BINTASARA.com, GUNUNGSITOLI – Lapas Gunungsitoli Panen Kangkung kembali menjadi bukti nyata komitmen Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Gunungsitoli dalam mendukung 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada sektor ketahanan pangan nasional.
Melalui kegiatan panen raya tanaman kangkung yang berlangsung di area Brandgang Lapas Kelas IIB Gunungsitoli pada Rabu (15/7/2026), jajaran Lapas berhasil memanen sebanyak 50 kilogram kangkung hasil pembinaan kemandirian warga binaan.
Kegiatan panen raya berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Seluruh jajaran Lapas Kelas IIB Gunungsitoli terlibat aktif dalam proses panen sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan keterampilan serta produktivitas warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Gunungsitoli, Sahat Bangun, memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia didampingi oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka.KPLP) Makhriza, Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Kamtib) Fajariman Lase, Kepala Seksi Binadik dan Giatja Hiburan Loi, Kasubsi Giatja Helmy Telaumbanua, Kasubsi Keamanan Zulman Hulu, Kasubsi Pelaporan Ermin Polem, Kaur Kepegawaian dan Keuangan Abadi Harefa, serta seluruh pegawai Lapas Kelas IIB Gunungsitoli.
Panen kangkung ini merupakan hasil dari program pembinaan kemandirian yang secara konsisten dikembangkan oleh Lapas Gunungsitoli.
Melalui pemanfaatan lahan yang tersedia di lingkungan lapas, warga binaan memperoleh kesempatan untuk belajar teknik budidaya sayuran, mulai dari proses penanaman, pemeliharaan, hingga masa panen.
Program tersebut tidak hanya menghasilkan komoditas pangan yang bermanfaat, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang efektif bagi warga binaan untuk meningkatkan keterampilan kerja.
Bekal tersebut diharapkan dapat membantu mereka membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pidana dan kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIB Gunungsitoli, Sahat Bangun, menyampaikan bahwa keberhasilan panen raya ini merupakan hasil kerja sama seluruh jajaran dan warga binaan yang terus berkomitmen menjalankan program pembinaan secara berkelanjutan.
“Panen raya kangkung ini merupakan bukti nyata komitmen Lapas Kelas IIB Gunungsitoli dalam mendukung 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada bidang ketahanan pangan. Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya berupaya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat dan bernilai ekonomi,” ujar Sahat Bangun.
Ia menambahkan bahwa kegiatan pembinaan berbasis pertanian akan terus dikembangkan agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi warga binaan maupun masyarakat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berkelanjutan dan menjadi sarana pembinaan yang efektif bagi warga binaan. Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, Lapas Kelas IIB Gunungsitoli akan terus mendukung setiap kebijakan dan program pemerintah, khususnya dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang lebih produktif, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Keberhasilan Lapas Gunungsitoli Panen Kangkung juga menunjukkan bahwa program pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada aspek pembinaan kepribadian, tetapi juga mengembangkan keterampilan produktif yang memiliki nilai ekonomi.
Program budidaya sayuran menjadi salah satu bentuk implementasi pembinaan yang mampu memberikan pengalaman kerja nyata bagi warga binaan.
Selain mendukung ketahanan pangan nasional, hasil panen tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara petugas dan warga binaan mampu menghasilkan program yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif.
Lapas Kelas IIB Gunungsitoli berkomitmen untuk terus memperkuat program pembinaan kemandirian sebagai bagian dari transformasi pemasyarakatan yang semakin modern, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat sesuai arah kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
