April 14, 2026 09:24
Breaking News

Indonesia Gaungkan GoBeyondOrdinary di ITB Berlin 2026

Berlin, Bintasara.com – Indonesia melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggaungkan kampanye #GoBeyondOrdinary dalam partisipasi Wonderful Indonesia pada ITB Berlin 2026, pameran pariwisata business to business (B2B) terbesar, tertua, dan paling bergengsi di dunia.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana saat membuka Paviliun Indonesia di Berlin Expo Center, Messe Berlin, Selasa (3/3/2026), menyampaikan tema #GoBeyondOrdinary dipilih untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai destinasi yang tidak hanya indah, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata berkualitas dan bernilai tambah.

“Kampanye #GoBeyondOrdinary menjadi cerminan program unggulan Pariwisata Naik Kelas atau Upscaled Tourism Kementerian Pariwisata yang menekankan penciptaan nilai tambah melalui quality tourism,” kata Menpar Widiyanti.

ITB Berlin 2026 berlangsung pada 3–5 Maret 2026. Paviliun Indonesia menempati lahan seluas 441 meter persegi di Hall 26 No. 111 dan menjadi salah satu paviliun dengan partisipasi industri terbesar dalam lima tahun terakhir.

Paviliun Indonesia menampilkan paket wisata unggulan meliputi pariwisata bahari (marine tourism), gastronomi (gastronomy tourism), kebugaran (wellness tourism), wastra Nusantara (traditional textiles), serta seni dan desain (art and design). Produk-produk tersebut tersebar di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 3 Destinasi Pariwisata Regeneratif, yang merepresentasikan keberagaman dan kekuatan daya tarik Indonesia.

Baca Juga  Menteri Pariwisata Resmi Buka Pertemuan "The 37th UN Tourism Joint Commission for CAP-CSA", Fokus pada Kolaborasi Pariwisata Asia-Pasifik

Sebanyak 106 pelaku industri pariwisata dari 14 provinsi turut ambil bagian untuk memperluas jejaring bisnis, menjalin kemitraan internasional, dan mencapai target transaksi dengan buyers dari berbagai negara.

Pelaku industri yang menjadi peserta terdiri atas 90 penyedia jasa pariwisata nasional, mencakup 32 travel agent/tour operator, 52 penyedia akomodasi, 1 desa wisata, serta 5 penyedia jasa pariwisata lainnya. Selain itu, Paviliun Indonesia diperkuat oleh mitra kolaborator, yakni White Tiger DMC Bali yang menghadirkan 4 industri, Marriott Bonvoy dengan 7 industri, serta Bank Central Asia melalui Program Bakti BCA yang berpartisipasi bersama 4 desa wisata dan 1 travel agent. Partisipasi ini mencerminkan kolaborasi solid antara pemerintah dan industri dalam mendorong daya saing pariwisata nasional di pasar global.

Dalam pembukaan Paviliun Indonesia, Menpar Widiyanti yang didampingi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman, Bapak Abdul Kadir Jailani menyampaikan apresiasi atas semangat kolaborasi industri.

Baca Juga  Indonesia Promosikan Go Beyond Ordinary di NATAS Travel Fair 2026 Singapura

“Sebanyak 106 industri dari 14 provinsi hadir mewakili keberagaman dan kekuatan Indonesia. Kehadiran Bapak/Ibu sekalian adalah bukti nyata bahwa pariwisata Indonesia tumbuh karena kolaborasi, kerja keras, dan kepercayaan bersama,” kata Menpar.

Paviliun Indonesia juga mendapat dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang menghadirkan pertunjukan budaya dan Abang None Jakarta. Dukungan turut diberikan Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara dengan memfasilitasi dua industri pariwisata lokal untuk berpartisipasi dalam ITB Berlin 2026.

Kementerian Pariwisata memanfaatkan momentum ITB Berlin sebagai ajang strategis untuk memperkuat promosi paket pariwisata ramah muslim yang semakin diminati wisatawan global. Peluang ini dinilai potensial karena ITB Berlin menjadi titik temu buyers dari Eropa, Timur Tengah, Asia, hingga Afrika.

“Dengan keragaman daya tarik yang dimiliki, Indonesia menghadirkan pengalaman berwisata yang menyentuh sisi manusiawi wisatawan melalui koneksi dengan masyarakat lokal, kekayaan budaya, serta tradisi autentik di setiap destinasi,” kata dia.

Sebagai outcome partisipasi pada ITB Berlin 2026, Kemenpar menargetkan 580.000 potensi transaksi wisatawan (pax) atau setara Rp15 triliun potensi devisa negara. Target tersebut mencerminkan optimisme terhadap peningkatan kontribusi sektor pariwisata dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga  Truk Box Oleng, Hantam Dua Mobil Terparkir di Bergas

Paviliun Indonesia tahun ini juga dirancang menghadirkan pengalaman multisensori bagi pengunjung. Pengunjung dapat menikmati performansi musik dan tarian tradisional, mencicipi kuliner dan kopi Nusantara di Gastronomy Corner, serta mengikuti The Scent of Wonderful Indonesia Workshop di Wellness Corner yang didukung Rumah Atsiri Indonesia.

“Melalui Paviliun Indonesia seluas 441 meter persegi, kami menghadirkan pengalaman multisensori yang merepresentasikan semangat #GoBeyondOrdinary melalui aktivasi di Gastronomy Corner, Wellness Corner, serta performansi budaya yang memperlihatkan kekayaan jiwa bangsa. Kami tidak hanya mempromosikan destinasi, tetapi juga menghadirkan rasa, cerita, dan identitas Indonesia kepada dunia,” kata Widiyanti.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini; Konsul Jenderal Republik Indonesia di Hamburg Renata Siagian; serta Pelaksana Konsul Jenderal Republik Indonesia di Frankfurt Toary Ceacer Fransiskus Worang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya