BINTASARA.com, KABUPATEN NIAS – Warga Desa Ehosakhozi, Kecamatan Hiliserangkai, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, berharap agar program Karya Bakti TNI Skala Besar, Tahun 2026 yang sedang berjalan dapat menjangkau pembangunan infrastruktur di wilayah mereka, khususnya pembangunan jembatan di sungai Dofitolu.
Jembatan yang terletak di Dusun II Desa Ehosakhozi merupakan akses penghubung utama sejumlah wilayah, termasuk Desa Atualuo dan Desa Ehosakhozi. Pasalnya, selama ini, masyarakat masih harus melintasi aliran sungai yang kerap sulit melewati akibat deras arus, terutama saat banjir.
Pembangunan Jembatan Mudahkan Lalu Lintas Warga
Salah seorang warga, YL berharap kepada pihak TNI dapat mengarahkan pembangunan satu unit jembatan bailey atau jembatan aramco untuk membuka akses transportasi yang lebih aman dan layak bagi warga di sana.
“Jembatan ini nantinya akan menghubungkan Desa Atualuo dengan Desa Ehosakhozi Dusun I serta menjadi jalur penghubung utama bagi beberapa wilayah lain. Jika jembatan itu sudah terbangun maka akan sangat membantu kelancaran aktivitas masyarakat,” ujarnya kepada kepada wartawan, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut memiliki peran strategis karena menjadi akses utama warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, bersekolah, hingga mengangkut hasil pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.
“Kami berharap ada perhatian nyata dari pihak TNI untuk berkenan membangun jembatan bailey atau jembatan aramco karena sangat membantu memperlancar mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.
Pembangunan Jembatan Sungai Dofitolu Sangat Mendesak
Keluhan serupa oleh salah seorang pengendara sepeda motor yang rutin melintasi kawasan tersebut dan enggan menyebutkan namanya. mengaku bahwa akses menuju sungai sangat sulit untuk menyebrangi, terutama bagi pelajar yang setiap hari menggunakan jalur tersebut untuk berangkat ke sekolah.
“Kalau hujan turun, sungai ini banjir dan pasti tidak bisa dilewati. Anak-anak sekolah dan masyarakat sering mengalami kesulitan. Karena itu kami sangat berharap ada pembangunan jembatan,” ujarnya.
Ia mengaku hingga saat ini belum ada solusi infrastruktur yang memadai untuk mengatasi persoalan tersebut. Akibatnya, masyarakat masih harus menghadapi resiko saat melintasi sungai, terutama ketika debit air meningkat.
Kata dia, pembangunan jembatan permanen menjadi kebutuhan utama. Namun bila belum memungkinkan, paling tidak jembatan aramco dapat menjadi solusi sementara untuk menjamin konektivitas masyarakat.
“Sungai ini sangat membutuhkan jembatan. Bahkan para pejalan kaki dan pengendara roda dua saja masih sulit melintasinya. Apalagi kendaraan roda empat hampir tidak mungkin melintasinya lantaran kondisi medan yang sempit dan diapit jurang di kedua sisi. Tidak ada jalur alternatif lain sehingga warga tetap terpaksa menggunakan akses tersebut meskipun kondisi berbahaya,” tuturnya.
Karya Bakti TNI 2026, Dapat Menjangkau Wilayah Terpencil
Warga berharap program Karya Bakti TNI Skala Besar Tahun 2026 tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur di titik-titik tertentu, tetapi juga dapat menyentuh wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses transportasi.
Masyarakat meyakini pembangunan jembatan di sungai Dofitolu akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan konektivitas antarwilayah, mempermudah akses pendidikan dan layanan kesehatan, serta memperkuat perekonomian lokal yang sebagian besar bertumpu pada sektor pertanian.
(Kris Laoli)



