BINTASARA.com, RANTAU – No Pungli dan Zero Halinar menjadi komitmen Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rantau dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, transparan, dan berintegritas.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui kegiatan penyuaraan dan sosialisasi kepada Warga Binaan pada Jumat (04/09).
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman Warga Binaan mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan.
Petugas menyampaikan bahwa, seluruh pihak harus bersama-sama mencegah praktik pungutan liar (pungli) serta peredaran dan penyalahgunaan handphone dan narkoba.
Melalui sosialisasi tersebut, jajaran Rutan Rantau mengajak Warga Binaan untuk memahami dan menjalankan komitmen No Pungli dan Zero Halinar.
Petugas juga mengingatkan bahwa pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat mengganggu keamanan, ketertiban, dan kualitas pembinaan di dalam Rutan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah preventif Rutan Rantau untuk membangun kesadaran bersama.
Petugas tidak hanya menyampaikan larangan, tetapi juga mengajak Warga Binaan berperan aktif dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif.
Kepala Rutan Kelas IIB Rantau, Renaldi Hutagalung, menegaskan bahwa seluruh jajaran Rutan Rantau berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat dan Warga Binaan secara profesional, transparan, serta tanpa pungutan liar.
“Kami tegaskan bahwa Rutan Rantau No Pungli dan Zero Halinar. Tidak ada toleransi terhadap praktik pungli maupun peredaran handphone dan narkoba. Mari bersama-sama menjaga Rutan Rantau tetap bersih, aman, dan berintegritas,” tegasnya.
Selain menegaskan larangan, Renaldi juga mendorong seluruh petugas untuk memberikan pelayanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ia berharap komitmen tersebut dapat diterapkan secara konsisten dalam setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan di Rutan.
Kasubsi Pelayanan Tahanan, Darmawan Saputra, turut mengajak seluruh Warga Binaan mendukung program Zero Halinar.
Menurutnya, keberhasilan menciptakan lingkungan yang bersih dari pungli, handphone ilegal, dan narkoba membutuhkan partisipasi seluruh pihak.
“Kami mengajak seluruh Warga Binaan untuk ikut menjaga komitmen ini. Jika menemukan adanya indikasi pungli atau pelanggaran lainnya, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” ujarnya.
Darmawan menambahkan bahwa keterbukaan dalam menyampaikan laporan dapat membantu petugas mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Karena itu, Rutan Rantau terus mendorong terciptanya komunikasi yang baik antara petugas dan Warga Binaan.
Melalui kegiatan penyuaraan dan sosialisasi ini, Rutan Rantau kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun tata kelola pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas.
Komitmen No Pungli dan Zero Halinar diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi budaya kerja yang diwujudkan melalui tindakan nyata.
Dengan dukungan petugas dan Warga Binaan, Rutan Rantau optimistis dapat menjaga lingkungan yang aman, tertib, kondusif, dan bebas dari praktik pungutan liar serta penyalahgunaan handphone dan narkoba.

