BINTASARA.com, RANTAUPRAPAT — Pembinaan Rohani Kristen Lapas Rantauprapat kembali dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat mental, spiritual, dan karakter Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Rantauprapat bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Labuhanbatu, menggelar ibadah dan penyuluhan kerohanian di Gereja Oikumene Lapas Rantauprapat, Senin (7/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti dengan khidmat oleh warga binaan yang beragama Kristen.
Tim penyuluh Kemenag Labuhanbatu memberikan pelayanan keagamaan sekaligus menyampaikan pesan-pesan rohani yang mendorong warga binaan untuk terus melakukan introspeksi, memperbaiki diri, serta membangun kehidupan yang lebih baik.
Pelaksanaan pembinaan rohani ini menjadi bentuk nyata sinergi antara Lapas Rantauprapat dan Kemenag Labuhanbatu, dalam memenuhi hak warga binaan untuk memperoleh pelayanan keagamaan.
Melalui kegiatan yang berlangsung secara rutin dan terarah, Lapas berupaya menciptakan proses pembinaan kepribadian yang menyentuh aspek mental dan spiritual.
Perkuat Mental dan Spiritual Warga Binaan
Melalui pembinaan rohani Kristen, Lapas Rantauprapat mendorong warga binaan untuk memiliki keteguhan hati, meningkatkan rasa syukur, serta menumbuhkan semangat dalam memperbaiki perilaku.
Nilai-nilai keagamaan diharapkan menjadi landasan bagi WBP dalam menjalani masa pembinaan.
Selain memperkuat spiritualitas, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk mendapatkan motivasi dan pendampingan rohani.
Penyuluh Kemenag Labuhanbatu mengajak peserta menjalani proses pembinaan dengan penuh kesadaran dan menjadikan masa pidana sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan positif.
Kalapas Rantauprapat, Yosef, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian menjadi salah satu pilar penting dalam pembentukan karakter warga binaan.
Menurutnya, pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus menyentuh pembentukan mental serta kepribadian WBP.
“Pembinaan kerohanian menjadi bagian penting dalam membentuk karakter warga binaan. Kami berharap kegiatan ini terus berjalan secara berkesinambungan sehingga memberikan dampak positif bagi kehidupan warga binaan,” ujarnya.
Bangun Karakter Positif dan Toleransi
Lapas Rantauprapat terus mendorong berbagai program pembinaan yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Dalam kegiatan pembinaan keagamaan, warga binaan mendapatkan penguatan nilai kasih, kedamaian, toleransi, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.
Sinergi dengan Kemenag Labuhanbatu juga menjadi langkah strategis untuk menghadirkan program penyuluhan agama yang terstruktur.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus berkembang sehingga pelayanan keagamaan bagi warga binaan berlangsung secara optimal.
Perwakilan penyuluh Kemenag Labuhanbatu mengapresiasi antusiasme warga binaan dalam mengikuti rangkaian ibadah.
Keaktifan peserta menunjukkan bahwa pembinaan spiritual mendapat respons positif dan menjadi salah satu kegiatan yang dinantikan oleh warga binaan.
Rangkaian pembinaan rohani Kristen di Gereja Oikumene Lapas Rantauprapat kemudian ditutup dengan doa bersama.
Para peserta mendoakan kesehatan, kebaikan, serta kelancaran seluruh program pembinaan di Lapas Kelas IIA Rantauprapat.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Rantauprapat menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembinaan yang menyeluruh.
Penguatan iman, mental, dan karakter diharapkan mampu membantu warga binaan menjalani proses pembinaan dengan lebih baik serta mempersiapkan diri untuk kembali diterima secara positif di tengah masyarakat.

