Juni 15, 2026 15:08
Breaking News

Waskita Karya dan Jakpro Mulai Testing LRT Jakarta Fase 1B, Intip Jalurnya !

https://bintasara.com/LRT Jakarta Fase 1B

BINTASARA.com, JAKARTA — PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro mulai melaksanakan rangkaian Testing and Commissioning (T&C) sistem perkeretaapian LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai.

Salah satu tahapan penting yang telah terlaksana yaitu uji jalur lintasan sepanjang 3,6 kilometer yang menghubungkan Stasiun Velodrome dengan Stasiun Pramuka.

Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin mengatakan tahapan Testing and Commissioning dilakukan secara detail dan terstruktur guna memastikan seluruh sistem siap digunakan sebelum operasional komersial dimulai.

Waskita Karya dan Jakpro mempercepat pengujian sistem LRT Jakarta Fase 1B, siap melayani ribuan warga ibu kota

Menurutnya, pengujian mencakup seluruh komponen penting, mulai dari jalur rel, sistem persinyalan, kelistrikan, komunikasi, hingga integrasi operasional.

“Setiap meter jalur layang LRT Jakarta Fase 1B adalah tanggung jawab kami kepada masyarakat DKI Jakarta yang akan mengandalkan LRT setiap hari. Karena itu, tahapan T&C harus siap secara matang,” ujar Iwan.

Baca Juga  Dana CSR di Kelola Dengan Baik, Waskita Karya Raih Penghargaan Melalui Ajang 7th CSR Brand Equity Awards 2025

Sementara itu, Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko menegaskan keterlibatan Waskita dalam proyek LRT Jakarta Fase 1B bukan hanya sebatas pekerjaan konstruksi, tetapi juga menjadi ajang pembuktian kemampuan perusahaan dalam menangani proyek transportasi modern berstandar tinggi.

Paulus menyebut proyek dengan nilai Rp4,1 triliun tersebut kini telah mencapai progres pembangunan sebesar 92,76 persen.

“Lingkup kerja Waskita meliputi integrasi sipil, rel, sistem, hingga operasi. Kami terus mempercepat pengerjaan agar segera dimanfaatkan masyarakat,” jelas Paulus dalam keterangannya, Selasa (19/05/2026).

Ia mengungkapkan tantangan utama pembangunan proyek tersebut adalah kepadatan lalu lintas Jakarta dan keterbatasan ruang kerja di kawasan perkotaan.

Untuk mengatasi hal itu, Waskita mengoptimalkan pekerjaan malam hari dengan penguatan sistem keselamatan kerja dan inovasi konstruksi.

Baca Juga  Bangunan TPT Sepanjang 400 Meter di Desa Ngepung Patianrowo Ambrol Diperkirakan Karena Hujan Deras

Waskita Karya dan Jakpro, sistem LRT Jakarta Fase 1B, Transportasi Modern Aman dan Nyaman

Salah satu titik krusial yaitu melewati jalur LRT berada di atas Tol Wiyoto-Wiyono pada kilometer 1+700 hingga 2+100. Demi menjaga arus lalu lintas tetap lancar selama proses pembangunan, Waskita menerapkan metode balance cantilever dengan bentang sepanjang 120 meter.

“Keselamatan konstruksi dan pengguna jalan menjadi prioritas utama,” tegas Paulus.

Waskita juga melakukan monitoring survei dan chamber setiap hari, serta memasang safety net di sekeliling segmen girder balance cantilever.

Berkat langkah tersebut, perusahaan berhasil mencatatkan zero accident atau nihil kecelakaan selama proses konstruksi balance cantilever LRT Jakarta Fase 1B.

Paulus menilai keberhasilan pembangunan lintasan di atas Tol Wiyoto-Wiyono menjadi simbol kemajuan konstruksi Indonesia dalam menghadirkan moda transportasi publik modern di tengah padatnya aktivitas ibu kota.

Baca Juga  Ombudsman Jateng Soroti Mangkraknya Jembatan Tambaksari, Keselamatan Warga Terancam

Koordinasi antara Waskita dan Jakpro sebagai pemilik proyek juga terus memperkuat seluruh rangkaian pengujian berjalan lancar.

“Hasil train run yang sudah dua kali menunjukkan kereta mampu melaju lancar dari Velodrome hingga Pasar Pramuka menggunakan full power listrik,” katanya.

LRT Jakarta Fase 1B Bebas Macet dan Pesingkat Waktu

Ia menambahkan, masyarakat telah menunggu LRT Jakarta Fase 1B karena mampu mengurangi kemacetan, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendukung integrasi transportasi publik di Jakarta.

“Kami optimistis LRT Jakarta Fase 1B akan menjadi pilihan transportasi publik modern yang memudahkan mobilitas warga dan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum,” tutup Paulus.

Menurutnya, moda transportasi berbasis listrik tersebut juga mendukung terciptanya udara kota yang lebih bersih dan sehat serta membantu pencapaian target Net Zero Emission (NZE) di Indonesia.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya