BINTASARA.com, MUARA TEWEH : Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Teweh, Halasson Sinaga, menghadiri langsung kegiatan pemusnahan barang bukti tindak pidana narkotika yang digelar di Markas Kepolisian Resor (Polres) Barito Utara pada hari ini. Kamis, 25 Juni 2026.
Kehadiran Kalapas dalam acara krusial ini merupakan wujud nyata dari komitmen kuat dan sinergitas yang matang antar-Aparat Penegak Hukum (APH) di wilayah Kabupaten Barito Utara. Langkah bersama ini diambil untuk menuntaskan penanganan perkara sekaligus menekan angka peredaran gelap narkoba di daerah.
Kegiatan pemusnahan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Barito Utara tersebut turut disaksikan oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta perwakilan instansi terkait.
Berbagai jenis barang bukti narkotika hasil sitaan dari sejumlah operasi penindakan terbaru dihancurkan secara transparan dengan metode yang aman dan sesuai prosedur hukum. Pemusnahan ini menjadi pesan tegas kepada publik bahwa negara tidak memberi ruang sedikit pun bagi jaringan peredaran barang haram tersebut.
Bagi Lapas Muara Teweh sendiri, kehadiran dan keterlibatan dalam agenda ini memiliki arti strategis dalam mendukung program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika) di dalam Lapas.
Informasi dan hasil koordinasi di lapangan bersama pihak kepolisian menjadi bekal berharga bagi jajaran pengamanan Lapas dalam memetakan potensi gangguan serta memperketat jalur deteksi dini di area pintu utama maupun blok hunian warga binaan.
Usai kegiatan, Kalapas Muara Teweh Halasson Sinaga menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap langkah tegas Polres Barito Utara. “Kami jajaran Pemasyarakatan sangat mendukung penuh tindakan pemusnahan ini. Sinergi yang kuat antara Lapas dan Polres Barito Utara adalah kunci utama untuk mewujudkan wilayah yang bersih dari narkoba. Kami berkomitmen untuk terus menjaga koordinasi ini agar pembinaan di dalam Lapas berjalan aman, serta memastikan lingkungan kami tetap steril dari pengaruh narkotika,” pungkas Halasson Sinaga.



