Oktober 28, 2026 23:35
Breaking News

‎Bapas Muara Teweh Gelar Mentoring Pengembangan Kompetensi Pegawai

BINTASARA.com, MUARA TEWEH – Pengembangan kompetensi pegawai menjadi langkah penting yang dilakukan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Muara Teweh untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan kepada klien pemasyarakatan.

Kepala Bapas Muara Teweh, M. Ading Saidhy, bersama pejabat struktural, jajaran Jabatan Fungsional Tertentu (JFT), Jabatan Fungsional Umum (JFU), serta pegawai magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengikuti Mentoring Pengembangan Kompetensi Pegawai Bapas di Aula Bapas Kelas II Muara Teweh, Jumat (11/09/2026) pukul 08.00 WIB.

Kegiatan tersebut membahas penguatan kompetensi pegawai dalam melaksanakan bimbingan klien pemasyarakatan serta mengoptimalkan program Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter).

Melalui kegiatan ini, Bapas Muara Teweh mendorong seluruh jajaran untuk terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan dalam memberikan pelayanan yang profesional.

Kepala Bapas Muara Teweh, M. Ading Saidhy, membuka kegiatan sekaligus menyampaikan pentingnya pengembangan kompetensi bagi seluruh pegawai.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara terpadu, efisien, dan akuntabel di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Pengembangan kompetensi merupakan sarana pengajuan kegiatan secara terpadu, efisien, dan akuntabel untuk meningkatkan kualitas SDM jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujar Ading.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh pegawai juga mengikuti tes menggambar sebagai salah satu instrumen untuk mengenali bakat, potensi, dan kompetensi masing-masing.

Pelaksanaan tes tersebut menjadi bagian dari upaya untuk memahami potensi pegawai sehingga pengembangan kemampuan dapat dilakukan secara lebih tepat dan terarah.

Selanjutnya, kegiatan berlanjut dengan sosialisasi Kebijakan Layanan Permohonan Kegiatan Pengembangan Kompetensi.

Sosialisasi ini memberikan pemahaman kepada pegawai mengenai mekanisme pengajuan kegiatan pengembangan kompetensi secara terpadu dan akuntabel.

Selain membahas peningkatan kapasitas pegawai, M. Ading Saidhy memberikan arahan kepada Pembimbing Kemasyarakatan (PK) agar terus meningkatkan kualitas bimbingan klien pemasyarakatan.

Ia juga mendorong jajaran untuk memanfaatkan program Kelayan Binter sebagai wadah penguatan layanan bimbingan integrasi bagi klien pemasyarakatan.

Menurut Ading, peningkatan kompetensi pegawai harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan.

Pembimbing Kemasyarakatan memiliki peran strategis dalam memberikan pendampingan, pembimbingan, serta memastikan klien pemasyarakatan dapat menjalani proses reintegrasi sosial secara optimal.

“Kami berupaya memberikan kesempatan kepada seluruh jajaran untuk meningkatkan kualitas SDM yang tentunya dapat memberikan dampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik di Bapas Muara Teweh,” ucap Ading.

Melalui Mentoring Pengembangan Kompetensi Pegawai, Bapas Muara Teweh terus membangun budaya belajar dan peningkatan kapasitas di lingkungan kerja.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat profesionalisme pegawai sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan pemasyarakatan yang berkualitas, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen Bapas Muara Teweh dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Dengan kompetensi pegawai yang semakin baik, Bapas Muara Teweh optimistis dapat memberikan pelayanan publik dan bimbingan kepada klien pemasyarakatan secara lebih efektif, profesional, dan akuntabel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 PT Media Bintasara Design By BobRiva