Kaban Kesbangpol Nisel: Pembentukan PPWK sebagai Upaya Memperkuat Pemahaman Nilai-Nilai Kebangsaan
Nias Selatan, Bintasara.com – Pembentukan Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) di Kabupaten Nias Selatan tidak semata-mata lahir dari agenda kelembagaan pemerintah daerah, namun gagasan itu berawal dari inisiatif Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Nias Selatan sebagai upaya membangun wadah kolaboratif untuk memperkuat pemahaman nilai-nilai kebangsaan, khususnya di kalangan generasi muda.
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Nias Selatan, Fanotona Laia, S.H., M.Kn., kepada wartawan, di Ruang Kerjanya, Jalan Arah Lagundri KM.7, Kecamatan Fanayama, Senin (14/09/2026), menuturkan pembentukan PPWK merupakan bagian dari gagasan yang ia kembangkan sebagai proyek perubahan dalam mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 yang diselenggarakan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI bersama BPSDM Provinsi Sumatera Utara.
Fanotona menjelaskan, PPWK dibentuk dengan merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 71 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendidikan Wawasan Kebangsaan. Pembentukan itu juga menindaklanjuti surat Menteri Dalam Negeri melalui Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Nomor 000.9.1.1/e-469/Polpum tertanggal 30 April 2026 mengenai percepatan pembentukan Kelompok Kerja Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan di daerah.
“PPWK ini kita gagas sebagai sebuah wadah strategis untuk membangun pemahaman dan pengamalan wawasan kebangsaan secara lebih terarah melalui kolaborasi berbagai elemen,” pungkas Kaban Kesbangpol.
Keberadaan PPWK di Nias Selatan, kata dia, diharapkan tidak berhenti pada pembentukan struktur tim maupun kegiatan seremonial. Namun, PPWK lebih diarahkan menjadi ruang kolaborasi dan pembelajaran yang mempertemukan pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, partai politik, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, hingga elemen masyarakat lainnya.
Fanotona Laia menyebut, pendekatan kolaboratif penting karena pendidikan wawasan kebangsaan tidak dapat dibebankan kepada satu institusi saja. Penguatan nilai Pancasila, persatuan, toleransi, demokrasi, integritas, serta kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat.
“Ini bukan hanya program Kesbangpol. PPWK harus menjadi gerakan bersama. Karena itu, sinergi dan kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya,” ungkapnya.
Ia memaparkan, salah satu sasaran penting dari keberadaan PPWK adalah membangun generasi muda Nias Selatan yang memiliki karakter Pancasila, memahami keberagaman, serta memiliki komitmen terhadap persatuan dan keutuhan NKRI.
Oleh sebab itu, program yang nantinya dikembangkan melalui PPWK diharapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat Nias Selatan, terutama dalam menghadapi dinamika sosial yang terus berkembang.
Kaban Kesbangpol juga menuturkan, rapat koordinasi bersama Forkopimda yang digelar pada Jumat (11/9/2026) menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi mengenai arah kebijakan PPWK sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi.
Pada forum tersebut, DPRD Nias Selatan turut menyatakan dukungan terhadap penguatan pendidikan wawasan kebangsaan bagi generasi muda dan mendorong adanya kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pelaksanaan program PPWK.
“Dukungan dari berbagai pihak ini menjadi modal penting agar PPWK dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tukasnya.
Ia berharap PPWK ke depan tidak hanya menjadi pusat edukasi, tetapi juga berkembang sebagai pusat kolaborasi dan gerakan bersama dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
Untuk mendukung komunikasi publik dan penyebarluasan informasi kegiatan, PPWK Kabupaten Nias Selatan juga telah menyediakan kanal media sosial melalui Facebook dengan nama Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan – PPWK Nias Selatan dan Instagram @ppwk.niasselatan.
Ia menandaskan keberlanjutan PPWK membutuhkan konsistensi, dukungan lintas sektor, serta keterlibatan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pendidikan wawasan kebangsaan tidak cukup diukur dari terbentuknya sebuah tim, tetapi dari sejauh mana nilai-nilai tersebut dapat dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kolaborasi hari ini membangun generasi berwawasan kebangsaan,” tegas Fanotona, mengutip slogan yang menjadi semangat PPWK Kabupaten Nias Selatan.

