BINTASARA.com, GUNUNGSITOLI – Pengawasan Lapas Gunungsitoli Kondusif terus diperkuat untuk menjaga keamanan sekaligus mendukung pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kepala Lapas Kelas IIB Gunungsitoli, Sahat Bangun, memimpin langsung kegiatan trolling di area blok hunian dan dilanjutkan dengan panen ikan lele dalam program ketahanan pangan di area branggang Lapas Kelas IIB Gunungsitoli, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh pejabat struktural, staf terkait, serta peserta magang.
Kalapas bersama jajaran turun langsung untuk memastikan kondisi lingkungan Lapas tetap aman, tertib, dan kondusif.
Pengawasan secara langsung juga menjadi langkah penting untuk mendeteksi lebih awal berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Kalapas Pantau Langsung Kondisi Blok Hunian
Dalam kegiatan trolling, Sahat Bangun bersama jajaran berkeliling ke sejumlah area blok hunian.
Mereka memeriksa kondisi lingkungan sekitar blok, fasilitas hunian, serta aktivitas WBP yang sedang menjalani masa pembinaan.
Melalui pengawasan tersebut, jajaran Lapas dapat melihat secara langsung situasi di dalam blok hunian.
Petugas juga memastikan WBP menjalankan aktivitas sesuai dengan ketentuan dan tata tertib yang berlaku.
Kehadiran pimpinan bersama jajaran di area hunian menunjukkan komitmen Lapas Kelas IIB Gunungsitoli dalam memperkuat pengawasan.
Langkah ini sekaligus mendorong terciptanya lingkungan Pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif.
Sahat Bangun menekankan pentingnya pengawasan secara rutin sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan Lapas.
Dengan kontrol langsung, petugas dapat segera mengetahui kondisi di lapangan dan mengambil langkah yang diperlukan apabila menemukan potensi gangguan keamanan maupun pelanggaran tata tertib.
Panen Ikan Lele Dukung Ketahanan Pangan
Setelah menyelesaikan trolling di blok hunian, Kalapas bersama jajaran melanjutkan kegiatan dengan memanen ikan lele di area branggang.
Panen tersebut menjadi bagian dari program ketahanan pangan yang memanfaatkan lahan tersedia di lingkungan Lapas untuk kegiatan produktif.
Program ketahanan pangan tidak hanya mendukung pemanfaatan lahan, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian bagi WBP.
Melalui kegiatan budidaya ikan, WBP mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan, belajar bertanggung jawab, serta mengenal aktivitas produktif yang dapat memberikan manfaat dalam kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa Lapas Kelas IIB Gunungsitoli terus mengembangkan program pembinaan yang sejalan dengan aspek keamanan.
Pengawasan Lapas Gunungsitoli berjalan beriringan dengan pembinaan produktif sehingga lingkungan Lapas tidak hanya aman dan tertib, tetapi juga mampu memberikan ruang bagi WBP untuk mengembangkan potensi dan keterampilan.
Keamanan dan Pembinaan Berjalan Seimbang
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan kondusif. Pengawasan blok hunian serta panen ikan lele menjadi bukti bahwa Lapas Kelas IIB Gunungsitoli terus menjaga keseimbangan antara keamanan dan pelaksanaan program pembinaan.
Melalui pengawasan yang dilakukan secara rutin dan program ketahanan pangan yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIB Gunungsitoli berupaya menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang aman, tertib, produktif, dan mendukung proses pembinaan WBP.
Kegiatan tersebut sekaligus memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa jajaran Lapas Kelas IIB Gunungsitoli menjalankan pengawasan secara langsung dan berkelanjutan.
Di sisi lain, petugas juga terus memberikan kesempatan kepada WBP untuk mengikuti kegiatan positif yang dapat meningkatkan keterampilan dan kemandirian.
Dengan langkah tersebut, pengawasan Lapas Gunungsitoli diharapkan mampu menjaga kondisi keamanan dan ketertiban sekaligus memperkuat pelaksanaan pembinaan.
Komitmen ini menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas IIB Gunungsitoli dalam memberikan pelayanan Pemasyarakatan yang aman, tertib, produktif, dan berorientasi pada pembinaan WBP.

