Media Social Sharing

Nganjuk, BINTASARA.com — Terkait viralnya pemberitaan penjualan Pupuk Bersubsidi di salah satu Desa, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang diduga dijual diatas Harga Ecer Tertinggi (HET), berikut ini pengakuan S.

S membenarkan bahwa, dirinya menjual Pupuk Bersubsidi baik Urea maupun NPK Phonska dengan harga Rp150.000, hal tersebut disampaikan oleh S saat dihubungi tim awak media, melalui akun WhatsApp dengan nomor 0813-xxxx-8302, pada Kamis (16/1/2026).

Jauh sebelum mengkonfirmasi perihal harga Pupuk Subsidi, tim awak media sempat bertanya untuk memastikan, apakah yang saat ini dihubungi adalah S.

Enjih, Pak bos pripun, (iya, Pak bos bagaimana red),” ucap S melalui sambungan telepon kepada wartawan BINTASARA.com.

S juga membenarkan bahwa dirinya menjual Pupuk Bersubsidi jenis Urea dan NPK Phonska yang saat ini dijual dengan harga Rp110.000 untuk Urea, sementara untuk NPK Phonska dijual dengan harga Rp115.000.

Baca Juga  Dukung Pengurus Poktan yang Baru, Eks Ketua Sampaikan Permohonan Maaf dan Komitmen

“Di akhir tahun, tepatnya bulan November 2025, pada saat Pupuk Subsidi turun, kami juga turun harga ke Rp115.000,” kata S.

S mengaku bahwa, sejak awal tahun 2025 hingga Oktober 2025 menjual Pupuk Bersubsidi jenis Urea maupun di NPK Phonska mencapai harga Rp150.0000.

“Nama kios saya inisial PS. Status Saya sekretaris Kelompok Tani (Poktan) BU, untuk ketuanya Pak BN,” ujarnya.

Ketika ditanya sejak kapan menjabat sebagai Sekretaris Poktan, S mengatakan bahwa, lupa mulai kapan.

Mboten wonten SK-ne, kelompok tani nopo wonten SK-ne, namung jiwa sosial to Pak (Tidak ada SK-nya, kelompok tani apakah ada SK-nya, hanya jiwa sosial kok Pak red),” kata S.

Baca Juga  Diduga Alergi Terhadap Wartawan, Pimpinan BTN Jombang Tak Dapat Ditemui

Ketika pertanyaan dipertegas lagi sejak kapan dan berapa lama dirinya menjabat sebagai sebagai pengurus Poktan apakah 10 tahun atau 5 tahun, S menjelaskan bahwa kurang lebih 5 tahun.

Sampun supe kulo, 10 tahun mboten wonten, mungkin nggih 5 tahun, ngapunten mboten sekeco wonten tiyang katah (sudah lupa saya, 10 tahun tidak ada, mungkin ya 5 tahun, maaf tidak enak ini banyak orang red),” pungkasnya.

Sementara pada berita tayang sebelumnya dengan judul “Pupuk Subsidi di Gondang Nganjuk Diduga Dijual Diatas HET, Harga Capai Rp200.000” berdasarkan keterangan dari sejumlah masyarakat harga pupuk Urea dan Phonska mencapai harga Rp150.000 hingga Rp200.000 per sak dengan berat 50 kilogram.

Baca Juga  Respons Terpadu Hadapi Peringatan Dini Hujan Tinggi

“Kalau orang sini yang beli itu harganya Rp150.000 (seratus lima puluh ribu rupiah), tapi kalau orang luar Desa bisa mencapai harga Rp200.000 (dua ratus ribu rupiah),” kata masyarakat sebut saja Bang Tagor (bukan nama sebenarnya red), ketika dikonfirmasi pada, Rabu (24/12/2025) lalu.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *