BINTASARA.com, TAPANULI TENGAH – Enam bulan pasca bencana, warga Badiri kecewa penanganan banjir yang terjadi pada 25 November 2025 lalu. warga lingkungan 3 Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), mempertanyakan keseriusan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menangani dampak lumpur dan banjir yang hingga kini masih menghantui kehidupan masyarakat.
Seorang warga Badiri berinisial ML mengungkapkan bahwa kondisi aktivitas masyarakat saat ini masih sangat memprihatinkan. Lumpur sisa banjir masih menutupi parit dan lingkungan warga sehingga aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.
Menurut ML, warga sudah berulang kali melakukan gotong royong secara mandiri untuk membersihkan lingkungan. Namun keterbatasan alat dan minimnya bantuan membuat upaya tersebut tidak mampu mengatasi seluruh dampak bencana.
“Gotong royong sudah sering kami lakukan sejak awal bencana alam tahun lalu hingga sekarang. Namun karena keterbatasan peralatan seadanya, warga kewalahan menyelesaikan semuanya,” ujar ML.
Warga Badiri Kecewa Penanganan Banjir Lumpur Penuhi Parit, Warga Khawatir Ancaman DBD
ML menjelaskan kondisi lingkungan kini semakin memburuk karena lumpur masih memenuhi saluran drainase dan parit warga. Akibatnya, genangan banjir terus terjadi setiap kali hujan turun meski hanya sebentar.
Ia menilai kondisi tersebut berpotensi memicu munculnya wabah penyakit, termasuk Demam Berdarah Dengue (DBD), akibat berkembangnya sarang nyamuk di area genangan air.
“Setiap kali hujan datang pasti banjir hingga ketinggian satu sampai dua meter. Lumpur juga masuk ke dalam rumah warga sehingga aktivitas keseharian terganggu,” ucap ML dengan nada kecewa.
Warga Lingkungan 3 Badiri menilai respons Pemda Tapteng sangat lamban dalam menangani persoalan tersebut. Mereka berharap pemerintah segera menurunkan alat berat untuk menggali parit yang tersumbat serta membersihkan tumpukan tanah dan lumpur di sekitar permukiman warga.
Camat Badiri Akui Sudah Sampaikan Keluhan ke Dinas Terkait
Menanggapi keluhan warga, awak media Bintasara.com meminta keterangan dari pihak Kecamatan Badiri terkait langkah yang telah dilakukan pemerintah setempat.
Camat Badiri mengaku pihaknya sudah menyampaikan laporan dan keluhan warga kepada Dinas Perkim dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah.
“Sudah kita sampaikan ke Dinas Perkim dan Dinas Kesehatan, namun sampai saat ini belum ada informasi dari mereka,” jawab camat melalui pesan WhatsApp, Sabtu (23/5/2026).
Namun jawaban tersebut justru membuat warga semakin kecewa. ML menilai pemerintah kecamatan hanya sebatas menyampaikan laporan tanpa melakukan tindak lanjut yang jelas terkait progres penanganan di lapangan.
Warga Minta Pemerintah Provinsi dan Pusat Turun Tangan
ML menegaskan bahwa warga akan terus menyuarakan kondisi yang mereka alami kepada media dan pihak terkait agar pemerintah tidak menutup mata terhadap penderitaan masyarakat Badiri.
Ia juga berharap pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat turun langsung ke Kecamatan Badiri untuk melihat kondisi warga yang hingga kini masih hidup berdampingan dengan banjir dan lumpur pascabencana.
Pewarta: AZ



