Forkopimda Magelang Kunci Sinergi, Siaga Penuh Jaga Kamtibmas Ramadhan 1447 H

Media Social Sharing

MAGELANG|Bintasara.com -Pemerintah Kabupaten Magelang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Cipta Kondisi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H/2026. Rakor yang berlangsung di Pendopo drh. Soepardi, Kompleks Setda Kabupaten Magelang, Jalan Soekarno Hatta No. 59 Kota Mungkid, Senin (23/2), menegaskan komitmen bersama menjaga stabilitas daerah di tengah meningkatnya dinamika sosial masyarakat.

Rakor dihadiri Bupati Magelang Grengseng Pamudji, Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Sianipar, unsur Kodim 0705/Magelang yang diwakili Kasdim Mayor Inf. Praja, Ketua DPRD Kabupaten Magelang Sakir, Kajari Kabupaten Magelang Robin Abdi Ketaren, Ketua Pengadilan Negeri Mungkid Tri Margono, Sekda Kabupaten Magelang, para Kepala OPD, Forkopimcam, hingga Ketua Paguyuban Kades se-Kabupaten Magelang.

Kepala Kesbangpol Kabupaten Magelang Labbaika Nugroho dalam laporannya menegaskan bahwa Ramadhan dan Idul Fitri selalu diiringi peningkatan mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga kegiatan keagamaan yang berpotensi menimbulkan kerawanan sosial.

“Momentum Ramadhan dan Idul Fitri memiliki dinamika sosial yang tinggi, mulai dari lonjakan mobilitas, aktivitas perdagangan, hingga potensi konflik sosial. Karena itu, diperlukan sinergi dan koordinasi yang kuat antar seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Baca Juga  Peringati HUT ke-61, DPD Partai Golkar Kota Gunungsitoli Gelar Baksos

Rakor ini berlandaskan sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial, serta Surat Kapolda Jawa Tengah tentang Direktif Cipta Kondisi Kamtibmas menjelang dan selama Ramadhan 1447 H Tahun 2026.

Bupati Magelang Grengseng Pamudji menegaskan bahwa Ramadhan dan Idul Fitri bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga periode dengan intensitas aktivitas masyarakat yang meningkat tajam, termasuk tradisi mudik dan kunjungan wisata.

“Kondisi ini memerlukan kesiapsiagaan dan sinergitas kita bersama agar seluruh rangkaian ibadah dan perayaan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” tegasnya.

Bupati juga menyoroti pentingnya pengamanan tempat ibadah, pengaturan arus lalu lintas, pengawasan distribusi bahan pokok dan BBM, pengendalian penyakit masyarakat, hingga mitigasi potensi bencana hidrometeorologi yang rawan terjadi pada musim penghujan.

Sementara itu, Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Sianipar memaparkan sejumlah potensi kerawanan yang menjadi atensi selama Ramadhan 2026. Di antaranya tawuran dan perang sarung yang melibatkan remaja, peredaran petasan ilegal, minuman keras, balap liar, balon udara liar, hingga penyalahgunaan narkoba.

Baca Juga  Viral! 10 Menit Penuh Makna, Dandramil Bergas Rangkul Jurnalis Silaturahmi Lebaran Jadi Simbol Kuat Sinergi TNI-Media

“Salah satu potensi kerawanan yang menonjol adalah tawuran dan perang sarung setelah Tarawih hingga menjelang sahur, yang didominasi remaja usia 15 sampai 20 tahun. Ini menjadi perhatian serius kami,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polresta Magelang akan mengintensifkan patroli skala besar bersama TNI, Satpol PP, dan instansi terkait. Patroli akan difokuskan pada malam hari, saat sahur, ngabuburit, hingga pelaksanaan Tarawih. Layanan Call Center 110 juga dioptimalkan selama 24 jam guna merespons cepat laporan masyarakat.

Kapolresta turut mengimbau masyarakat mengaktifkan kembali Poskamling, memetakan wilayah rawan, serta mendorong kegiatan positif bagi kalangan pemuda sebagai langkah preventif.

Ketua DPRD Kabupaten Magelang Sakir menegaskan bahwa stabilitas keamanan menjadi fondasi utama kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat selama Ramadhan.

“Koordinasi lintas sektor ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah strategis dan preventif. Patroli gabungan TNI-Polri bersama Satpol PP harus benar-benar dioptimalkan, khususnya pada jam-jam rawan,” tegasnya.

Kajari Kabupaten Magelang Robin Abdi Ketaren menambahkan, Kejaksaan siap mendukung stabilitas daerah melalui peningkatan kesadaran hukum masyarakat dan pengawasan terhadap potensi gangguan ketertiban umum, termasuk peredaran bahan peledak serta fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Baca Juga  Ketua Umum Forum Pemred SMSI Menyesalkan Pernyataan Hasan Nasbi

Di sisi lain, Ketua Pengadilan Negeri Mungkid Tri Margono menyatakan komitmennya memberikan pelayanan peradilan yang cepat, sederhana, dan berbiaya ringan selama periode Ramadhan dan Idul Fitri guna menjaga kepastian hukum di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.

Kasdim 0705/Magelang Mayor Inf. Praja menekankan pentingnya optimalisasi fungsi intelijen dan deteksi dini di wilayah.

“Jangan sampai permasalahan berkembang dan kita terlambat mengambil tindakan. Lebih baik langkah antisipatif sejak dini,” ujarnya.

Melalui rakor lintas sektoral ini, Forkopimda Kabupaten Magelang menegaskan kesiapan penuh menjaga kondusivitas wilayah. Sinergi TNI-Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu mewujudkan Kabupaten Magelang yang aman, religius, dan sejahtera, sehingga umat Muslim dapat menjalankan ibadah Ramadhan dan merayakan Idul Fitri 1447 H dengan rasa aman dan nyaman. (AG)

About The Author

By Agung

Kami adalah Jurnalis Bintasara, individu idealis yg membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *