Juli 16, 2026 17:26
Breaking News

Panen Raya Kangkung, Rutan Sidikalang Cetak Warga Binaan Mandiri Produktif

BINTASARA.com, SIDIKALANG – Panen Raya Kangkung Rutan Sidikalang kembali membuktikan keberhasilan program pembinaan kemandirian yang dijalankan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sidikalang.

Kegiatan yang berlangsung di Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) pada Rabu (15/7/2026) ini, menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterampilan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sekaligus memperkuat program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif.

Pembinaan Kemandirian Melalui Pertanian Produktif
Panen kangkung tersebut merupakan hasil dari proses budidaya yang dilakukan secara berkelanjutan oleh warga binaan, di bawah bimbingan petugas Rutan Sidikalang.

Seluruh tahapan kegiatan, mulai dari pengolahan lahan, penyemaian benih, pemeliharaan tanaman, hingga proses panen, dilaksanakan sebagai bagian dari program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan keterampilan hidup (life skill).

Melalui kegiatan ini, warga binaan memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola sektor pertanian secara sederhana namun produktif.

Baca Juga  Wujudkan Ketahanan Pangan dan Pembinaan Mandiri, Rutan Sidikalang Gelar Panen Raya Buncis di SAE

Pengetahuan yang mereka peroleh diharapkan dapat menjadi bekal berharga ketika kembali ke tengah masyarakat sehingga mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri.

Lahan SAE Jadi Sarana Edukasi dan Asimilasi

Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) terus dimanfaatkan secara optimal sebagai media pembelajaran sekaligus wadah pembinaan karakter bagi warga binaan.

Program pertanian produktif ini tidak hanya menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan semangat bekerja keras.

Kepala Rutan Kelas IIB Sidikalang, Loviga Sembiring, menegaskan bahwa tujuan utama program di Lahan SAE bukan semata-mata menghasilkan panen, melainkan membentuk warga binaan yang memiliki keterampilan, mental positif, dan kesiapan untuk kembali menjalani kehidupan secara mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.

Baca Juga  Panen Raya 35 Daerah, Jateng Bidik 3,35 Juta Ton GKG dalam Tiga Bulan

Menurutnya, keterampilan di bidang agrobisnis memiliki peluang besar untuk dikembangkan karena relatif mudah diterapkan serta memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan apabila dikelola dengan baik.

Dukung Ketahanan Pangan dan Reintegrasi Sosial

Selain memberikan manfaat edukatif, hasil Panen Raya Kangkung Rutan Sidikalang juga berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan internal.

Program ini menjadi bentuk nyata dukungan Rutan Sidikalang terhadap program ketahanan pangan yang terus didorong Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui pemanfaatan lahan yang tersedia.

Aktivitas pertanian juga memberikan dampak positif terhadap kondisi psikologis warga binaan. Kesibukan dalam mengelola tanaman membantu mereka mengembangkan rasa percaya diri, meningkatkan produktivitas, serta mengurangi kejenuhan selama menjalani masa pembinaan.

Program pembinaan berbasis pertanian seperti ini menjadi salah satu strategi efektif dalam mempersiapkan proses reintegrasi sosial.

Baca Juga  Pupuk Bersubsidi di Poktan Guno Sakti Diduga Dijual Diatas HET, Harga Capai Rp150.000

Dengan memiliki keterampilan yang aplikatif, warga binaan diharapkan lebih siap memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri setelah bebas.

Komitmen Rutan Sidikalang Tingkatkan Pembinaan Berkualitas

Keberhasilan Panen Raya Kangkung Rutan Sidikalang menunjukkan komitmen Rutan Kelas IIB Sidikalang dalam menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masa depan warga binaan.

Melalui pembinaan kemandirian berbasis pertanian, Rutan Sidikalang terus mendorong terciptanya warga binaan yang produktif, memiliki keterampilan, berdaya saing, serta mampu berkontribusi positif bagi masyarakat setelah kembali ke lingkungan sosialnya.

Program ini sekaligus mempertegas bahwa proses pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan perilaku, tetapi juga pada pemberian bekal keterampilan yang dapat meningkatkan kualitas hidup warga binaan secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *