BINTASARA.com, LOMBOK BARAT — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus membuka gerakan pangan murah Lombok di pelataran Pantai Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (19/05/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Wiyagus bersama Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini meninjau langsung stan pangan murah yang ramai serbuan masyarakat sejak pagi hari.
Wiyagus menyapa warga yang membeli berbagai kebutuhan pokok, mulai dari beras, telur, bawang, sayuran, hingga komoditas daging. Ia juga berdialog secara langsung dengan masyarakat mengenai harga dan kebutuhan pangan sehari-hari.
Antusiasme Warga Menyambut Kegiatan Gerakan Pangan Murah Lombok
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Warga tampak memanfaatkan program tersebut untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau daripada harga pasar.
Di sela peninjauan, Wiyagus turut menyemangati jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Regional NTB yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Lombok Barat, kerja nyata!” seru Wiyagus bersama Bupati Lombok Barat dan para praja IPDN Regional NTB.
Setelah membuka Gerakan Pangan Murah Lombok, Wiyagus juga ikut berinteraksi dengan praja IPDN dalam kegiatan bersih-bersih kawasan Pantai Senggigi sebagai bagian dari gerakan peduli lingkungan.
Gerakan Pangan Murah Lombok Langkah Pemerintah Menjaga Stabilitas Harga Tekan Inflasi
Pada sesi terpisah pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas inflasi daerah.
Menurut Bima Arya, pemerintah daerah harus aktif memonitor harga pangan dan mengantisipasi berbagai faktor yang memengaruhi inflasi, seperti kondisi geopolitik, produksi pangan, distribusi barang, hingga jalur transportasi.
“Saya mengapresiasi gerakan pangan murah yang pagi ini terlaksana. Kita pastikan inflasi tetap terkendali di NTB, khususnya di Lombok Barat,” tegas Bima Arya.
Ia meminta pemerintah daerah (Pemda) setemta memonitor harga pangan serta mengantisipasi berbagai faktor yang dapat memengaruhi stabilitas inflasi, mulai dari situasi geopolitik, produksi, distribusi, hingga jalur transportasi.
Ia berharap Gerakan Pangan Murah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga stabil.



