ni Luh saat membuka Forum STDev Circle bertema Gerakan dan Aksi Kepariwisataan Berkelanjutan secara daring, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, lanskap perjalanan dunia telah berubah signifikan. Wisatawan kini semakin sadar terhadap isu lingkungan, pelestarian budaya, serta dampak sosial ekonomi sebelum menentukan destinasi tujuan.

Untuk itu, Kementerian Pariwisata mendorong lima program unggulan sebagai penguatan ekosistem nasional, yakni Peningkatan Keselamatan Berwisata, Desa Wisata, Pariwisata Berkualitas, Event by Indonesia, dan Tourism 5.0. Kelima program tersebut dirancang untuk menciptakan ekosistem yang tangguh, inklusif, adaptif terhadap teknologi, serta berorientasi pada pengalaman wisatawan yang lebih bermakna.

Capaian sektor pariwisata sepanjang 2025 turut menunjukkan arah kebijakan yang berada pada jalur tepat. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 15,39 juta atau tumbuh 10,80 persen. Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) menembus 1,20 miliar perjalanan atau meningkat 17,55 persen. Pertumbuhan ini mencerminkan optimisme dan kepercayaan pasar terhadap pariwisata Indonesia yang terus bertransformasi.

Pengakuan internasional juga, kata dia, menguatkan posisi Indonesia sebagai destinasi yang semakin diperhitungkan. Desa Wisata Pemuteran dan Desa Wisata Osing Kemiren menerima penghargaan dari UN Tourism. Selain itu, sebanyak 33 hotel dan resor di Indonesia memperoleh pengakuan MICHELIN Keys, yang menandai peningkatan kualitas layanan dan pengalaman menginap berstandar global.

“Pada 2026, kami menargetkan penguatan kinerja yang berfokus pada kualitas dan daya saing. Target kunjungan wisman diproyeksikan berada pada kisaran 16,0 hingga 17,6 juta,” ucap Wamenpar.

Ia menekankan pencapaian tersebut hanya dapat diraih melalui kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan. Forum STDev Circle dinilai strategis karena mempertemukan berbagai elemen pendukung dari kelima program unggulan, mulai dari perumus kebijakan, pelaku usaha, akademisi, komunitas, hingga generasi muda.

Forum ini juga membahas penguatan green financing inovasi teknologi, gerakan komunitas, serta kontribusi perguruan tinggi dalam membangun ekosistem pariwisata berkelanjutan yang terintegrasi. Sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk memastikan bahwa pertumbuhan pariwisata berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap forum ini menjadi titik awal lahirnya kolaborasi konkret dan aksi nyata dalam memperkuat ekosistem kepariwisataan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di Indonesia,” tuturnya.

Forum STDev Circle dimoderatori oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kementerian Pariwisata, Frans Teguh.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Mari Elka Pangestu selaku Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Perdagangan dan Kerja Sama Multilateral sekaligus Ketua Indonesia Sustainable Tourism Council; Diena M. Lemy, Guru Besar Universitas Pelita Harapan dan Ketua Umum Hildiktipari; Reza Permadi, Co-founder & COO Atourin Indonesia; Ketut Purna, Manager Manajemen Operasional DTW Jatiluwih; serta Andy Bahari, Leader World Cleanup Day.

Sukses Digelar, BBWI Travel Fair 2026 “Meraya Bersama” Perkuat Kinerja Wisata Domestik

Jakarta, Bintasara.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf), Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), serta Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) sukses menyelenggarakan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) Travel Fair 2026 bertema “Meraya Bersama” pada 13–15 Februari 2026 di Mosaic Walk, Kota Kasablanka Mall, Jakarta.

Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata Kementerian Pariwisata, Masruroh, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (18/2/2026), menyampaikan capaian dari ajang itu menunjukkan efektivitas kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat fondasi pariwisata nasional.

“Melalui BBWI Travel Fair, kami mengajak masyarakat untuk merencanakan perjalanan wisata di dalam negeri sekaligus mendukung produk-produk kreatif lokal. Momentum Ramadhan dan libur Lebaran merupakan peluang besar untuk menggerakkan ekonomi daerah serta memperluas dampak pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Masruroh.

Selama tiga hari pelaksanaan, ajang promosi wisata domestik tersebut terbukti mampu memperkuat kinerja wisata nusantara dengan mencatatkan potensi transaksi sebesar Rp988.623.135 atau nyaris Rp1 miliar. Capaian ini menjadi sinyal positif meningkatnya minat masyarakat terhadap perjalanan wisata dalam negeri dan produk ekonomi kreatif nasional, khususnya menjelang momentum Ramadhan dan puncak arus mudik Lebaran.

BBWI Travel Fair 2026 diikuti oleh 29 _seller_ dari industri pariwisata, pengusaha UMKM, serta peritel nasional. Para peserta menghadirkan beragam penawaran paket wisata domestik, produk ekonomi kreatif unggulan daerah, aktivasi kampanye Belanja di Indonesia Aja, hingga program interaktif yang melibatkan pengunjung secara langsung. Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa ekosistem pariwisata tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung erat dengan sektor ritel, kuliner, dan industri kreatif.

Masruroh menegaskan, penguatan wisatawan nusantara menjadi salah satu strategi utama dalam menjaga ketahanan sektor pariwisata. Dengan mendorong masyarakat berwisata di dalam negeri, manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh pelaku industri, pengusaha UMKM, hingga komunitas lokal di berbagai daerah.

Sementara itu, Direktur Kuliner Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI, Andy Ruswar, menegaskan komitmen Kemenekraf/Bekraf dalam memperluas akses pasar bagi jenama binaan melalui program Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK).

“Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif memfasilitasi keikutsertaan jenama binaan ASIK batch 2, yaitu Mbrebes Mili, Meraki Cipta Rasa, Madu NP, Mustofa Bu Emi, dan Moonbitz, serta satu jenama mitra yaitu Butter Baby untuk memeriahkan ‘Meraya Bersama’. Selain itu, tersedia pula paket hampers dari jenama tersebut untuk menyambut Bulan Ramadhan,” kata Andy Ruswar.

Partisipasi jenama kuliner tersebut tidak hanya memperkaya pilihan produk bagi pengunjung, tetapi juga membuka ruang promosi dan perluasan jejaring usaha bagi pengusaha UMKM kuliner. Integrasi antara promosi wisata dan produk kreatif menjadi langkah strategis untuk memperkuat nilai tambah pariwisata nasional.

Dukungan terhadap penyelenggaraan BBWI Travel Fair juga datang dari sektor ritel dan pengelola pusat perbelanjaan. Deputi Marketing & Partnership HIPPINDO, Agung Tianara, menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor pariwisata dan ritel dalam mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.

“Wisata dan belanja merupakan satu kesatuan. Sinergi antara BBWI dan kampanye Belanja di Indonesia Aja relevan untuk meningkatkan traffic kunjungan sekaligus mendorong transaksi di dalam negeri,” kata Agung.

Ia menambahkan pusat perbelanjaan kini berkembang menjadi destinasi berbasis pengalaman yang menghadirkan interaksi sosial, hiburan, dan etalase produk lokal dalam satu ruang terpadu.

“Mall menjadi meeting point sekaligus etalase bagi produk lokal dan pengusaha UMKM. Kolaborasi ini menghadirkan integrasi antara wisata dan belanja yang memperkuat daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata dan belanja,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan BBWI Travel Fair 2026, Kementerian Pariwisata menegaskan sektor pariwisata domestik tetap menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional. Optimalisasi momentum musiman seperti Ramadhan dan Lebaran diharapkan mampu meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara secara signifikan dan merata.

Sinergi lintas kementerian, asosiasi, dan pelaku industri dalam ajang ini menunjukkan bahwa kebangkitan pariwisata nasional dibangun melalui kolaborasi yang solid. Tidak hanya berfokus pada angka transaksi, BBWI Travel Fair juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk semakin bangga berwisata di Indonesia serta mencintai dan menggunakan produk dalam negeri.

