BINTASARA.com, LOMBOK BARAT — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto memimpin Gerakan Bersih Pantai bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) Lombok Barat dan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Regional Nusa Tenggara Barat (NTB) di Pantai Senggigi, Selasa (19/05/2026).
Pemerintah pusat megagas kegiatan tersebut untuk membangun budaya hidup bersih dan menjaga lingkungan wisata ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang merupakan dukungan terhadap gerakan nasional Indonesia
Dalam amanatnya saat apel pagi, Bima Arya menegaskan bahwa gerakan Indonesia ASRI tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial atau insidental semata. Menurutnya, seluruh pemerintah daerah harus menjadikan gerakan tersebut sebagai budaya kerja sehari-hari.
“Ada satu hal yang dititipkan Presiden kepada seluruh kepala daerah dan Menteri Dalam Negeri meminta kita mengawal gerakan ASRI, aman, sehat, resik, dan indah,” kata Bima Arya.
Ia menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap kebersihan daerah wisata, termasuk kawasan Lombok yang dikenal sebagai destinasi wisata unggulan nasional dan internasional.
Bima Arya menilai kebersihan lingkungan menjadi faktor penting dalam memberikan kenyamanan dan kesan positif bagi wisatawan, terutama wisatawan mancanegara.
Bima Arya, Kepada Daerah, ASN, dan praja IPDN Budayakan Gerakan Bersih Pantai di Lombok Barat
Saat melakukan lari pagi bersama para praja IPDN, ia mengaku masih menemukan tumpukan sampah di sejumlah titik kawasan Senggigi.
“Tadi sepanjang jalan kami masih melihat timbunan sampah. Itu menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Pantai Senggigi ini sebenarnya sudah cantik dan bersih, tetapi akan jauh lebih baik jika semua bergerak secara berkelanjutan dan bukan hanya insidental,” ujarnya.
Bima Arya juga mencontohkan keberhasilan Komunitas Peduli Ciliwung di Bogor yang secara konsisten membersihkan lingkungan selama belasan tahun. Menurutnya, gerakan berbasis komunitas seperti itu perlu ada di berbagai daerah.
“Ada Komunitas Peduli Ciliwung yang setiap hari bergerak membersihkan sungai dan taman. Kita ingin gerakan seperti ini menjadi kesadaran kolektif masyarakat,” tambahnya.
Bima Arya, Gerakan ASRI Bukan Sekedar Seremoni
Ia berharap para kepala daerah mampu membumikan gerakan Indonesia ASRI melalui program nyata dari hulu hingga hilir. Menurutnya, menjaga kebersihan tidak cukup hanya dengan memungut sampah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan langsung pemimpin daerah di lapangan.
Bima Arya turut berpesan kepada para praja IPDN agar kelak menjadi pemimpin yang dekat dengan masyarakat dan tidak hanya sibuk dengan kegiatan seremonial.
“Turun ke lapangan, jangan terjebak di belakang meja dan acara seremoni. Pastikan staf dan masyarakat bergerak bersama menjaga kebersihan lingkungan,” tegasnya.
Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha, Sekretaris Daerah Provinsi NTB Abul Chair, Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Akmal Malik, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Provinsi NTB turut hadir pada kegiatan apel pagi dan Gerakan Bersih Pantai tersebut.



