Mengenal Profil Eko Apri Darto Asal Patianrowo, Sosok Perawat Poliklinik Ortopedi yang Ramah

www.bintasara.com
Media Social Sharing

Nganjuk, BINTASARA.com — Perawat ortopedi adalah perawat yang memiliki kemampuan spesialis dalam merawat pasien dengan masalah sistem muskuloskeletal seperti patah tulang, gangguan sendi, dan cedera lainnya.

Selain itu, perawat ortopedi juga memberikan perawatan pascaoperasi, dan membantu pasien dalam proses rehabilitasi untuk memulihkan mobilitas dan fungsi tubuh.

Tugas utama perawat ortopedi adalah menilai dan mengevaluasi kondisi muskuloskeletal, tingkat nyeri, dan kemampuan mobilitas untuk menyusun rencana perawatan pascaoperasi, juga memantau pasien setelah operasi, dalam merawat luka, dan menjaga tanda-tanda infeksi.

Sehingga sebagai perawat ada tuntutan untuk ramah terhadap pasien, karena keramahan merupakan bagian dari pelayanan prima dan mendukung kesembuhan pasien secara moril maupun fisik, serta menciptakan rasa nyaman dan kepercayaan.

Seperti yang dilakukan oleh Eko Apri Darto pria asal Dusun Jenar, Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang merupakan perawat Poliklinik Ortopedi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kertosono yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ramah dan sopan ketika memberikan pelayanan kepada pasien (masyarakat).

“Bagi saya pasien adalah keluarga yang tidak bisa dilepaskan begitu saja, dan harus diberikan pelayanan yang maksimal,” kata Eko Apri Darto, pada Jum’at (12/9/2025) malam.

Biodata Lengkap Eko Apri Darto

Eko Apri Darto menyampaikan, dirinya dilahirkan di Kabupaten Nganjuk, pada Minggu (28/4/1974) silam, anak pertama dari Pasangan Suami Istri (Pasutri) Saerodji (78) dengan Suwarti (almarhum) yang memiliki tiga saudara.

Baca Juga  Satpol PP Kota Bekasi Tertibkan PPKS

“Pekerjaan bapak adalah seorang pensiunan PNS dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) pada sekitar tahun 2003, sementara untuk ibu saya sudah meninggal dunia sejak sekitar tahun 2018 silam,” ucap pria yang akrab disapa Eko, kepada wartawan BINTASARA.com.

Profil Pendidikan Eko Apri Darto

Berdasarkan pengakuan Eko, dirinya mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Ngepung, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk dan lulus pada tahun 1986.

“Kemudian saya melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kertosono, Nganjuk, lulus pada tahun 1989. Setelah itu saya melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kertosono (SMAKer), lulus pada tahun 1992,” paparnya.

Eko juga menempuh pendidikan Diploma Tiga (D3) pada perguruan tinggi Karya Husada yang berlokasi di Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Panggilan Akrab Eko Apri Darto

“Ketika saya duduk di bangku SMA, oleh teman-teman akrab dipanggil wayang, karena saya paham cerita pewayangan. Berbeda ketika duduk di bangku kuliah, saya pada saat kuliah oleh teman-teman saya akrab disapa Cakil, karena bisa memperagakan Tari Cakilan,” urainya.

Baca Juga  SHM Dipinjam Tetangga, Tanah dan Bangunan Warga Katerban Baron Terancam Disita

Ia menambahkan, panggilan akrab tersebut masih melekat hingga saat ini, ketika dirinya mendatangi acara reuni bersama teman SMA maupun kuliah.

Jenjang Karir Eko Apri Darto Jadi Perawat

“Pada tahun 1998, saya juga sempat menjadi Tenaga Harian Lepas (THL) di Rumah Sakit Bhayangkara, yang pada akhirnya pada tahun 1999 mendapatkan SK honorer dari Pak Tris (Sutrisno Bupati Nganjuk periode 1993-2003 red), yang ditugaskan menjadi perawat di RSUD Kertosono sampai tahun 2006,” imbuhnya.

Setelah menjadi honorer sampai tahun 2006, Eko menjelaskan bahwa dirinya diangkat menjadi PNS pada tahun yang sama era kepemimpinan Bupati Siti Nurhayati yang familiar disapa Bu Hanung.

“Pertama menjadi perawat di RSUD Kertosono, saya bertugas di IGD sekaligus kamar jenazah sampai tahun 2014, yang setelah itu saya dimutasi bertugas ke Poli Ortopedi hingga saat ini,” ujarnya.

Keluarga Eko Apri Darto

Eko Apri Darto memiliki pasangan (istri) bernama Siti Yunik Indriyani hasil pernikahannya pada tahun 2003, juga dikaruniai 2 anak perempuan. Anak pertama bernama Nikolas Candrawati yang saat ini bekerja di klinik swasta Kota Kediri, Jawa Timur

“Untuk anak kedua adalah Nararya Candrakirana, saat ini masih berstatus sebagai pelajar di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Patianrowo (SMAPat) dan duduk di bangku kelas XI, saya berdoa kepada Allah SWT, semoga kedua anak saya diberikan masa depan yang cerah,” harapnya.

Baca Juga  Temuan PPATK 27.932 Pegawai BUMN Terindikasi Terima Bansos, Kemensos RI Bungkam

Aktifitas dan Hobi Eko Apri Darto

Di sela-sela kesibukannya sebagai PNS, Eko masih menyempatkan dirinya untuk terlibat dalam kegiatan masyarakat dan keagamaan.

“Hobi saya sering nonton wayang, juga tayuban namun jarang, sekaligus bisa menjadi penabuh gamelan Jawa. Saya juga pernah belajar karawitan di Pendopo milik almarhum Pak Harmoko (Menteri Penerangan Indonesia ke-22, Masa jabatan 19 Maret 1983 – 16 Maret 1997 era Presiden Soeharto red),” pungkasnya.

About The Author

By Tiarsin Sakera Kaperwil Jawa Timur

Kami adalah Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) PT Media Bintasara Internasional (MBI) Jawa Timur, individu idealis yang ingin membangun wartawan sehat berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Dalam menjalankan Tugas kewartawanan, kami sangat menjunjung tinggi kaidah Jurnalistik dan Kode Etik Jurnalistik 11 pasal, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, Konfirmasi dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, maupun berita. Sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *