BINTASARA.com, GUNUNGSITOLI – Lapas Gunungsitoli laksanakan Deteksi Dini dan menjadi fokus utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Lapas Kelas IIB Gunungsitoli melaksanakan penggeledahan rutin di Blok Hunian Pandita Roos Telaumbanua Kamar 1 dan Kamar 2 pada Rabu (5/8/2026).
Kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk mencegah masuk maupun beredarnya barang-barang terlarang yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di dalam lapas.
Penggeledahan Rutin Perkuat Keamanan dan Cegah Barang Terlarang di Blok Hunian
Kegiatan penggeledahan dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) Makhriza bersama Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Adm. Kamtib) Fajariman Lase.
Mereka didampingi Kasubsi Keamanan dan Ketertiban Zulman Hulu serta melibatkan jajaran pengamanan dan Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal).
Petugas menjalankan penggeledahan secara humanis, profesional, dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Sebelum memeriksa kamar hunian, petugas terlebih dahulu melakukan pemeriksaan badan terhadap seluruh warga binaan.
Selanjutnya, petugas menggeledah setiap sudut kamar dengan disaksikan perwakilan warga binaan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan tugas.
Langkah tersebut menjadi bagian penting dari strategi Lapas Gunungsitoli dalam meminimalkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Pemeriksaan rutin juga memastikan lingkungan pembinaan tetap aman, tertib, dan kondusif sehingga proses pembinaan warga binaan dapat berjalan secara optimal.
Kepala Lapas Kelas IIB Gunungsitoli, Sahat Bangun, menegaskan bahwa, penggeledahan rutin merupakan implementasi nyata dari prinsip deteksi dini yang terus diterapkan di lingkungan pemasyarakatan.
“Penggeledahan rutin menjadi langkah preventif untuk mengantisipasi masuknya barang-barang terlarang sekaligus memperkuat keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Kami berkomitmen menciptakan lingkungan pembinaan yang aman, tertib, dan kondusif, khususnya menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” tegas Sahat Bangun.
Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya ditentukan oleh program yang diberikan kepada warga binaan, tetapi juga oleh terciptanya situasi yang aman dan bebas dari berbagai potensi gangguan keamanan.
Oleh karena itu, jajaran Lapas Kelas IIB Gunungsitoli akan terus meningkatkan pengawasan, memperkuat sinergi antarpetugas, dan melaksanakan penggeledahan secara berkala.
Melalui penerapan Deteksi Dini yang dilakukan secara konsisten, Lapas Kelas IIB Gunungsitoli menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta mewujudkan pemasyarakatan yang bersih dari barang terlarang.
Upaya tersebut sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat dan memperkuat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan sistem pemasyarakatan.
Dengan pengawasan yang berkesinambungan, penggeledahan rutin, serta penerapan deteksi dini secara optimal, Lapas Kelas IIB Gunungsitoli terus berupaya menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif sehingga warga binaan dapat mengikuti proses pembinaan dengan baik dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih bertanggung jawab.



