Juli 15, 2026 02:12
Breaking News

Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Rantauprapat Lakukan Perawatan Intensif di Lahan Sawah Area Asimilasi

BINTASARA.com, RANTAUPRAPAT – Perawatan Sawah Lapas Rantauprapat kembali menjadi fokus utama dalam upaya memperkuat program ketahanan pangan nasional.

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Rantauprapat secara konsisten mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian melalui perawatan intensif tanaman padi di area asimilasi pada Selasa (14/07/2026).

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Lapas Rantauprapat dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, sekaligus memperkuat Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang ketahanan pangan serta pembinaan kemandirian warga binaan.

Perawatan sawah dilakukan secara terencana dengan melibatkan warga binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian di sektor pertanian.

Seluruh kegiatan berlangsung di bawah pengawasan langsung petugas pembina kemandirian guna memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai standar budidaya tanaman padi yang baik.

Baca Juga  Dukung Pengurus Poktan yang Baru, Eks Ketua Sampaikan Permohonan Maaf dan Komitmen

Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil panen, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan praktis di bidang pertanian.

Melalui keterlibatan aktif dalam setiap proses budidaya, warga binaan memperoleh pengalaman yang dapat menjadi bekal produktif setelah kembali ke tengah masyarakat.

Fokus Perawatan Lahan Sawah
Dalam kegiatan tersebut, petugas bersama warga binaan melaksanakan sejumlah pekerjaan penting untuk menjaga pertumbuhan tanaman padi agar tetap optimal, antara lain:

Membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman padi agar unsur hara terserap maksimal.

Memastikan saluran irigasi berfungsi dengan baik sehingga pasokan air tetap stabil sesuai kebutuhan tanaman.

Memberikan pupuk organik secara berkala guna meningkatkan kesuburan tanah sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.

Baca Juga  Bapas Muara Teweh Optimalkan Pembimbingan Klien Integrasi Melalui Wajib Lapor Berkala

Memantau kondisi tanaman untuk mendeteksi lebih dini potensi gangguan hama maupun penyakit.

Langkah-langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pertumbuhan tanaman hingga memasuki masa panen. Perawatan yang dilakukan secara rutin juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian yang dikelola di area asimilasi.

Menurut petugas pembina kemandirian, keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh proses penanaman, tetapi juga bergantung pada konsistensi dalam melakukan pemeliharaan tanaman sejak awal hingga masa panen.

“Ketahanan pangan bukan sekadar menanam, tetapi bagaimana kita konsisten merawat apa yang telah dimulai. Melalui kegiatan ini, kami berharap hasil panen semakin optimal, mampu mendukung kebutuhan internal, sekaligus membentuk karakter produktif warga binaan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat.”

Baca Juga  PK Bapas Muara Teweh Awasi Klien Anak Demi Masa Depan Lebih Baik

Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen Lapas Rantauprapat dalam menjadikan sektor pertanian sebagai bagian dari proses pembinaan yang berkelanjutan.

Selain menghasilkan komoditas pangan, program ini juga membangun nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta etos kerja yang positif bagi warga binaan.

Keberhasilan Perawatan Sawah Lapas Rantauprapat menjadi salah satu bentuk implementasi pembinaan yang memberikan manfaat nyata.

Sinergi antara petugas dan warga binaan menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga mampu berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan lahan pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan bernilai edukatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *