BINTASARA.com, JATINANGOR – Pelantikan Pamong Praja Muda harus selalu mengutamakan kepentingan rakyat dalam setiap pelaksanaan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Penegasan itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan saat melantik Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026 di Lapangan Parade Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).
Presiden menegaskan bahwa menjadi Pamong Praja Muda bukan sekadar menyandang pangkat atau jabatan, melainkan mengabdikan diri untuk melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. Menurutnya, kehormatan seorang aparatur negara menjadi tolak ukur dan manfaatnya terasa nyata kepada rakyat.
“Saudara adalah pelayan rakyat. Saudara harus melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat, mengayomi rakyat Indonesia dengan sebaik-baiknya,” tegas Presiden Prabowo.
Pamong Praja Muda Harus Siap Menghadapi Tantangan
Presiden mengatakan jalan pengabdian sebagai Pamong Praja Muda bukanlah jalan yang mudah. Para aparatur akan menghadapi berbagai tantangan, kesulitan, dan pengorbanan demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia juga mengapresiasi para praja IPDN yang selama satu bulan membantu penanganan bencana di Aceh sebelum menyelesaikan pendidikan. Menurut Presiden, pengalaman tersebut membentuk karakter aparatur yang siap hadir di tengah masyarakat saat menghadapi kesulitan.
“Saudara harus menjadi pamong praja yang hadir ketika rakyat sedang menghadapi kesulitan. Saudara harus menjadi pelita harapan serta menjadi tonggak kepemimpinan bagi masyarakat,” ujarnya.
Presiden menegaskan bahwa setiap Pamong Praja Muda harus menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Kemana pun bertugas, mereka mewakili wajah negara, sementara masyarakat akan menilai sikap, perilaku, dan kinerja mereka secara langsung
Presiden Minta ASN Jujur, Disiplin, dan Bebas Korupsi
Presiden Prabowo mengingatkan bahwa kualitas pelayanan aparatur akan menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap negara. Jika aparatur bekerja dengan baik, kepercayaan rakyat akan semakin kuat. Sebaliknya, pelayanan yang buruk akan mencoreng nama negara.
Menurut Presiden, masyarakat menginginkan birokrasi yang cepat, profesional, dan berpihak kepada kepentingan publik.
“Rakyat kita tidak membutuhkan birokrasi yang berbelit-belit. Rakyat membutuhkan aparatur yang bekerja jujur, disiplin, bersih, tidak korupsi, berani mengambil keputusan, dan selalu hadir ketika rakyat membutuhkan,” katanya.
Presiden berharap Pelantikan Pamong Praja Muda yang baru Ia lantik mampu membangun pemerintahan yang unggul, efisien, disiplin, profesional, serta bebas dari praktik korupsi. Ia juga meminta seluruh aparatur selalu mencintai tanah air, memegang teguh nilai-nilai Pancasila, dan mengutamakan kepentingan rakyat dalam setiap kebijakan maupun pelayanan.
“Selalu cintai tanah air kita, selalu cintai rakyat kita. Saudara adalah anak kandung rakyat. Setialah kepada semua rakyat kita, seolah-olah semua rakyat itu adalah orang tua saudara. Pegang teguh Pancasila,” tandas Presiden. (Red)
