Juli 25, 2026 18:35
Breaking News

Lapas Gunungtua Laksanakan Tes Urine Pegawai dan WBP, Seluruh Sampel Negatif

BINTASARA.com, GUNUNGTUA – Tes Urine Lapas Gunungtua kembali dilaksanakan sebagai langkah nyata dalam memperkuat pengawasan sekaligus mendukung program pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan yang berlangsung di Lapas Kelas III Gunungtua pada Sabtu (25/07/2026) tersebut menyasar pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), sebagai bagian dari upaya deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkoba.

Melalui kegiatan ini, Lapas Gunungtua menegaskan komitmennya dalam mewujudkan lembaga pemasyarakatan yang bersih dari narkoba, aman, serta menjunjung tinggi integritas seluruh jajaran.

Sebelum pelaksanaan tes urine dimulai, Kepala Lapas Kelas III Gunungtua, Japaruddin Ritonga, memberikan arahan kepada seluruh petugas.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan tes urine bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan instrumen penting untuk memastikan seluruh pegawai maupun warga binaan terbebas dari penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.

Baca Juga  Perkuat Sinergitas, Lapas Kotapinang Terima Kunjungan Kerja Kapolres Labuhanbatu Selatan

Menurutnya, keberhasilan pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan harus diawali dengan terciptanya lingkungan yang sehat, disiplin, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Oleh karena itu, seluruh jajaran diharapkan terus menjaga integritas, meningkatkan kedisiplinan, serta mendukung berbagai program pencegahan yang telah dicanangkan pemerintah dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Dalam pelaksanaannya, petugas memilih sebanyak 10 orang Warga Binaan Pemasyarakatan secara acak untuk mengikuti pemeriksaan.

Proses pengambilan sampel urine berlangsung secara transparan dan sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.

Pemeriksaan dilakukan oleh petugas kesehatan Lapas Kelas III Gunungtua dengan mengedepankan prinsip profesionalisme, objektivitas, dan akuntabilitas.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh sampel urine yang diperiksa dinyatakan negatif.

Baca Juga  Bahas Usulan Remisi Umum dan Hak Integrasi, Lapas Gunungsitoli Gelar Sidang TPP

Dengan demikian, tidak ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan narkotika, psikotropika, maupun zat adiktif lainnya di antara peserta yang menjalani tes urine pada kegiatan tersebut.

Keberhasilan ini menjadi indikator positif bahwa program pembinaan, pengawasan, serta upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di Lapas Kelas III Gunungtua berjalan secara efektif.

Selain menjadi bentuk pengawasan internal, kegiatan Tes Urine Lapas Gunungtua juga memperkuat komitmen seluruh jajaran dalam mendukung program akselerasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba.

Lapas Kelas III Gunungtua berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan deteksi dini secara berkala melalui tes urine, razia kamar hunian, penguatan pengawasan, serta pembinaan kepada warga binaan.

Baca Juga  Lapas Gunungsitoli Ikuti Pembahasan Persiapan PMP Hari Anak dan Penguatan Sistem Pemasyarakatan

Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah masuknya narkoba ke dalam lapas sekaligus membangun budaya kerja yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada keamanan serta keberhasilan proses pembinaan.

Dengan hasil negatif yang diperoleh pada seluruh sampel pemeriksaan, Lapas Kelas III Gunungtua optimistis dapat terus mempertahankan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, kondusif, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Komitmen ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang semakin berkualitas serta memberikan manfaat bagi proses pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *