April 23, 2026 21:46
Breaking News

Peringatan Hari Santri 2025, Kemenag Dapat Restu Presiden Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren

BINTASARA.com – Rasa syukur Menteri Agama Nasaruddin Umar sambut pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren yang telah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto bertempatan pada peringatan Hari Santri Nasional pada tanggal 22 Oktober 2025.

www.bintasara.com
Hari Santri Nasional 2025

Sebelumnya usulan pembentukan Ditjen Pesantren sudah berlangsung sejak 2019 diera Menag Lukman Hakim Saifuddin dan kembali diajukan pada 2021 dan 2023 pada era Menag Yaqut Cholil Qoumas. Pada tahun 2024 di era Menag Nasaruddin Umar kembali diajukan ke Kemenpan dan RB.

Perjuangan menerbitkan izin prakarsa pembentukan Ditjen Pesantren kini telah terjawab berdasarkan surat nomor B-617/M/D-1/HK.03.00/10/2025 tertanggal 21 Oktober 2025, Presiden melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memerintahkan agar segera dibentuk Ditjen Pesantren di lingkungan Kementerian Agama.

Baca Juga  Sekjen Kemendagri Dorong Percepatan Penyaluran Bantuan Pascabencana

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi para pihak yang telah mengawal terbitnya izin prakarsa pembentukan Ditjen Pesantren, khususnya Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i.

“Wabil khusus Wamenag telah memerjuangkannya sesegera mungkin,” sebut Menag di Jakarta usai memimpin Apel Hari Santri 2025 di halaman Kantor Kementerian Agama, Rabu (22/10/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i menyampaikan lebih detil terkait terbitnya izin prakarsa pembentukan Ditjen Pesantren.

“Alhamdulillah, saya baru saja menerima kabar dari Kementerian Sekretariat Negara tentang terbitnya Persetujuan Izin Prakarsa Penyusunan Rancangan Peraturan Presiden Tentang Perubahan atas Perpres Nomor 152 Tahun 2024 tentang Kementerian Agama,” ujar Wamenag.

Menag Tegaskan Komitmen

Baca Juga  Normalisasi Sungai Pascabencana Sumatera Capai 48 Persen, Satgas PRR Kejar Target 3 Tahun

Menag Nasaruddin umar mengungkapkan, Ditjen Pesantren ini nantinya akan melakukan konsolidasi pondok pesantren secara nasional. Selama ini, mungkin ada pesantren yang belum terdata atau belum terjangkau bantuan pemerintah.

“Dengan adanya Ditjen, hal-hal tersebut bisa tertangani dengan lebih baik karena ada perangkat kerja yang lebih luas dan sistem yang lebih terkoordinasi,” jelas Menag.

Menag menegaskan bahwa keberadaan Ditjen Pesantren akan membantu pemerintah memastikan seluruh pesantren dapat menjalankan peran strategisnya dengan baik.

“Dengan Ditjen ini, kita bisa memantau seluruh pesantren dalam arti positif. Pemerintah ingin memastikan semua pesantren benar-benar menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat secara optimal,” tegasnya.

Menurutnya, kehadiran Ditjen Pesantren juga akan memperkuat kontribusi Kemenag dalam menciptakan kerukunan umat, sekaligus membangun generasi santri yang kuat, cerdas, dan berakhlak mulia.

Baca Juga  Kisah Haru Gus Ipul Ketika Kunjungan Disetiap Sekolah Rakyat

“Harapan kita, Hari Santri menjadi momentum kebangkitan semangat santri untuk menjawab tantangan zaman,” ujar Menag.

Ke depan, lanjut Menag, sistem pendataan dan sertifikasi pesantren akan diintensifkan agar data menjadi lebih valid dan pelaksanaan program semakin tertib.

“Selama ini sertifikasi sudah berjalan, tapi ke depan akan lebih diperkuat agar data pesantren semakin valid dan program-program pembinaannya lebih tepat sasaran,” tutup Menag.

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya