Bintasara.com , Jakarta – Grup musik KOTAK terpaksa menghentikan penampilan mereka di tengah konser yang digelar di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, pada Minggu (13/09/26) malam. Suasana konser mendadak berubah kacau.
Para penonton yang tengah menikmati penampilan musisi favorite mereka dikejutkan dengan munculnya bau menyengat dan serbuk yang membuat mata terasa pedih hingga sesak napas dan membuat vokalis Tantri Syalindri mengalami gangguan pernapasan.
Dalam keterangan unggahan di akun pribadi @tantrisyalindri mengatakan, Kotak tampil di Kota Tua dalam acara yang terbuka dan gratis untuk masyarakat.
“Awalnya konser berjalan baik, sampai di lagu ke-9 ‘Hijaukan Bumi’, ada oknum dari arah penonton yang menyalakan gas tanpa asap dengan bau yang cukup menyengat. Penonton pun serentak menghindar,” tulis Tantri di akun pribadinya pada Senin (14/09/26).
Karena jarak panggung dan barikade cukup dekat, saya sempat menghirup gas tersebut. Napas terasa sakit dan saya kesulitan bernyanyi.
“Saya kemudian ke belakang panggung untuk menggunakan oksigen portable, |alu kembali melanjutkan sambil mengingatkan agar hal tersebut tidak dilakukan lagi. Namun di lagu ke-10 ‘Pelan-Pelan Saja’, gas kembali dikeluarkan dan kali ini lebih menyengat serta mengarah ke panggung. Saya batuk, muntah, pandangan sempat kabur dan pusing,” lanjut Tantri.
Akhirnya saya memutuskan menghentikan konser demi keselamatan saya, personel, kru, dan terutama penonton, karena banyak juga anak-anak yang hadir.
“Sangat disayangkan hal seperti ini terjadi di tempat yang seharusnya menjadi ruang untuk bersenang-senang dan menikmati musik bersama,” ungkap Tantri.
Sampai saat ini saya belum tahu siapa pelaku dan apa tujuannya. Saya berharap penonton yang ikut terkena paparan, termasuk yang dikabarkan sempat pingsan, sudah mendapatkan pertolongan dan tidak mengalami dampak serius.
“Dan untuk Kerabat Kotak Indonesia, saya tegaskan : BUKAN KERABAT KOTAK yang melakukan hal tersebut. Jangan sampai tindakan oknum merusak hubungan baik yang selama ini terjalin antara Kotak, Kerabat, dan penonton. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang di panggung mana pun. Mari jaga ruang pertunjukan agar tetap aman dan nyaman untuk semua,” harap Tantri.
Klarifikasi Pihak Kota Tua Jika Oknum Sudah Diamankan
Kepala UPK Kota Tua Denny Aputra mengatakan bau menyengat itu mulai tercium sekitar pukul 22.45 WIB ketika acara masih berlangsung.
“Semua berjalan lancar sampai akhirnya jam 22.45 WIB ketika bawa lagu tercium bau nggak enak, seperti kentut,” kata Denny, kepada awak media, Senin (14/09/26).
Situasi semakin terasa ketika Band Kotak melanjutkan penampilan hingga sekitar pukul 23.00 WIB.
“Pengunjung yang berada di area depan panggung mulai merasakan mata pedih dan kesulitan bernapas,” terang Denny.
Denny memastikan benda yang membuat pengunjung terdampak bukan gas air mata. Benda tersebut berupa serbuk yang tidak meninggalkan bekas, tetapi menimbulkan bau tidak sedap dan membuat sesak napas.
“Sampai jam 23.00 puncaknya di area depan berasa agak pedih mata dan itu bukan gas air mata. Melainkan serbuk dan tidak ada bekasnya. Anehnya, serbuk ini membuat bau tidak sedap dan sesak nafas,” jelasnya.
Penampilan Kotak pun akhirnya dihentikan. Petugas keamanan langsung bergerak setelah mengetahui kondisi tersebut dan mengamankan seorang pria yang diduga membawa serbuk.
“Tantri Kotak mundur dan berhenti. Security acara langsung mengamankan terduga pelaku. Kami bersama 3 pilar, mengamankan warga terdampak agar yang sesak nafas tertangani,” tuturnya.
Denny menyebut pria tersebut diduga sengaja membuat suasana konser menjadi ramai.
“Kondisi itu diduga akan dimanfaatkan untuk melakukan aksi lain, salah satunya pencopetan. Pria yang diamankan kemudian dibawa ke Polsek Subsektor Pinangsia untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.
Setelah pria tersebut diamankan, petugas langsung melakukan sterilisasi terhadap area konser. Proses tersebut disebut berlangsung sekitar 15 menit.
“Secara teknis pelaku sudah ditahan dan kami membuka call center dan DM bila ada warga terdampak lainnya,” sambung Denny.
Denny memastikan keselamatan pengunjung dan pengisi acara menjadi prioritas dalam penanganan kejadian tersebut.
“Pihak penyelenggara juga disebut berkomitmen melakukan evaluasi dan memberikan dukungan selama proses penanganan. Intinya kita antisipasi dan memang tiba-tiba kejadiannya. Tapi keselamatan pengisi acara pengunjung lebih utama. Pihak penyelenggara juga berkomitmen lebih baik lagi dan membantu sepanjang pelaksanaannya,” tegasnya. (Ophay)