Dengan semangat “Meraya Bersama”, BBWI Travel Fair 2026 menjadi refleksi bahwa ketika pariwisata, ekonomi kreatif, dan ritel bergerak dalam satu irama, dampak yang dihasilkan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Truk Box Oleng, Hantam Dua Mobil Terparkir di Bergas

SEMARANG |Bintasara.com -Kecelakaan lalu lintas melibatkan tiga kendaraan terjadi di Jalan Raya Bergas–Bawen, tepatnya di depan Toko Frozen Mart, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 13.45 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan dua orang mengalami luka ringan.

Kecelakaan melibatkan Mitsubishi truk box bernomor polisi H 9341 JC, Toyota Avanza nomor polisi AB 1598 RJ, serta Mitsubishi Pajero nomor polisi AD 1796 RY, yang saat kejadian tengah terparkir di bahu jalan.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, truk box yang dikemudikan A. Syukron (30), warga Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, melaju dari arah Bergas menuju Bawen dengan membawa muatan sembako. Sesampainya di lokasi kejadian, kendaraan diduga kehilangan konsentrasi sehingga oleng ke kiri dan menabrak dua mobil yang terparkir di bahu jalan searah di depannya.

Akibat benturan tersebut, pengemudi truk dan penumpangnya, Rudianto (50), warga Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, mengalami luka ringan dan langsung mendapatkan penanganan medis di RS Ken Saras.

Kasat Lantas Polres Semarang AKP Lingga Ramadhani, S.T.K., S.I.K., CPHR, melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Semarang Iptu Handriani, S.E., M.M., menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan kelalaian pengemudi.

“Dugaan sementara kecelakaan disebabkan kurangnya konsentrasi pengemudi. Kedua korban, pengemudi dan penumpang truk box, sudah mendapatkan penanganan medis. Saat ini peristiwa tersebut masih dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polres Semarang untuk proses lebih lanjut,” jelasnya.

Petugas Satlantas Polres Semarang yang dibantu personel Polsek Bergas segera melakukan pengaturan lalu lintas, olah tempat kejadian perkara (TKP), serta meminta keterangan dari sejumlah saksi. Meski sempat terjadi antrean kendaraan dari arah Semarang, truk box yang terguling berhasil dievakuasi sehingga arus lalu lintas kembali normal.

Pihak kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan agar senantiasa menjaga konsentrasi saat berkendara, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan, serta mematuhi aturan lalu lintas guna mencegah terjadinya kecelakaan. (AG)

Pintu Kontainer Terbuka, Muatan 25 Ton Partikel Kayu Tumpah di Bawen

KABUPATEN SEMARANG| Bintasara.com -Sebuah truk kontainer bermuatan 25 ton partikel kayu siap ekspor mengalami insiden tumpahan muatan di ruas Jalan Raya Solo–Semarang, tepatnya di Harjosari, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Peristiwa tersebut dialami Wahyu (42), warga Kota Semarang, yang saat itu tengah mengemudikan truk kontainer untuk mengantarkan muatan ke Pelabuhan Semarang. Akibat pintu kontainer yang tiba-tiba terbuka, partikel kayu tumpah ke badan jalan dan sempat mengganggu arus lalu lintas dari arah Solo menuju Semarang.

Kasat Lantas Polres Semarang AKP Lingga Ramadhani, S.T.K., S.I.K., CPHR, melalui Kanit Lantas Ambarawa Ipda Henry Bagus P., S.H., M.M., memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Dari keterangan pengemudi dan hasil pengecekan di lokasi, kejadian terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat pintu kontainer tiba-tiba terbuka,” jelas Ipda Henry di lokasi kejadian.

Ia menjelaskan, posisi pintu kontainer truk bernomor polisi H 9331 OW berada di belakang kabin, sehingga muatan yang tumpah tidak mengenai kendaraan lain yang melintas di belakangnya.

“Posisi pintu kontainer berada tepat di belakang kepala truk atau kabin, sehingga tumpahan muatan tidak membahayakan pengendara lain,” tambahnya.

Sementara itu, pengemudi truk mengaku baru menyadari muatannya tumpah setelah mendengar suara gemuruh dari arah belakang kabin. Mengetahui kondisi tersebut, ia langsung menghentikan kendaraannya.

“Kurang lebih 50 meter setelah saya tahu pintu terbuka dan muatan tumpah, saya langsung menghentikan laju kendaraan,” ujar Wahyu.

Untuk mengurai kepadatan lalu lintas dari arah Solo, Satlantas Polres Semarang menerapkan contra flow secara kondisional. Proses pembersihan material kayu di badan jalan juga melibatkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) serta Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang.

“Kami lakukan contra flow kondisional agar arus lalu lintas tetap berjalan, dan pembersihan dibantu oleh pihak PU serta Damkar Kabupaten Semarang,” pungkas Ipda Henry.

Atas kejadian tersebut, Satlantas Polres Semarang mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan angkutan barang, agar memastikan kondisi kendaraan dan muatan dalam keadaan aman, tertutup, serta terkunci dengan baik, guna mencegah kecelakaan lalu lintas yang berpotensi fatal. (*)

Diduga Terserempet Truk, Warga Leyangan Tewas di Jalur Padat Semarang–Solo

BINTASARA.com, UNGARAN- Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di ruas Jalan Raya Semarang–Solo, tepatnya di wilayah Langensari, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Senin (12/1/2026) sekitar pukul 10.45 WIB. Seorang warga Leyangan dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terjatuh dari sepeda motor dan diduga tertabrak kendaraan berat yang belum diketahui identitasnya.

Peristiwa tersebut melibatkan sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi H 3936 ACC yang dikendarai Chaterine (19), dengan membonceng ibunya, M. Novianny (43). Keduanya melaju dari arah Bawen menuju Ungaran saat insiden terjadi.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani, S.TK., S.I.K., CPHR, didampingi Kanit Gakkum Iptu Handriani, S.E., M.M., menjelaskan bahwa korban meninggal dunia merupakan pembonceng sepeda motor.

“Saat melintas di lokasi kejadian, sepeda motor diduga tersenggol kendaraan lain yang identitasnya masih dalam penyelidikan. Akibatnya, pembonceng terjatuh ke badan jalan dan kemudian tertabrak kendaraan lain yang juga belum diketahui identitasnya, sehingga meninggal dunia di tempat,” jelas AKP Lingga kepada awak media.

Insiden tersebut sempat menyita perhatian pengguna jalan dan menyebabkan arus lalu lintas melambat. Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Semarang yang tiba di lokasi segera melakukan penanganan awal, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi.

AKP Lingga menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman karena pengendara sepeda motor belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut.

“Pengemudi masih dalam kondisi syok sehingga belum bisa dimintai keterangan. Saat ini kejadian sudah kami tangani dan proses penyelidikan masih terus berjalan,” pungkasnya.

Polres Semarang mengimbau seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melintas di jalur padat dan rawan kecelakaan, guna menghindari kejadian serupa. (*)

Menpar Widiyanti Berkomitmen Perkuat Keterbukaan Informasi Publik di Lingkup Kemenpar

BINTASARA.com – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan komitmennya untuk memperkuat pelaksanaan keterbukaan informasi publik dan pelayanan publik dalam rangka mewujudkan good governance di lingkungan Kementerian Pariwisata.

Dalam sambutannya pada Forum Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 bertema “Keterbukaan Informasi Publik dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik” di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Menteri Widiyanti menekankan bahwa dalam sektor pariwisata, keterbukaan informasi publik memiliki peran yang sangat penting. Keterbukaan informasi bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga cerminan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Kami menegaskan komitmen Kementerian Pariwisata untuk menyediakan akses informasi seluas-luasnya bagi masyarakat,” ucap Menteri Pariwisata Widiyanti.

Melalui Forum Keterbukaan Informasi Publik 2025, Menteri Pariwisata Widiyanti berharap dapat memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik. Ia juga menilai kehadiran para narasumber dalam forum ini akan memperkaya wawasan dan menyatukan persepsi tentang pentingnya transparansi publik sebagai fondasi good governance.

Kementerian Pariwisata secara konsisten menempatkan pelayanan informasi sebagai bagian dari pelayanan prima melalui mekanisme satu pintu di bawah koordinasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).

