BINTASARA.com, MUARA TEWEH – Pelatihan Hidroponik menjadi langkah nyata Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Muara Teweh, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, dalam meningkatkan keterampilan dan kemandirian Klien Pemasyarakatan.
Melalui kerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara, Bapas menyelenggarakan Bimbingan Kemandirian berupa pelatihan budidaya hidroponik pada Kamis (23/07/2026).
Program ini bertujuan membekali klien dengan kemampuan produktif yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha sekaligus mendukung keberhasilan reintegrasi sosial setelah mereka menyelesaikan masa pembimbingan.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi di Aula Bapas Kelas II Muara Teweh.
Selanjutnya, seluruh peserta mengikuti praktik langsung di Rumah Hidroponik Bapas agar memperoleh pengalaman nyata dalam mengelola sistem pertanian modern berbasis hidroponik.
Metode pembelajaran yang menggabungkan teori dan praktik ini membuat peserta lebih mudah memahami setiap tahapan budidaya tanaman.
Para mentor dari Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara memberikan materi secara komprehensif mulai dari pengenalan konsep dasar hidroponik, pemilihan media tanam, teknik penyemaian benih, pengelolaan nutrisi, perawatan tanaman, hingga proses panen.
Selain itu, peserta juga mempraktikkan secara langsung cara merawat instalasi hidroponik sehingga memiliki pengalaman yang dapat diterapkan secara mandiri.
Antusiasme Klien Pemasyarakatan terlihat sepanjang kegiatan berlangsung.
Mereka aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mengikuti setiap sesi praktik dengan penuh semangat.
Tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa pelatihan ini mampu meningkatkan motivasi mereka untuk mengembangkan keterampilan yang bernilai ekonomi setelah kembali ke tengah masyarakat.
Melalui Pelatihan Hidroponik Bapas Muara Teweh, Bapas bersama Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara berupaya menghadirkan pembinaan yang lebih aplikatif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja.
Budidaya hidroponik dipilih karena memiliki prospek usaha yang menjanjikan, dapat dilakukan di lahan terbatas, serta mendukung pengembangan pertanian modern yang ramah lingkungan.
Program ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dengan menguasai teknik budidaya hidroponik, Klien Pemasyarakatan diharapkan mampu menghasilkan produk pertanian berkualitas yang memiliki nilai jual tinggi sekaligus membuka peluang usaha mandiri.
Kepala Bapas Kelas II Muara Teweh, M. Ading Saidhy, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembimbingan Klien Pemasyarakatan.
Menurutnya, pemberian keterampilan praktis akan meningkatkan kesiapan klien untuk kembali menjalankan kehidupan yang produktif di tengah masyarakat.
“Kami berharap pelatihan hidroponik ini dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi Klien Pemasyarakatan. Dengan memiliki kemampuan yang produktif, mereka diharapkan mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri, meningkatkan kesejahteraan, serta mendukung keberhasilan proses reintegrasi sosial,” ujar Ading.
Pelaksanaan Pelatihan Hidroponik Bapas Muara Teweh berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat. Sinergi antara Bapas Kelas II Muara Teweh dengan Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antar lembaga mampu menghasilkan program pembimbingan yang berdampak positif.
Ke depan, Bapas berkomitmen terus menghadirkan berbagai pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sehingga Klien Pemasyarakatan memiliki bekal kompetensi, kemandirian ekonomi, dan kepercayaan diri untuk membangun masa depan yang lebih baik setelah menjalani proses reintegrasi sosial.
