Nias Selatan, Bintasara.com – Bupati Nias Selatan, Sökhiatulö Laia, melakukan penanaman jagung perdana di lahan ketahanan pangan Desa Bawönahönö, Kecamatan Fanayama, Jumat, 05/12/2025. Kegiatan yang berlangsung di area seluas lebih dari 2 hektare tersebut menjadi langkah awal penguatan swasembada pangan di wilayah itu.
Penanaman ini turut dihadiri Ketua Tim Daulat Pangan Kabupaten Nias Selatan Penyabar Nakhe, Camat Fanayama Ronaldin Fau, Ketua DPRD Nias Selatan Elisati Halawa, anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, tokoh masyarakat, TAPD Yankas Zagoto, pendamping desa, serta masyarakat setempat.
Kepala Desa Bawönahönö, Petrus Hondrö, menjelaskan lahan yang digunakan merupakan milik warga dan telah dipersiapkan untuk berbagai varietas tanaman. Ia mengajak Bupati dan rombongan untuk ikut serta melakukan penanaman bersama.
“Dapat kami sampaikan bahwa lahan yang digunakan ini milik warga Desa Bawönahönö dengan luar area berkisar 2 hektar lebih dan sudah siap tanam dengan berbagai varietas tanaman, tentunya nanti mulai dari tanaman jagung manis, sayuran dan cabe,” ujar Petrus.
Sementara, Ketua Tim Daulat Pangan, Penyabar Nakhe, menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong pengembangan konsep ketahanan pangan agar Nias Selatan mampu mencapai swasembada, khususnya untuk komoditas jagung, padi, dan cabai. Saat ini, kata dia, sudah terbentuk 210 lahan ketahanan pangan di berbagai wilayah.
“Teman-Teman tim daulat pangan dikonsep gimana caranya supaya bertambah jagung, bertambah padi, bertambah cabe dan sebagainya,” jelas Nakhe.
Bupati Sökhiatulö Laia mengapresiasi kerja Tim Daulat Pangan dan para pendamping yang turut membantu pemerintah dalam mendorong ketahanan pangan daerah. Ia berharap para petani dapat bertransformasi dari pola tradisional menuju pertanian modern.
“Hari ini kita bersama-sama melakukan penanaman jagung dan berbagai tanaman lain. Saya berharap dari petani tradisional menjadi petani modern ke depan. Ini yang menjadi harapan kita-kita bersama dan tentunya saya berterima kasih kepada tim daulat pangan ini yang sudah membantu pemerintah,” ujar Bupati.
Pada kesempatan itu, Petrus kembali menyampaikan harapannya agar Bupati, DPRD, dan Tim Daulat Pangan bersedia melakukan penanaman bersama sebagai simbol penguatan program ketahanan pangan desa.
“Kami yakin program ini akan memberdayakan masyarakat,” tambah Petrus.
Ia juga menyebut, Desa Bawönahönö memiliki dua kelompok tani aktif, yakni Poktan Marase (berdiri sejak 2020) dan Poktan Baluse, yang menjadi motor penggerak pertanian desa. (KN)