“Kami memastikan setiap informasi yang dibutuhkan publik dapat diakses dengan cepat, tepat, dan akurat. Inilah wujud keterbukaan birokrasi kita,” kata Menteri Pariwisata.

Sejak tahun 2021 hingga 2024, Kementerian Pariwisata secara konsisten meraih predikat Badan Publik Informatif dari Komisi Informasi Pusat (KIP) sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Pada 2025, Kementerian Pariwisata berhasil meraih juara pertama dalam kategori Badan Publik dengan Strategi Komunikasi Terbaik pada ajang Information Transparency Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Pusat.

Forum ini juga menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada PPID di lingkungan Kementerian Pariwisata. Penghargaan Predikat Menuju Informatif dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pengelolaan Informasi Publik Tahun 2025 diberikan kepada Poltekpar NHI Bandung, Poltekpar Medan, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba, serta Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan.

Sementara itu, Predikat Informatif diberikan kepada Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores, Poltekpar Bali, Poltekpar Lombok, Poltekpar Palembang, Badan Pelaksana Otorita Borobudur, Poltekpar Makassar, Deputi Bidang Pemasaran, Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan (Events), serta Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur.

“Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen kita dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik yang transparan, profesional, inklusif, dan berkelanjutan,” kata Menteri Widiyanti.

Ketua Komisi Informasi Pusat, Donny Yoesgiantoro, menyampaikan bahwa keterbukaan informasi publik harus menjadi kebutuhan bagi setiap badan publik.

“Saya selalu mengatakan, kalau ada badan publik yang menganggap keterbukaan informasi publik sebagai kewajiban yang memberatkan, maka ia belum memahami esensinya. Keterbukaan ini penting karena merupakan kebutuhan dasar bagi tata kelola pemerintahan yang baik,” ucap Donny.

Forum Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 juga menghadirkan diskusi panel yang menampilkan dua narasumber, yakni Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat RI, Arya Sandhiyudha, dan Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Mohammad Averrouce.

Diskusi tersebut membahas topik “Keterbukaan Informasi Publik dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik.”

 

Kembangkan Atraksi Destinasi Prioritas, Kemenpar Hadirkan Pentas Borobudur Ngangeni

BINTASARA.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menghadirkan “PENTAS Borobudur: Ngangeni” sebagai upaya pengembangan atraksi melalui penyelenggaraan event berbasis budaya dan tradisi, khususnya di Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) Borobudur.

Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenpar, Vinsensius Jemadu, menjelaskan “PENTAS Borobudur: Ngangeni” merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kementerian Pariwisata dalam memperkuat ekosistem pariwisata melalui pengembangan atraksi budaya di destinasi prioritas.

“Program ini juga menjadi wujud apresiasi dan fasilitasi bagi para pelaku seni dan budaya lokal yang selama ini menjadi bagian penting dari ekosistem pariwisata berkelanjutan,” ujar Vinsensius Jemadu dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

“PENTAS Borobudur: Ngangeni” akan digelar pada 31 Oktober 2025 di Amphitheater Museum dan Kampung Seni Borobudur, Magelang, mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.

Event ini menampilkan ragam pertunjukan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Borobudur, melalui kolaborasi pelaku seni dan musik lintas generasi seperti Aftershine, Ngatmombilung, dan Sekar Rimba Nusantara. Selain itu, juga akan hadir penampilan dari sejumlah sanggar seni lokal, di antaranya Sanggar Erlangga Koperasi Medang Kamulan dan Sanggar Museum Kampung Seni Borobudur.

Vinsen menambahkan, pemilihan Kampung Seni Borobudur sebagai lokasi acara merupakan bentuk dukungan Kementerian Pariwisata terhadap destinasi wisata baru di kawasan Candi Borobudur. Sementara tema “Ngangeni” diangkat sebagai refleksi bahwa wisata budaya selalu menghadirkan kerinduan dan kedekatan emosional bagi pengunjung.

“Melalui PENTAS Borobudur, kami ingin menghadirkan ruang ekspresi bagi seniman dan masyarakat lokal, sekaligus mengajak wisatawan untuk merasakan langsung kehangatan budaya yang hidup di sekitar Borobudur,” ujar Vinsen.

Ia berharap kegiatan yang terbuka untuk umum dan dapat dinikmati secara gratis ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat daya tarik Borobudur sebagai destinasi pariwisata unggulan yang menawarkan pengalaman wisata berbasis budaya, kreatif, dan berkelanjutan.

“Dengan begitu, kegiatan ini dapat meningkatkan daya tarik wisata, mendorong pergerakan wisatawan, mengangkat budaya dan kearifan lokal, mendukung UMKM serta pelaku ekonomi kreatif, sekaligus memperkuat citra Borobudur sebagai destinasi unggulan berbasis budaya,” katanya.

Kemenpar Maksimalkan Sebaran Wisatawan Lewat Pameran BBWI di Sanur

BINTASARA.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berupaya memaksimalkan sebaran wisatawan agar lebih merata melalui penyelenggaraan pameran Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) yang secara khusus menawarkan paket perjalanan wisata ke Buleleng–Jembrana–Banyuwangi pada 18–19 Oktober 2025 di ICON, Sanur, Bali.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (27/10/2025), menjelaskan pameran ini merupakan bagian dari upaya promosi program pariwisata Banyuwangi, Bali Barat, dan Bali Utara (3B) guna mendistribusikan wisatawan yang selama ini masih banyak terkonsentrasi di Bali bagian selatan seperti Denpasar, Gianyar, dan Badung.

“Kami berharap pameran BBWI di Sanur dapat meningkatkan _awareness_ terhadap daya tarik wisata di tiga kabupaten tersebut, sekaligus membuka peluang bagi para pelaku industri untuk memperkenalkan dan menawarkan paket-paket wisata kepada masyarakat, serta memperluas _networking_ dan _business dealing_,” ujar Made.

Pameran ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemenpar dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan ini memfasilitasi 23 pelaku industri pariwisata yang terdiri dari sektor akomodasi, desa wisata, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), serta _travel agent/tour operator_ (TA/TO). Selain itu, dua Online Travel Agent (OTA) mitra _Co-Branding Wonderful Indonesia_ juga turut serta, yaitu Atourin dan Aero Globe Indonesia.

Daya tarik utama yang disuguhkan dalam pameran ini adalah ragam desa wisata unggulan seperti Desa Wisata Manistutu (Jembrana), Desa Wisata Gombengsari (Banyuwangi), Desa Wisata Kemiren (Banyuwangi), Desa Wisata Medewi (Jembrana), Desa Wisata Sambangan (Buleleng), Desa Wisata Sudaji (Buleleng), dan Desa Wisata Tamansari (Banyuwangi).

Made menilai desa wisata memiliki potensi besar untuk memajukan ekonomi daerah, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM) serta promosi budaya dan kekayaan alam.

Terkait pemilihan Sanur sebagai lokasi pameran, Made menjelaskan kawasan ini telah dikenal sebagai destinasi yang mampu menyatukan beragam latar belakang wisatawan dan masyarakat lokal. Sanur juga memiliki infrastruktur pariwisata yang lengkap mulai dari pantai yang indah, hotel, restoran, pusat perbelanjaan, hingga berbagai atraksi wisata.

“Sanur menjadi titik temu pariwisata di Bali karena perannya sebagai destinasi internasional yang memiliki infrastruktur lengkap. Karena itu, kami mempromosikan destinasi 3B di lokasi yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara,” kata Made.

Ia berharap pameran ini dapat mendukung pencapaian target kunjungan wisatawan pada 2025, yaitu 1,08 miliar pergerakan wisatawan nusantara dan 14 juta-15 juta kunjungan wisatawan mancanegara.

“Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan _spending_ wisatawan serta memperpanjang masa tinggal mereka di destinasi,” kata Made.

Selain pameran B2C, Kemenpar juga menampilkan sejumlah pertunjukan budaya sebagai daya tarik tambahan, antara lain kesenian Rinting Pitu dari Jembrana, Tari Trunajaya dari Buleleng, serta Tari Gandrung, Tari Aji Jaran Goyang, dan Tari Jaranan Buto dari Banyuwangi.

