BINTASARA.com, MUARA TEWEH – Bimbingan Keagamaan Klien Bapas menjadi fokus utama dalam penguatan sinergi antara Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Muara Teweh, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara.
Melalui kegiatan silaturahmi dan koordinasi yang berlangsung pada Selasa (7/7/2026), kedua instansi memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian, mental spiritual, serta mendukung keberhasilan reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bapas Kelas II Muara Teweh, M. Ading Saidhy, dan disambut hangat oleh jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan kelembagaan melalui komunikasi yang terbuka, konstruktif, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan publik.
Dalam pertemuan tersebut, kedua instansi membahas berbagai langkah strategis untuk memperkuat pelaksanaan program pembimbingan kemasyarakatan.
Salah satu fokus utama pembahasan ialah pengembangan Bimbingan Keagamaan Klien Bapas sebagai bagian penting dalam membentuk karakter, meningkatkan kesadaran hukum, serta menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual kepada Klien Pemasyarakatan.
Bapas Kelas II Muara Teweh memandang bahwa pembinaan keagamaan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung perubahan perilaku klien.
Melalui pendekatan spiritual yang berkesinambungan, klien diharapkan mampu memperbaiki pola pikir, meningkatkan rasa tanggung jawab, serta mempersiapkan diri untuk kembali menjalankan fungsi sosial secara positif di tengah masyarakat.
Sinergi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara juga membuka peluang menghadirkan berbagai program pembinaan yang lebih terarah.
Program tersebut dapat berupa penyuluhan keagamaan, pendampingan rohani, pembinaan mental spiritual, hingga kegiatan edukatif yang bertujuan memperkuat kepribadian Klien Pemasyarakatan selama menjalani proses pembimbingan di Bapas.
Kepala Bapas Kelas II Muara Teweh, M. Ading Saidhy, menegaskan bahwa kolaborasi lintas instansi merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan manusia secara utuh.
“Melalui silaturahmi dan koordinasi ini, kami berharap kerja sama antara Bapas Kelas II Muara Teweh dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara dapat terus ditingkatkan. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam pembinaan kepribadian dan penguatan nilai-nilai spiritual bagi Klien Pemasyarakatan sehingga proses reintegrasi sosial dapat berjalan secara optimal,” ujar Ading.
Menurutnya, keberhasilan pembimbingan tidak hanya ditentukan oleh aspek administratif dan hukum, tetapi juga dipengaruhi oleh pembinaan karakter, moral, dan spiritual yang dilakukan secara konsisten melalui kerja sama berbagai pemangku kepentingan.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari implementasi pendekatan pemasyarakatan yang mengedepankan nilai kemanusiaan, profesionalisme, serta pelayanan yang berdampak.
Dengan memperkuat Bimbingan Keagamaan Klien Bapas, diharapkan setiap klien memiliki bekal moral, kepercayaan diri, dan kesiapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan proses pembimbingan.
Bapas Kelas II Muara Teweh terus berkomitmen memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai instansi pemerintah maupun lembaga terkait sebagai upaya menghadirkan layanan pemasyarakatan yang profesional, humanis, akuntabel, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sinergi yang terjalin bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara diharapkan mampu memperkuat efektivitas program pembimbingan serta meningkatkan keberhasilan reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan secara berkelanjutan.



