Gunungsitoli, Bintasara.com – Pemerintah Kota Gunungsitoli terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup lanjut usia melalui pelaksanaan Wisuda Sekolah Lansia S1 dan S2 se-Kota Gunungsitoli Tahun Ajaran 2025/2026, yang digelar di Alun-alun Kota Gunungsitoli, Jumat, (24/04/2026).
Prosesi pengukuhan wisudawan berlangsung khidmat dan penuh haru dipimpin langsung oleh Wali Kota Gunungsitoli , Sowa’a Laoli, S,E, M.Si bersama Wakil Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase, S.H, dan Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli.
Dalam sambutan Wali Kota Gunungsitoli menyampaikan bahwa lanjut usia merupakan tahapan akhir siklus hidup manusia yang umumnya dimulai pada usia 60 tahun ke atas. Pada fase ini, lansia mengalami perubahan fisik, kognitif, serta kerentanan terhadap berbagai penyakit kronis, sehingga memerlukan perhatian dan dukungan bersama.
Melalui program Sekolah Lansia atau Sekolah Lansia Tangguh (Selantang), Pemerintah Kota Gunungsitoli berupaya meningkatkan kualitas hidup lansia agar menjadi SMART, yaitu Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat. Program ini merupakan pendidikan nonformal sepanjang hayat yang menjadi bagian dari program prioritas nasional Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga melalui program SIDAYA atau Lansia Berdaya.
“Pada tahun 2025, Kota Gunungsitoli telah mewisuda 120 orang lansia jenjang Standar Satu (S-1) yang berasal dari Desa Faekhu, Desa Sisobahili 2 Tanoseo, dan PWRI Kota Gunungsitoli. Para peserta telah mengikuti 12 kali pertemuan pembelajaran dengan materi spiritual, intelektual, emosional, kesehatan, hingga pemeriksaan kesehatan,” ujar Wali Kota.
“Tahun ini, Pemerintah Kota Gunungsitoli kembali mewisuda sebanyak 463 orang lansia jenjang Standar Satu (S-1) yang berasal dari 11 desa serta 20 orang jenjang Standar Dua (S-2) dari Desa Faekhu yang tersebar di 6 kecamatan se-Kota Gunungsitoli,” tambahnya.
Wali Kota mengucapkan selamat kepada seluruh orang tua yang diwisuda dan berpesan agar seluruh wisudawan tetap menjadi lansia yang sehat, percaya diri, dan bahagia. “Kepada kecamatan dan desa yang belum membentuk Sekolah Lansia, diharapkan segera membentuk program serupa di wilayah masing-masing melalui kolaborasi bersama menuju Gunungsitoli Hebat,” pungkas Sowa’a Laoli.
Dalam kesempatan tersebut, Pemko Gunungsitoli juga menyerahkan penghargaan khusus kepada wisudawan tertua atas nama Satilia Larosa, Umur 88 Tahun, warga Desa Dahana, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi sebagai bentuk apresiasi atas semangat belajar dan keteladanan dalam mengikuti program Sekolah Lansia. Penghargaan ini menjadi simbol penghormatan kepada para orang tua yang tetap aktif, produktif, dan bersemangat menimba ilmu di usia lanjut.
Tidak hanya itu, Pemko juga memberikan apresiasi kepada segenap pihak, baik dari Dinas P5A, Kemenag Kota Gunungsitoli, UPTD Puskesmas Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan pimpinan Kecamatan serta Kepala Desa yang telah memfasilitasi kegiatan sekolah lansia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kota Gunungsitoli, Ketua TP – PKK Kota Gunungsitoli, Ketua I TP – PKK Kota Gunungsitoli, para Camat se-Kota Gunungsitoli, Ketua DWP Kota Gunungsitoli, para Kepala Desa, serta keluarga besar para wisudawan yang turut memberikan dukungan dan kebanggaan atas pencapaian para orang tua yang diwisuda pada hari itu. (Kris Laoli)



