BINTASARA.com, MUARA TEWEH – Kalapas Muara Teweh Sidak atribut petugas saat apel pagi sebagai langkah nyata memperkuat budaya disiplin, meningkatkan profesionalisme, serta menjaga integritas seluruh aparatur pemasyarakatan.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (09/07/2026) di halaman utama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Teweh tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas bersama jajaran Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal).
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap kelengkapan atribut dinas dan kerapian penampilan setiap petugas sebagai bagian dari pengawasan internal yang berkelanjutan.
Pengecekan dilaksanakan bersamaan dengan apel pagi rutin sehingga seluruh pegawai dapat diperiksa secara langsung.
Kalapas bersama personel Satops Patnal memeriksa satu per satu petugas, mulai dari penggunaan tutup kepala, tanda pangkat, tanda jabatan, emblem kementerian, papan nama, ikat pinggang, hingga kebersihan sepatu dinas.
Pemeriksaan ini bertujuan memastikan setiap petugas mematuhi ketentuan penggunaan seragam sesuai standar yang berlaku.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIB Muara Teweh terus membangun budaya kerja yang disiplin dan profesional.
Manajemen meyakini bahwa penampilan yang rapi bukan sekadar memenuhi aturan administrasi, tetapi juga menjadi representasi kesiapan mental, tanggung jawab, serta komitmen petugas dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas.
Aparatur yang disiplin dalam hal-hal kecil diyakini akan lebih siap menjalankan tugas pengamanan, pembinaan, serta pelayanan kepada masyarakat dan warga binaan.
Satops Patnal sebagai unsur pengawasan internal memiliki peran strategis dalam memastikan seluruh pegawai tetap memegang teguh nilai-nilai kepatuhan.
Melalui inspeksi mendadak yang dilaksanakan secara berkala, potensi pelanggaran disiplin dapat dideteksi sejak dini sehingga dapat dicegah sebelum berkembang menjadi pelanggaran yang lebih serius.
Langkah preventif ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang akuntabel, transparan, dan berintegritas.
Dalam pelaksanaan sidak tersebut, petugas yang ditemukan belum mengenakan atribut secara lengkap ataupun kurang rapi langsung memperoleh teguran lisan secara humanis.
Selain memberikan pembinaan, Satops Patnal juga mengingatkan agar kekurangan tersebut segera diperbaiki sebelum memulai aktivitas kedinasan.
Pendekatan yang dilakukan lebih mengedepankan edukasi sehingga seluruh pegawai semakin memahami pentingnya menjaga citra institusi melalui kedisiplinan pribadi.
Usai memimpin pemeriksaan, Kepala Lapas Kelas IIB Muara Teweh kembali menegaskan bahwa seragam dinas merupakan simbol kehormatan yang harus dijaga oleh setiap aparatur pemasyarakatan.
Menurutnya, kedisiplinan harus dimulai dari hal paling mendasar, yaitu kerapian berpakaian dan kepatuhan terhadap aturan kedinasan.
“Pakaian dinas beserta seluruh atributnya adalah simbol kehormatan negara yang melekat pada diri kita. Kedisiplinan tidak bisa ditawar, dan itu harus dimulai dari bagaimana cara kita berpakaian. Saya mengapresiasi jajaran Satops Patnal atas konsistensinya, dan saya berharap penampilan yang rapi ini berbanding lurus dengan peningkatan kinerja serta integritas kita dalam menjaga keamanan dan membina warga binaan,” tegas Kalapas.
Melalui sidak atribut yang dilakukan secara konsisten, Lapas Kelas IIB Muara Teweh menegaskan komitmennya dalam membangun organisasi yang disiplin, profesional, dan berintegritas.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan publik yang semakin berkualitas.