 

Kemenpar Hadirkan “Gastronomy Tour” dalam Pameran Pangan Nusa 2025

BINTASARA.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) hadirkan program Gastronomy Tour dalam ajang “Pameran Pangan Nusa 2025” dengan melibatkan enam pelaku industri gastronomi terpilih dalam eksibisi yang berlangsung pada 15–18 Oktober 2025 di Hall 9 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani, dalam keterangannya di Tangerang, Rabu (15/10/2025), menyampaikan bahwa program yang mengusung tema “Eat, Explore, Experience Indonesia Gastronomy” ini merupakan bagian dari kampanye Pariwisata Naik Kelas yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata.

Program tersebut bertujuan untuk mendorong gastronomi Indonesia sebagai kekuatan baru dalam promosi pariwisata, sekaligus membuka peluang investasi dan jejaring bisnis di sektor kuliner.

“Melalui Gastronomy Tour, kami ingin menunjukkan bahwa kekayaan kuliner Indonesia bukan hanya tentang cita rasa, tetapi juga tentang warisan budaya dan pengalaman yang menyertainya,” ujar Rizki.

Enam industri gastronomi terpilih yang berpartisipasi dalam program ini adalah Wisata Kreatif Jakarta, Rendang Traveler Uni Reno, Bumi Bhuvana, Dje Djak Rasa, Samsara Living Museum, dan Negeri Rempah Foundation. Keenamnya merupakan pelaku industri yang sebelumnya telah berpartisipasi dalam program Wonderful Indonesia Scale-Up Hub (WISH).

Dalam kegiatan ini, mereka menghadirkan paket tur gastronomi yang tidak hanya menonjolkan kekayaan cita rasa kuliner Nusantara, tetapi juga menyuguhkan kisah dan filosofi di baliknya. Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas perspektif wisatawan terhadap kuliner Indonesia sebagai bagian dari kekuatan pariwisata yang holistik.

Rizki menambahkan, Gastronomy Tour juga akan menampilkan berbagai produk unggulan dari Food Startup Indonesia (FSI), sebuah platform inkubasi kuliner yang telah melahirkan banyak inovasi produk siap ekspor.

“Momentum Pangan Nusa 2025 diharapkan menjadi pijakan penting dalam mewujudkan Indonesia sebagai destinasi gastronomi unggulan dunia,” ujarnya.

Pameran Pangan Nusa 2025 diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan sebagai bagian dari rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 yang mengusung semangat “Mendorong Produk Lokal Menembus Pasar Global.”

Sebagai etalase produk pangan unggulan Nusantara, Pangan Nusa 2025 menghadirkan beragam produk kreatif, inovatif, dan bernilai tambah tinggi dari pelaku usaha dalam negeri, mulai dari UMKM hingga industri besar. Tahun ini, sebanyak 186 pelaku usaha kuliner dan pangan kemasan ikut serta dalam pameran, mencerminkan tingginya antusiasme pelaku industri pangan nasional.

Dari jumlah tersebut, 37 pelaku usaha menyajikan hidangan siap santap secara langsung, sementara sisanya memamerkan berbagai produk pangan kemasan unggulan, mulai dari makanan ringan, minuman khas, olahan rempah, hingga bahan baku yang telah melalui proses kurasi secara ketat.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk kuliner, tetapi juga berperan sebagai platform strategis untuk membuka akses pasar ekspor, mempertemukan pelaku usaha dengan _buyer_ internasional, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam rantai pasok pangan global.

“Melalui kolaborasi strategis ini, Kemenpar berharap industri gastronomi Indonesia semakin dikenal di kancah internasional, memperoleh akses pasar baru, serta memperkuat kontribusi UMKM kuliner terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” tutur Rizki.

Red

Menteri Ekraf Sebut Papua Jadi Prioritas Pengembangan Ekraf ini Lokasinya

BINTASARA.com – Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) akan mengakselerasi ekonomi kreatif di Kepulauan Yapen, Papua, dengan dua strategi utama, yakni memberdayakan Koperasi Merah Putih sebagai penggerak pemasaran dan mengembangkan potensi musik lokal agar go nasional. Langkah ini merupakan bagian dari realisasi fokus pemerintah menjadikan Papua sebagai provinsi prioritas pengembangan ekonomi.

“Papua merupakan salah satu dari 15 provinsi prioritas pengembangan ekonomi yang difokuskan Presiden dalam lima tahun ke depan. Hal ini dapat kita tingkatkan melalui pelatihan konten kreator atau afiliator bagi para pegiat usaha di koperasi desa agar hasil-hasil kreatif masyarakat, seperti olahan kuliner berbahan baku kekayaan alamnya, dapat dipasarkan lintas kabupaten hingga provinsi. Hal ini juga selaras dengan kerja sama yang telah kita lakukan bersama Kementerian Koperasi,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky dalam pertemuan dengan Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy, Kamis (28/8) di Cipete, Jakarta.

Menteri Ekraf turut menyoroti peluang akselerasi potensi musik di Papua, khususnya Kepulauan Yapen. Menteri Ekraf menegaskan peran Kementerian Ekraf sebagai akselerator dan fasilitator bagi pegiat musik lokal agar mendapat rekognisi nasional dan global, sehingga dapat mendorong kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah.

“Di Merauke, kami pernah melakukan kurasi terhadap puluhan penyanyi baru hingga terpilih enam terbaik yang kemudian difasilitasi pembuatan video klip bersama videografer lokal. Program serupa seperti ‘Akselerasi Kreatif Musik’ mungkin dapat diterapkan di Kepulauan Yapen agar musik tidak hanya menjadi ekspresi budaya, tetapi juga kekuatan baru bagi ekonomi daerah,” jelas Menteri Ekraf.

Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif Kementerian Ekraf dalam mengangkat potensi musik daerah. Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen menilai langkah tersebut sejalan dengan arah kebijakan daerah dalam pengembangan subsektor ekonomi kreatif, khususnya seni musik.

“Seni musik menjadi salah satu subsektor ekraf yang kami prioritaskan karena merupakan identitas budaya Papua. Di Kepulauan Yapen sudah ada 15 kelompok musik yang aktif berkarya. Dukungan Kementerian Ekraf akan semakin memperkuat potensi ini sehingga musik Yapen dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi daerah dan dikenal lebih luas,” ujar Bupati Benyamin.

Kabupaten Kepulauan Yapen sendiri merupakan bagian dari Provinsi Papua dengan ibu kota di Serui Kota. Daerah ini terbentuk dari pemekaran Kabupaten Yapen Waropen dan memiliki luas wilayah daratan dan perairan sekitar 7.146 km².

Yapen menyimpan potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, mulai dari kuliner dan kriya berbahan baku laut dan hutan, fesyen dan musik tradisional, hingga film, animasi, serta ekowisata yang memanfaatkan panorama bahari dan alam yang masih asri.

Kementerian Ekraf terus berupaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di berbagai daerah. Penjajakan kolaborasi dengan Kabupaten Kepulauan Yapen sejalan dengan visi pemerintah menjadikan ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth, di mana pengembangan karya lokal berbasis kearifan lokal didorong untuk naik kelas, berdaya saing global, dan berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Turut hadir mendampingi Menteri Ekraf, Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Media, Bulqis Chairina. Hadir pula mendampingi Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kepulauan Yapen Jumirto Dwi Bongga.

Sumber:Kemen Ekraf

Pantai Muso Lokasi Wisata yang Baru Asri dan Alami di Nias Selatan

Nias Selatan, Bintasara.com – Kabupaten Nias Selatan tidak kekurangan destinasi wisata yang sangat indah dan menarik untuk dinikmati oleh para wisatawan. Kali ini Kabupaten yang terletak di pantai Barat Sumatera Utara itu memiliki destinasi wisata laut baru yang memikat hati para pencinta alam dan ketenangan wisatawan wisata.

Pantai Muso begitu masyarakat menyebutnya, terletak di desa Sondregeasi, Kecamatan Luahagundre Maniamölö, Kabupaten Nias Selatan. Pantai Muso, menawarkan keindahan alam pantai yang masih alami, bersih, dan tenang, cocok untuk melepas penat dari rutinitas harian.

Kawasan ini sebelumnya terkenal karena hasil alamnya, yakni hasil laut dan perkebunan kelapa milik warga. pantainya belum populer karena belum ada akses jalan yang memadai menuju lokasi. Namun pantai ini mulai ramai dikunjungi sejak dibukanya akses jalan dan dikelola langsung oleh pemilik lahan di sekitar kawasan pantai.

Menariknya, akses kendaraan roda dua maupun roda empat kini sudah bisa menjangkau langsung bibir pantai, membuat pengunjung tidak perlu lagi berjalan kaki jauh dan tanpa pungutan biaya apapun.

Dengan pasir putih yang membentang luas, debur ombak yang tenang, serta suasana sejuk yang belum tercemar oleh limbah wisata, ‘Pantai Muso’ menjadi salah satu pantai dengan kualitas lingkungan yang masih terjaga. Tak heran jika pengunjung yang datang, baik dari lokal maupun luar daerah, mengaku betah berlama-lama di lokasi ini.

Pantai Muso juga dikenal sebagai lokasi favorit bagi keluarga-keluarga di Kabupaten Nias Selatan untuk mengisi waktu libur sekolah. Tak hanya itu, berbagai komunitas gereja dari wilayah sekitar juga kerap memilih lokasi ini untuk menyelenggarakan kegiatan ibadah padang (ibadah di alam terbuka), karena suasananya yang mendukung untuk refleksi dan kebersamaan.

Salah satu anggota rombongan pengunjung mengatakan mereka datang ke Pantai Muso karena penasaran dengan keindahan pantainya yang viral di media sosial. Dia mengatakan, mereka menggunakan sepeda motor untuk bisa datang ke Pantai Muso. Rasa penasaran merekapun terbayarkan karena keindahan pantai yang masih bersih dan alami.

“Kami ke sini 14 orang menggunakan 7 honda (sepeda motor-red) dan ternyata lokasinya benar-benar bagus dan indah, tidak sia-sia kami datang ke sini. Semuanya terbayar, kami puas, pokoknya saya akan datang ke sini lagi dan mengajak teman-teman yang lain untuk berkunjung,” ujar Bernard Laia kepada Bintasara.com pada Minggu, 29/06/2025 di Pantai Muso.

Untuk kenyamanan pengunjung, pengelola pantai juga menyediakan sebuah kantin sederhana yang menjual beragam jajanan lokal seperti gorengan, makanan ringan, serta minuman dingin. Hal ini menjadi nilai tambah tersendiri, karena pengunjung tidak perlu repot membawa bekal dari rumah.

Dibukanya akses kendaraan langsung ke kawasan pantai membuka peluang besar untuk pertumbuhan pariwisata lokal. Selanjutnya, jika dikelola secara berkelanjutan dan mendapat perhatian pemerintah, Pantai Muso berpotensi menjadi ikon wisata baru di wilayah selatan Pulau Nias. ( KN )

Peresmian China Center Wujudkan Kerjasama Tiongkok-Indonesia di Bidang Poltekpar

Bali, bintasara.com – Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali bekerja sama dengan Jiangxi Science and Technology Normal University menghadirkan “China Center” di Poltekpar Bali sebagai pusat pengembangan dan pelatihan sumber daya manusia (SDM) pariwisata sekaligus ruang kolaborasi promosi budaya juga pariwisata antara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Indonesia.

Peresmian “China Center” ini merupakan salah satu tindak lanjut dari MoU kerja sama bidang kepariwisataan yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang beberapa waktu lalu di Istana Kepresidenan Jakarta.

Direktur Poltekpar Bali Ida Bagus Putu Puja dalam peresmian “China Center” di Poltekpar Bali, Minggu (1/6/2025), mengatakan kolaborasi ini menjadi bukti kuat dari komitmen bersama untuk mempererat hubungan kerja sama antar institusi pendidikan.

“Peresmian China Center ini sebagai sebuah inisiatif kerja sama internasional yang sangat kami sambut dengan antusias dan penuh harapan,” ujar Ida Bagus Putu Puja.

Peresmian “China Center” yang turut dihadiri delegasi dari Jiangxi Science and Technology Normal University dan pejabat Pemerintah Provinsi Jiangxi ini menjadi tonggak awal yang penting dalam memperluas jangkauan kerja sama internasional khususnya di bidang pendidikan vokasi, pelatihan kepariwisataan, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia yang siap bersaing di tingkat global.

Program-program “China Center” di Poltekpar Bali merupakan program kolaboratif yang di antaranya mencakup promosi pendidikan pariwisata, pertukaran budaya, integrasi industri, dan pengembangan potensi kerja sama antara Tiongkok dan Indonesia.

“China Center” juga menyediakan layanan seperti pengenalan budaya Tiongkok, konsultasi informasi Tiongkok, serta pendidikan dan pelatihan yang tidak hanya diberikan kepada lingkup civitas akademika Poltekpar Bali tapi juga masyarakat.

“Kami meyakini kolaborasi antara Politeknik Pariwisata Bali dan Jiangxi Science and Technology Normal University akan mampu menciptakan sinergi yang positif dan saling menguntungkan, baik dalam bentuk pertukaran pelajar dan dosen, program pelatihan bersama, penelitian kolaboratif, maupun promosi kebudayaan lintas negara,” ujarnya.

“China Center” di Poltekpar Bali juga diharapkan bisa menjadi jembatan yang mempererat hubungan budaya, pendidikan, dan persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok, serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan institusi-institusi lainnya di masa yang akan datang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan pembukaan China Center ini. Semoga hubungan kemitraan ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi dunia pendidikan, industri, dan masyarakat secara keseluruhan,” ujar Ida Bagus Putu Puja.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Departemen Propaganda Partai Komite Provinsi Jianxi, Lu Xiaoqing menyampaikan beberapa tahun terakhir, di bawah arahan strategis kedua kepala negara, hubungan bilateral Tiongkok-Indonesia terus berlanjut dan merambah di segala bidang seperti politik, ekonomi, dan budaya, menunjukkan momentum pembangunan yang kuat dan memasuki tahap baru dalam membangun masa depan bersama untuk kepentingan masyarakat.

“Presiden Xi Jinping menekankan bahwa persahabatan antar negara terletak pada persahabatan diantara Masyarakat dari kedua negara tersebut. Seperti Jiangxi dan Bali dengan pemandangan nan indah dari pegunungan, sungai, dan laut. Saya berharap masyarakat kedua tempat akan sering saling mengunjungi dan seiring menjadi sahabat karib. Saya berharap kerja sama dan pertukaran antara kedua negara akan membuahkan hasil lebih banyak dan memberi manfaat bagi masyarakat pada khususnya,” kata Lu Xiaoqing.

Hal senada disampaikan Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Martini Mohamad Paham. Dalam keterangannya di Jakarta, ia menjelaskan bahwa pengembangan kapasitas dan kapabilitas SDM pariwisata merupakan salah satu faktor kunci dalam upaya mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan di Indonesia.

Terlebih Tiongkok merupakan salah satu negara penyumbang wisatawan terbesar ke Indonesia.

Pada 2024, jumlah kunjungan wisman Tiongkok sebesar 1,19 juta, meningkat 52 persen dibanding tahun 2023.

Sementara pada kuartal pertama 2025, jumlah kunjungan wisman Tiongkok sebanyak 279.040 kunjungan. Tumbuh sebesar 1,15 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebanyak 275.863 kunjungan.

“Kehadiran China Center hasil kolaborasi Poltekpar Bali dan Jiangxi Science and Technology Normal University diyakini akan semakin memperkuat SDM pariwisata Indonesia. Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Tiongkok dalam bidang pariwisata, serta meneguhkan posisi Indonesia sebagai destinasi wisata kelas dunia,” ujar Martini Paham.

