Juli 24, 2026 19:48
Breaking News

Satu Warga Binaan Lapas Tahuna Jalani PB, Bawa Ijazah dan Premi Kerja

BINTASARA.com, TAHUNA – Warga Binaan Lapas Tahuna kembali menunjukkan hasil positif dari program pembinaan yang dijalankan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tahuna.

Seorang warga binaan berinisial YS resmi menjalani Pembebasan Bersyarat (PB) pada Jumat (24/7) dengan membawa bekal berharga berupa ijazah pendidikan kesetaraan Paket A setara Sekolah Dasar (SD) serta premi kerja yang diperoleh selama mengikuti program pembinaan kemandirian di bidang barbershop.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan di Lapas Kelas IIB Tahuna tidak hanya berfokus pada pembinaan kepribadian, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan keterampilan yang bermanfaat setelah warga binaan kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIB Tahuna, Yosef Leonard Sihombing, menyerahkan langsung premi kerja kepada YS sekaligus memberikan apresiasi atas keberhasilannya menyelesaikan pendidikan kesetaraan dan mengikuti pembinaan keterampilan hingga tuntas.

Baca Juga  Inspektorat Nisel Mintai Keterangan Sejumlah Pihak Soal Dugaan Korupsi Dana BOK dan JKN TA.2022 di Puskesmas Huruna

Menurut Yosef, pencapaian tersebut merupakan kebanggaan bagi seluruh jajaran Lapas Tahuna karena seorang warga binaan dapat meninggalkan lapas dengan bekal pendidikan sekaligus keterampilan kerja yang dapat dimanfaatkan untuk membangun kehidupan baru.

“Kami bangga karena hari ini ada satu orang warga binaan yang menjalani Pembebasan Bersyarat dapat membawa pulang ijazah sekaligus premi kerja dari keahlian pangkas rambut yang diperolehnya selama menjalani pembinaan di dalam lapas,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan menjadi modal penting dalam proses reintegrasi sosial. Dengan memiliki ijazah pendidikan kesetaraan, mantan warga binaan memiliki kesempatan yang lebih luas untuk memperoleh pekerjaan maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Yosef juga menjelaskan bahwa program pendidikan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Lapas Kelas IIB Tahuna, Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan PKBM Pioner Tahuna.

Baca Juga  Wali Kota Gunungsitoli Hadiri Halalbihalal Bersama Masyarakat, dan Berharap Perkuat Kolaborasi Menuju Gusit Hebat

Kerja sama itu mendukung pelaksanaan Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memberikan akses pendidikan bagi warga binaan.

Selain pendidikan formal, Lapas Tahuna secara konsisten mengembangkan berbagai program pembinaan kemandirian.

Salah satunya ialah pelatihan barbershop yang memberikan keterampilan praktis sehingga warga binaan memiliki kemampuan untuk membuka usaha maupun bekerja secara mandiri setelah bebas.

Kepala Sub Seksi Registrasi, Irwan Lumiu, menegaskan bahwa setiap warga binaan memiliki potensi yang harus dikembangkan selama menjalani masa pidana.

Menurutnya, petugas pemasyarakatan tidak hanya membina warga binaan agar mematuhi aturan, tetapi juga membantu mereka menggali kemampuan yang dimiliki sehingga dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat setelah kembali menjalani kehidupan normal.

Sementara itu, YS mengaku sangat bersyukur dapat menjalani Pembebasan Bersyarat dengan membawa bekal pendidikan dan keterampilan yang diperoleh selama berada di Lapas Tahuna.

Baca Juga  Optimalkan Pengawasan Putusan Hakim, Lapas Muara Teweh Terima Kunjungan Hakim Wasmat

“Saya merasa senang hari ini bisa bebas bersyarat. Saya juga bahagia karena dapat membawa premi kerja dan ijazah kesetaraan yang sangat berguna untuk kehidupan saya ke depan,” ungkapnya.

Keberhasilan YS menjadi gambaran bahwa proses pembinaan di Lapas Tahuna berjalan secara optimal.

Pendidikan kesetaraan, pelatihan keterampilan, dan pembinaan kepribadian menjadi fondasi penting dalam membentuk warga binaan agar siap kembali berperan sebagai anggota masyarakat yang produktif.

Lapas Kelas IIB Tahuna berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan melalui berbagai program pembinaan yang berorientasi pada pendidikan, pemberdayaan, dan pengembangan keterampilan.

Dengan demikian, setiap warga binaan memiliki kesempatan yang sama untuk memperbaiki diri, meningkatkan kompetensi, serta membangun masa depan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidananya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *