BINTASARA.com, TAPANULI TENGAH — Warga Sigubo perbaiki jembatan rusak yang menghubungkan Dusun 2, Desa Jago-Jago, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah. Perbaikan berupa kegiatan bergotong royong dengan menggunakan peralatan sederhana sesuai kemampuan dana mandiri oleh warga, Senin 18 Mei 2026.
Jembatan tersebut rusak karena akibat bencana alam yang terjadi pada 25 November 2025 lalu. Kerusakan parah pada jalan lintas penghubung Dusun 1 dan Dusun 2 memaksa masyarakat turun tangan sendiri karena hingga kini pemerintah daerah belum memberikan penanganan serius terhadap kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.
Salah seorang warga Sigubo Dusun 2, Obedi Laia, mengatakan masyarakat terpaksa memperbaiki jembatan secara swadaya agar aktivitas warga tetap berjalan.
“Kami melakukan gotong royong untuk memperbaiki jembatan sederhana karena sejak bencana alam, jalan menuju Sigubo mengalami kerusakan parah. Banyak jalan yang putus sehingga masyarakat harus mengeluarkan biaya sendiri untuk memperbaikinya,” ujarnya Obedi Laia saat menjawab pertanyaan wartawan
Menurutnya, warga sudah berulang kali melaporkan kondisi jalan dan jembatan yang rusak kepada pemerintah daerah serta meminta segera melakukan perbaikan. Namun hingga saat ini, belum ada tindakan nyata dari pemerintah setempat.
Warga Sigubo perbaiki jembatan Dengan Dana Sendiri
Warga mengaku kegiatan gotong royong bukan pertama kali mereka lakukan. Kerusakan jalan yang cukup panjang dan material jembatan yang hanya bersifat sementara membuat perbaikan harus melakukan berkali-kali.
Setiap kali jembatan rusak, masyarakat Dusun 2 kembali mengumpulkan uang secara swadaya untuk membeli bahan perbaikan agar akses jalan tetap dapat terakses warga, terutama oleh anak-anak sekolah dan masyarakat yang beraktivitas setiap hari.
Kondisi infrastruktur yang rusak membuat masyarakat semakin berharap perhatian serius dari pemerintah daerah. Warga meminta pemerintah segera memperbaiki jalan dan jembatan yang menjadi akses utama penghubung antar dusun di Desa Jago-Jago, Kecamatan Badiri.
Selain kerusakan jalan, warga juga mengeluhkan banyak rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana alam, namun hingga kini belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.
Masyarakat Sigubo berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan mendengar aspirasi warga yang selama ini berjuang sendiri menghadapi dampak bencana alam yang belum kunjung tertangani.
Pewarta (Amosi Zega)