Dalam acara itu juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepakatan (MoA) antara Politeknik Pariwisata Bali dengan Jiangxi Science and Technology Normal University tentang China Center

Turut hadir dalam acara tersebut, Konsul Jenderal Tiongkok di Denpasar, Zhang Zhieng; Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia periode 2024–2029 perwakilan Nusa Tenggara Timur, Abraham Paul Liyanto; Bupati Belu, Willybrodus Lay; Asisten Deputi Manajemen Strategis Kementerian Pariwisata, I Gusti Ayu Dewi Hendriyani; Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Provinsi NTT, serta pimpinan perguruan tinggi dari NTT

Kemenpar Perkuat Regulasi Pelaksanaan Wisata Edukasi

Jakarta, bintasara.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sedang proses penyusunan regulasi yang mengatur pelaksanaan wisata edukasi agar tercipta ekosistem yang aman, inklusif, dan berdampak positif.

Wamenpar Ni Luh Puspa dalam Diskusi Ngoprek (Ngobrolin Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) yang mengusung tema “Dilarang atau Diatur? Mencari Titik Temu Antara Study Tour dan Masa Depan Pariwisata” yang diinisiasi oleh Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Rabu (14/5/2025) mengatakan Pemerintah sedang dalam proses menyusun pedoman wisata edukasi yang berfokus pada keamanan siswa, kesiapan destinasi, dan nilai pembelajaran.

“Wisata edukasi perlu dirancang dengan hati-hati, tapi jangan sampai anak-anak kehilangan kesempatan belajar langsung dari lingkungan,” kata Ni Luh.

Menurutnya, fokus utama pemerintah bukan pada larangan, tetapi pada upaya menciptakan pedoman yang menjamin keselamatan dan kebermanfaatan wisata edukasi.

“Bukan soal menghasilkan angka pariwisata, tapi bagaimana kegiatan ini memberi manfaat nyata bagi adik-adik kita. Kita ingin solusi jangka panjang, bukan sekadar memadamkan polemik sesaat,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani, menambahkan regulasi ini perlu dihadirkan sebab sebelumnya belum ada regulasi yang mengatur mengenai wisata edukasi. Kehadiran regulasi ini akan menjadi angin segar bagi pelaksanaan study tour atau wisata edukasi bagi siswa sekolah.

“Ini bisa menjadi blessing in disguise. Diskusi seperti ini penting agar kita tidak terjebak pada pelarangan, tapi membahas model penyelenggaraan wisata edukasi yang bertanggung jawab,” ujar Rizki.

Hal senada disampaikan Direktur Utama TMII (Taman Mini Indonesia Indah), Intan Ayu Kartika, yang melihat perlunya regulasi dan standar nasional untuk memastikan study tour berjalan aman dan bermakna.

“Anak-anak perlu ruang belajar di luar kelas untuk membentuk karakter. Tapi tentu harus ada aturan yang mengatur jumlah pendamping, kurasi materi, hingga transportasi,” ungkap Intan.

Intan menyampaikan TMII sendiri selama ini menjadi salah satu destinasi utama wisata edukatif di Indonesia. Intan menegaskan pentingnya memperkenalkan kebudayaan dan keragaman sejak usia dini.

“Daripada terlalu jauh, TMII menawarkan pengalaman belajar budaya Indonesia yang kaya. Di sinilah anak-anak bisa mengenal akar ke-Indonesia-an mereka,” ujarnya.

Lalu, Koordinator Nasional P2G (Perhimpunan Pendidikan dan Guru), Satriawan Salim, menilai bahwa pelarangan total study tour justru bisa menghilangkan potensi pembelajaran yang kontekstual.

“Yang harus dihindari adalah tour tanpa study. Kita butuh standarisasi, dari proporsi pembimbing, keamanan, sampai substansi edukasinya,” ujar Satriawan.

Diskusi ini juga dihadiri Managing Director Adonta Education, Donny D; penggerak desa wisata Nglanggeran, Sugeng Handoko; dan Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Herdi Herdiansyah.

Wamen Ekraf Dorong Perlindungan HAKI Pelaku Ekraf PICA FEST

Jakarta, bintasara.com – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar mengatakan pentingnya menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang kuat dan melindungi ide-ide yang inovatif terkait event atau festival. Hal itu disampaikan Wamen Ekraf dalam audiensi dengan panitia acara Paradise Island Clothing Association (PICA) FEST, di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta, pada Rabu, 14 Mei 2025.

“Kementerian Ekonomi Kreatif ingin mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang dimulai dari daerah. Dengan kekuatan ekosistem dan kehadiran festival untuk UMKM lokal seperti PICA FEST, maka apa yang dilakukan sudah selaras untuk memajukan industri kreatif di Bali. Demi menarik lebih banyak sponsor dan pengunjung, Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) juga harus segera diurus agar bantu tingkatkan nilai merek suatu event” ujar Wamen Ekraf Irene dalam audiensi tersebut.

Wamen Ekraf Irene mengatakan bahwa PICA FEST selain fokus pada konsep acara, juga jadi wadah bagi komunitas yang ingin menciptakan nilai tambah dan memadukan kegiatan-kegiatan kreatif positif. Selain itu, Wamen Ekraf Irene menjelaskan bahwa kreativitas dan inovasi dalam festival dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

“Banyak festival yang bertebaran di berbagai daerah, tetapi kita tak punya data-data yang terintegrasi. Sepertinya kita harus bikin mapping seperti apa pengelolaan bisnis dalam event atau festival termasuk tipikal demografis pengunjung atau pengisi acaranya. Selain itu, harus ada konsolidasi untuk melihat potensi dari masing-masing festival tiap kota,” ungkap Wamen Ekraf Irene.

PICA FEST merupakan wadah bagi para pejuang industri kreatif muda yang fokus dalam fesyen sejak 2014. Dalam rangka membangkitkan dan memajukan UMKM di Bali, PICA FEST akan digelar selama 4 hari berturut-turut, pada 24-27 Juli 2025, di Lapangan Niti Mandala Denpasar.

Sementara itu, Ketua Panitia PICA FEST 2025, I Gede Andika Paramartha memaparkan peluang sektor ekonomi kreatif dari komunitas-komunitas yang ada di Bali. Menurutnya, PICA FEST tumbuh organik dan mengiringi kemunculan jenama-jenama lokal sehingga mencapai 20.000 orang per hari pada penyelenggaraan tahun lalu.

“PICA FEST merupakan festival clothing and music yang merangkul anak-anak muda, termasuk komunitas. Kami menggandeng beberapa komunitas dan memfasilitasi mereka di sana contohnya komunitas hewan reptil yang membuat seperti mini zoo dan banyak komunitas kreatif lain seperti e-sports, running, atau pencinta lingkungan. Harapannya, Kementerian Ekonomi Kreatif juga turut menjadi sponsor atau memperkenalkan acara kami ke brand-brand lokal sehingga PICA FEST makin dikenal dan jadi bisa masuk kalender event nasional,” kata Andika.

Dalam pertemuan ini, Wamen Ekraf Irene didampingi Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu dan Direktur Fesyen Romi Astuti.

Wamenekraf Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif di Daerah melalui Sinergi Hilirisasi

Jakarta, bintasara.com– Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar berbicara tentang peran Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional. Wamenekraf Irene menyebut Kemenekraf ibarat ‘biro jodoh’. Kok bisa?

Awalnya Wamenekraf Irene memaparkan sejumlah data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kemenekraf. Data itu menunjukkan kontribusi ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dari Rp 700 triliun pada 2013 menjadi lebih dari Rp 1.500 triliun pada 2024.

Tak hanya itu, data juga menunjukkan ekonomi kreatif meningkatkan lapangan kerja dari 14 juta pada tahun 2013 menjadi 26,47 juta pada 2024. Sedangkan untuk nilai ekspor mencapai USD 25,10 miliar pada tahun 2024 di mana sebelumnya pada tahun 2013 hanya USD 15 miliar.

“Ekonomi kreatif kini dipercaya sebagai The New Engine of Growth atau mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia. Harapannya, perkembangan ini bisa semakin mengakar dari daerah,” ujar Wamenekraf Irene dalam sambutannya saat menghadiri Konferensi Nasional bertajuk Peningkatan Nilai Tambah Ragam Keunggulan Daerah melalui Sinergi Hilirisasi Agrikultur, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif untuk Mendukung Pendalaman Pasar Sektor Jasa Keuangan diadakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Hotel DoubleTree by Hilton, Jakarta pada Senin, 28 April 2025.

Wamenekraf Irene turut menekankan kehadiran Kemenekraf sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Asta Cita ketiga yaitu mendorong penciptaan lapangan kerja berkualitas, mengembangkan industri kreatif, serta memperkuat infrastruktur nasional. Menurut Wamenekraf Irene, Kemenekraf berperan sebagai Subject Matter Expert dalam merumuskan kebijakan berbasis kondisi riil industri melalui pendekatan hexahelix.

Pada tahun pertama pemerintahan ini, Kemenekraf fokus membangun fondasi yang kuat. Wamenekraf menyebut salah satunya melalui pembuatan kebijakan dan pelaksanaan pelatihan seperti Financial Management One on One untuk mendukung pengelolaan keuangan para pelaku ekraf.

“Singkat kata ekraf adalah matchmaking agency atau biro jodoh, karena dengan jodoh yang benar atau jodohnya tepat itu bisa mengubah kehidupan menjadi lebih baik,” jelas Wamenekraf Irene.

‘Biro jodoh’ yang dimaksud Wamenekraf itu dengan mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dengan pihak pendukung yang tepat. Dengan begitu, lanjut Wamenekraf, cara itu diharapkan mendorong perubahan positif dalam ekosistem kreatif nasional.

Kemudian dalam memperluas akses pembiayaan, Kemenekraf bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui skema agunan berbasis Kekayaan Intelektual atau Intellectual Property (IP). Hal itu sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2022 tentang Ekonomi Kreatif dan Surat Edaran OJK Nomor S-12/D.03/2022.

Wamenekraf Irene turut didampingi oleh Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Kemenekraf Anggara Hayun Anujuprana. Sedangkan narasumber lain yang hadir dalam konferensi ini antara lain Ben Soebiakto (CEO PT Benson Kapital Indonesia), Marcel Siahaan (Ketua Lembaga Manajemen Kolektif Nasional/LMKN), dan Nicko Widjaja (CEO BRI Ventures).

Menteri Pariwisata Resmi Buka Pertemuan “The 37th UN Tourism Joint Commission for CAP-CSA”, Fokus pada Kolaborasi Pariwisata Asia-Pasifik

BINTASARA.com, JAKARATA – 15 April 2025 – Indonesia sebagai pemegang tongkat estafet ajang tahunan Joint Commission Meeting untuk Komisi UN Tourism untuk Asia Timur dan Pasifik (CAP) dan Komisi UN Tourism untuk Asia Selatan (CSA) yang ke-37 secara resmi memulai serangkaian agenda pertemuan di Jakarta.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana yang hadir secara langsung untuk membuka pertemuan CAP-CSA 2025 di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (15/4/2025) menyampaikan Indonesia mendapat kehormatan sebagai tuan rumah salah satu pertemuan penting bagi sektor pariwisata di Kawasan Asia-Pasifik.

“Selama dua hari ke depan, kita akan melakukan sejumlah diskusi dan pembahasan mengenai agenda utama yang akan membentuk masa depan pengembangan pariwisata di kawasan Asia-Pasifik,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti.

Delegasi Bahas Agenda Strategis Pariwisata Asia-Pasifik

Para delegasi yang hadir, akan terlibat dalam the 37th Joint Meeting of the UN Tourism Commission for East Asia and the Pacific & the UN Tourism Commission for South Asia (37th CAP-CSA); the 56th Meeting of the UN Tourism Commission for East Asia & the Pacific (56th CAP); the 60th Meeting of the UN Tourism Commission for South Asia (60th CSA); serta Networking Dinner pada hari pertama (15/4).

Kemudian, terdapat Konferensi Regional Pariwisata PBB yang terjadwalkan pada hari kedua (16/4), dengan fokus utama pembahasan mengenai kebijakan pariwisata pada ekonomi sirkular. Forum lewat fasilitas pakar pariwisata PBB ini akan memberikan wawasan berharga tentang tren global dan regional dalam investasi pariwisata.

“Ini akan menjadi kesempatan yang tepat untuk berbagi best practice sebagai upaya memperluas pengetahuan dan pengalaman kolektif kita, terutama dalam memajukan ekonomi sirkular untuk pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti.

Menteri Pariwisata Widiyanti mengajak para delegasi untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk berkontribusi lebih dalam bagi masa depan sektor pariwisata, khususnya di wilayah Asia-Pasifik.

“Partisipasi aktif para delegasi tentu akan memainkan peran penting dalam mendorong perubahan positif, tidak hanya untuk masing-masing negara tetapi juga untuk komunitas Asia-Pasifik yang lebih luas,” harap Menteri Pariwisata Widiyanti.

Indonesia Dorong Kolaborasi Global di Tengah Ketidakpastian Dunia

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan saat ini kondisi global mengalami banyak ketidakpastian. Sehingga pertemuan ini sangat tepat dilangsungkan untuk mengurangi dampak dari ketidakpastian global, khususnya di sektor pariwisata agar tidak mempengaruhi pertumbuhan global.

Pemerintah Indonesia berkomitmen menempuh jalur kerja sama dengan semua negara dan memahami bahwa setiap negara memiliki perhatiannya sendiri. Namun, Indonesia percaya bahwa kekuatan kolaborasi dapat membuat bangsa ini menjadi lebih kuat dan sejahtera bersama.

Pariwisata adalah sektor yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga manfaat sosial dan budaya. Jadi mari kita bekerja dan menggunakan pertemuan ini untuk berkolaborasi di antara kita untuk membahas langkah strategis promosi pariwisata dan dapat peningkatan pertumbuhan ekonomi, inklusivitas, dan melestarikan lingkungan kita,” kata Airlangga.

Sekretaris Jendral PBB, Zurab Pololikashvili, mengatakan Kawasan Asia Pasifik telah berhasil bangkit kembali semakin kuat dari dampak jangka panjang dari krisis terbesar dalam sejarah sektor pariwisata.

Tercatat pada tahun 2024, Kawasan Asia Pasifik menyambut 316 juta wisatawan internasional. Jumlah ini meningkat 33 persen atau sebanyak 78 juta kedatangan wisatawan dari tahun sebelumnya yaitu tahun 2023.

Pertumbuhan yang luar biasa ini menggarisbawahi momentum pemulihan yang besar. Karenanya selama dua hari ke depan, para anggota CAP-CSA akan memfokuskan pembahasan pada beberapa area prioritas dalam program kerja yaitu investasi pariwisata, investasi hijau, dan ekonomi sirkular.

“Prioritas ini akan meletakkan dasar bagi sektor pariwisata yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” kata Zurab.

Indonesia Resmi Buka UN Tourism CAP CSA 2025 di Jakarta

Ketua Komisi Pariwisata PBB untuk Asia Timur dan Pasifik, Esperanza Christina Garcia, mengapresiasi Indonesia atas keramahtamahan yang sangat baik sebagai tuan rumah pertemuan pariwisata yang tidak hanya mencerminkan keunggulan organisasi Indonesia.

“Tetapi juga komitmen yang mendalam untuk membina persatuan, kolaborasi, dan pertumbuhan di kawasan kita. Semoga diskusi kita hari ini akan memberikan kontribusi besar bagi pengembangan cakrawala pariwisata,” kata Garcia.

Penyelenggaraan pertemuan UN Tourism ini mendapat dukungan sejumlah mitra strategis, di antaranya BCA, Injourney dan Injourney Group, Traveloka, Plataran Indonesia, Bank Indonesia, Hotel Mulia, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Grab Indonesia, BYD, Sarinah, Museum Nasional, Garuda TV, dan dukungan mitra lainnya.

Turut hadir, Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh P Daulay; Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa; Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata RI, Zita Anjani; serta Anggota Komisi Pariwisata Bersama PBB untuk Asia Timur dan Pasifik.

Lantik 6 Pejabat, Menekraf Tegaskan Komitmen Wujudkan Asta Cita Prabowo di Sektor Ekraf

BINTASARA.com – 14 April 2025 – Menteri Ekonomi Kreati (Menekraf), Teuku Riefky Harsya melantik 3 pejabat tinggi pratama dan 3 pejabat fungsional di lingkungan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf). Menekraf Riefky menegaskan urgensi profesionalitas dalam upaya membangun budaya kerja optimal.

“Saya ingin menegaskan bahwa saudara-saudara harus menjadi teladan bagi seluruh jajaran di bawah kepemimpinannya. Tak henti saya juga mengingatkan bahwa kita harus terus membangun budaya kerja yang profesional, transparan, dan inovatif untuk mendukung setiap potensi yang ada pada tiap individu-individu dalam tim kerja,” kata Menekraf Riefky dalam pelantikan yang dihelat di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta pada Senin, 14 April 2025.

Dalam amanatnya, Menekraf Riefky menyebut komitmen dan kebijakan yang diambil harus berjalan sesuai amanat Asta Cita demi terwujudnya ekonomi kreatif yang menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional, the new engine of growth. Menekraf Riefky ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil berpihak pada kepentingan masyarakat dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Dalam Asta Cita, Bapak Presiden Prabowo memberi tugas strategis kepada kita di Kementerian Ekraf/Badan Ekraf untuk ikut membangun kemandirian bangsa dan berkontribusi terhadap peningkatan lapangan kerja berkualitas melalui pengembangan subsektor ekonomi kreatif,” ujar Menekraf Riefky.

Menekraf Riefky juga berharap terhadap para pejabat yang telah disumpah untuk melakukan kolaborasi solid dan terintegrasi.

“Kepercayaan yang diberikan kepada Saudara bukanlah sebuah hadiah melainkan tanggung jawab yang harus ditunaikan. Saya ingin menegaskan bahwa semangat pelayanan publik menjadi komitmen yang harus dipegang teguh oleh kita semua sehingga perlu kolaborasi yang solid dan terintegrasi mulai dari Menteri dan Wamen, Kesekretariatan, Kedeputian, sampai Direktorat beserta jajarannya. Saya mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik hari ini untuk bekerja dari hati, dengan penuh dedikasi, dan berintegritas tinggi,” tambah Menekraf Riefky.

Berikut daftar nama beserta jabatan pejabat yang dilantik dan dikukuhkan hari ini:

1. Reslyana Dwitasari sebagai Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin)

2. Sabar Norma Megawati Panjaitan sebagai Direktur Arsitektur dan Desain.

3. Doni Setiawan sebagai Direktur Film, Animasi, dan Video.

4. Wayan Juldandy Chandra sebagai Perencana Ahli Muda pada Biro Perencanaan dan Keuangan untuk Sekretariat Kementerian.

5. Dedy Andriansyah sebagai Analis Kebijakan Ahli Madya pada Direktorat Pengembangan Fasilitasi Kekayaan Intelektual untuk Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif.

6. Nunik Nugrahaeni sebagai Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Madya pada Direktorat Gim untuk Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi.

Turut mendampingi Menekraf Riefky, yaitu Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif Dessy Ruhati, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Kreativitas Media Agustini Rahayu, serta Staf Ahli Menteri Bidang Sistem Pemasaran dan Infrastruktur Septriana Tangkary beserta Staf Khusus Menteri Tim Isu Strategis dan Antarlembaga Rian Syaf.

Kemenekraf di bawah kepemimpinan Menekraf Riefky dalam 5 tahun ke depan menargetkan pencapaian 27 juta lapangan kerja khususnya generasi muda, dalam tujuan menciptakan lapangan kerja yang berkualitas.

Dibantu Irene Umar sebagai Wamenekraf, Menekraf Riefky mendorong 17 subsektor ekraf untuk mewujudkan visi misi Prabowo-Gibran, khususnya Asta Cita nomor 3, yaitu meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan mengembangkan industri kreatif.

Melalui penguatan ekosistem secara hexahelix, Kemenekraf diyakini akan mampu menjadi the new engine of growth atau mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah.

Menekraf: Lisensi Jadi Kata Kunci Dorong Pegiat Ekraf Terus Berkembang

Jakarta, bintasara.com – Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mendukung lisensi merek dan fasilitas kekayaan intelektual sebagai bentuk perlindungan terhadap hak cipta dan merek. Hal itu dibahas Menekraf Riefky dalam pertemuan dengan Ketua Umum Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI) Susanty Widjaya.

“Hal yang sedang intens kami lakukan bersama Menteri Hukum yaitu terkait pendalaman lisensi merek dan hak kekayaan intelektual,” kata Menekraf Riefky dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta pada Kamis, 10 April 2025.

“Lisensi menjadi kata kunci untuk mendorong para pegiat ekonomi kreatif terus berkembang sehingga merek lokal lebih dikenal sebelum dibanjiri dengan merek asing. Sejalan dengan hal itu, komersialisasi dari kekayaan intelektual juga makin mudah ke arah global asalkan ada perlindungan hak cipta, merek, dan kekayaan intelektualnya,” imbuh Menekraf Riefky.

Menekraf Riefky berharap masukan dari ASENSI untuk pemetaan terhadap peningkatan pemahaman kekayaan intelektual. Menekraf Riefky juga menyinggung 8 Program Unggulan Kemenekraf yaitu 8 ASTA EKRAF: EKRAF KAYA, EKRAF DATA, PASAR EKRAF, SINERGI EKRAF, TALENTA EKRAF, SENTRA EKRAF, DANA EKRAF, dan EKRAF BIJAK yang bisa diwujudkan melalui rantai nilai ekonomi kreatif untuk mempererat sinergi kebijakan terhadap lisensi merek lokal.

“Banyak yang bisa kita perjuangkan bersama contohnya melalui program EKRAF KAYA dan EKRAF DATA. Kami terbuka untuk bersinergi dengan ASENSI agar makin banyak lisensi-lisensi di Indonesia yang tidak hanya ke pasar lokal, tapi bisa menuju internasional,” kata Menekraf Riefky.

ASENSI sendiri merupakan wadah organisasi pertama di Indonesia bagi para pengusaha lisensi seperti kemitraan, start-up, UMKM, co-branding, peluang usaha, termasuk waralaba. Wadah ini bertujuan untuk memberdayakan momentum lisensi merek dan produk lokal sebagai pemegang Hak Kekayaan Intelektual (HKI/HaKI) secara keseluruhan sejak didirikan pada tanggal 2 April 2018.

“Kementerian Ekraf/Badan Ekraf sangat berkorelasi dengan ASENSI, yang mana tentu kami perlu dukungan penuh untuk perlindungan IP dan HaKI. Ke depan, kita bisa melakukan mapping terkait 17 subsektor ekonomi kreatif dan seperti apa mekanisme pendanaan atau komersialisasi dari suatu IP. Ini sebagai bentuk dukungan terhadap lisensi merek dan produk lokal yang tak hanya menjadi raja di negara kita sendiri, tetapi juga bisa go global,” ucap Susanty Widjaya.

Selain itu, ASENSI berharap Kemenekraf turut serta dalam Pameran Indonesia Licensing and Franchise Export (ILFEX). Pameran itu akan digelar pada 15-19 Oktober 2025 di ICE BSD.

“Tahun ini, kami akan mengadakan ILFEX 2025 bersamaan dengan Trade Expo Indonesia (TEI). Jangan lewatkan momen tersebut untuk dukung IP lokal, lisensi merek, dan waralaba dengan satu tujuan bersama yaitu empowering national license di Indonesia,” lanjut Susanty Widjaja.

Pada kesempatan tersebut, Menekraf Riefky didampingi Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi, Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan Radi Manggala, Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Anggara Hayun Anujuprana, dan Direktur Fesyen Romi Astuti.

Kementerian Ekonomi Kreatif di bawah kepemimpinan Menekraf Teuku Riefky Harsya dalam 5 tahun menargetkan pencapaian 27 juta lapangan kerja khususnya generasi muda, dalam tujuan menciptakan lapangan kerja yang berkualitas.

Dibantu Irene Umar sebagai Wamenekraf, Menekraf Riefky mendorong 17 subsektor ekraf untuk mewujudkan visi misi Prabowo-Gibran, khususnya Asta Cita nomor 3, yaitu meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan mengembangkan industri kreatif.

Melalui penguatan ekosistem secara hexahelix, Kementerian Ekraf/Badan Ekraf diyakini akan mampu menjadi the new engine of growth atau mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah.