April 14, 2026 11:27
Breaking News

Program Pembelajaran RAMAH BBGTK Jabar Diterapkan di Bekasi, SDN Wanasari 01 Jadi Sekolah Model

www.bintasara.com

BINTASARA.com, Bekasi – Program pendampingan implementasi Pembelajaran RAMAH yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Jawa Barat mulai diterapkan di sejumlah sekolah di Kabupaten Bekasi. Salah satu sekolah yang ditunjuk sebagai model adalah SDN Wanasari 01 Cibitung.

Program ini dirancang untuk memastikan proses belajar mengajar tetap efektif selama bulan Ramadan, meskipun durasi belajar di sekolah lebih singkat dari hari biasanya.

Iswara Ahli Madya BBGTK Jawa Barat, Chaerun Anwar, menjelaskan bahwa Pembelajaran RAMAH memiliki lima tahapan utama, mulai dari rekognisi pengetahuan hingga penyampaian hasil belajar melalui presentasi atau showcase di sekolah.

“Model ini memungkinkan pembelajaran tetap bermakna selama Ramadan, meskipun waktu belajar lebih pendek,” ujarnya saat melakukan pendampingan di SDN Wanasari 01, Rabu (11/03/2026).

Baca Juga  Panglima TNI Sematkan Bintang Jalasena Utama Kepada Kasal Singapura

Integrasi Mata Pelajaran Jadi Kunci

Menurut Chaerun, konsep Pembelajaran RAMAH mengedepankan integrasi antar mata pelajaran dalam satu tema. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar satu disiplin ilmu secara terpisah, tetapi memahami keterkaitan antar materi.

Sebagai contoh, pelajaran IPS dapat dikombinasikan dengan IPA, pendidikan agama, hingga numerasi dalam satu kegiatan pembelajaran yang terpadu.

“Numerasi tidak harus diajarkan secara terpisah. Bisa diintegrasikan melalui aktivitas seperti membaca grafik, membuat tabel, atau pengolahan data dalam konteks materi,” jelasnya.

Pendekatan ini dinilai mampu menjaga kualitas pembelajaran sekaligus memastikan target kurikulum tetap tercapai selama Ramadan.

Pendampingan Intensif Selama 5 Minggu

Program ini dilaksanakan melalui pendampingan intensif selama lima minggu, dimulai sebelum Ramadan hingga setelah Idulfitri. Selama periode tersebut, tim BBGTK memberikan observasi, refleksi, serta umpan balik terhadap praktik mengajar guru di kelas.

Baca Juga  Magelang Jadi Titik Kunci, Korlantas Polri Petakan Jalur Rawan Mudik Lebaran 2026

SDN Wanasari 01 dipilih sebagai sekolah model karena dinilai proaktif. Seluruh guru di sekolah tersebut mendaftar dan mengikuti program secara penuh sejak awal.

“Sekolah ini sangat aktif, sehingga kami jadikan sampel untuk penguasaan metode pembelajaran RAMAH,” tambah Chaerun.

Berpotensi Diterapkan Secara Nasional

Program Pembelajaran RAMAH sendiri telah dimulai sejak Ramadan 2025 dan kini memasuki tahun kedua implementasi. Ke depan, model ini direncanakan untuk diadaptasi secara lebih luas di tingkat nasional.

“Program ini berpotensi diterapkan secara nasional, dan sekolah model seperti SDN Wanasari 01 dapat menjadi rujukan bagi sekolah lain,” ungkapnya.

Sekolah Sambut Positif Program RAMAH

Kepala SDN Wanasari 01 Cibitung, Sulistyowati, menyambut positif program ini. Ia mengatakan, semangat guru menjadi faktor utama sekolahnya terpilih sebagai model.

Baca Juga  Ada 7 Poin Hasil Kesimpulan Raker DPRD Nisel Terkait PT Gruti dan Teluk Nauli

“Sejak informasi dibuka, kami langsung bergerak cepat. Semua guru ikut berpartisipasi secara konsisten,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan RAMAH sangat relevan dengan pembelajaran mendalam karena mampu mengintegrasikan berbagai mata pelajaran dalam satu kegiatan.

Ia mencontohkan, pembelajaran Pendidikan Pancasila dapat dikaitkan dengan kegiatan pesantren kilat sekaligus pembelajaran numerasi melalui pengelolaan kotak amal.

Tingkatkan Kompetensi Guru dan Dampak ke Siswa

Sulistyowati berharap program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi guru, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi siswa.

“Program ini sangat bermanfaat. Guru bisa meningkatkan kompetensi tanpa biaya, dan dampaknya langsung dirasakan oleh peserta didik,” tutupnya.

Selain SDN Wanasari 01, beberapa sekolah lain yang terlibat dalam program ini antara lain SDN Mekarsari 06, SMPN 2 Tambun Selatan, SDN Jatiwangi 02, SDN Sukadanau 06, serta SMAN 2 Cikarang Pusat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya