Juli 24, 2026 14:42
Breaking News

AI Ekonomi Kreatif Jadi Peluang Besar, Wamen Irene Umar: Indonesia Harus Jadi Pencipta Teknologi Berdaya Saing Global

https://bintasara.com/AI Ekonomi Kreatif

BINTASARA.com, JAKARTA – AI Ekonomi Kreatif menjadi fokus utama pemerintah dalam mempercepat transformasi digital nasional. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menegaskan Indonesia harus memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) sebagai penguat kreativitas manusia, bukan sekadar menjadi pengguna teknologi. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri peluncuran AI Economic Impact Report: Building the Future: Shaping Indonesia’s AI Era dalam forum Google & YouTube untuk AI dan Ekonomi Kreatif di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Forum yang mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas tersebut bertujuan memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan ekosistem Artificial Intelligence (AI) yang bertanggung jawab, inovatif, dan mampu meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

“Artificial Intelligence bukanlah pengganti kreativitas manusia. AI adalah teknologi yang memperkuat kreativitas manusia. Yang perlu kita siapkan adalah talenta yang mampu memanfaatkan teknologi, memahami data, serta menghasilkan karya yang memiliki daya saing global. Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus menjadi pencipta dan pemain di pasar dunia,” tegas Irene Umar.

Baca Juga  Dukung Kelancaran Lalu Lintas Libur Idul Fitri 1446h / 2025m, Waskita Toll Road Berlakukan Diskon Tarif Sebesar 20%

Google Prediksi AI Dongkrak Nilai Ekonomi Kreatif Indonesia

Laporan AI Economic Impact Report yang disusun Google bersama Public First mengungkapkan bahwa pemanfaatan AI berpotensi memberikan kontribusi ekonomi hingga Rp66 triliun per tahun bagi sektor ekonomi kreatif Indonesia.

Selain itu, adopsi teknologi AI diproyeksikan mampu melahirkan sekitar 1,8 juta kreator profesional baru pada 2035, sekaligus membuka peluang ekspor konten kreatif senilai Rp6,7 triliun per tahun melalui teknologi kreasi dan lokalisasi konten berbasis AI.

Menurut Irene, potensi tersebut hanya dapat diwujudkan apabila Indonesia memiliki sumber daya manusia yang mampu menguasai teknologi sekaligus mengembangkan inovasi berbasis kreativitas.

Kementerian Ekraf Gandeng Google Tingkatkan Talenta AI

Untuk mempercepat pengembangan talenta digital, Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Google akan meluncurkan program Creative Technology Future Talents.

Baca Juga  Forum Pemred SMSI Sumut Bahas KUHP, AI hingga Seminar ‘No Viral No Justice’ dalam Rapat Perdana

Program tersebut menghadirkan pelatihan daring di berbagai bidang strategis, seperti:

  • Artificial Intelligence (AI)
  • Data Analytics
  • Project Management
  • Cybersecurity

Melalui program ini, pemerintah ingin meningkatkan kompetensi kreator, inovator, serta technopreneur Indonesia agar mampu bersaing di era ekonomi digital.

Irene menjelaskan, pemanfaatan AI juga harus diimbangi dengan tata kelola data yang baik sehingga pelaku ekonomi kreatif dapat menyusun strategi bisnis secara lebih efektif, meningkatkan efisiensi produksi, serta memperluas pasar ekspor.

Ia juga menegaskan pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI) agar perkembangan teknologi AI tetap mendorong inovasi tanpa mengabaikan hak para kreator.

AI Ekonomi Kreatif, Google Siap Dukung Pengembangan AI Indonesia

Vice President of Government Affairs & Public Policy Google, Markham Erickson, menyampaikan optimisme terhadap masa depan AI di Indonesia. Menurutnya, bonus demografi, tingginya adopsi digital, dan berkembangnya industri kreatif menjadi modal besar bagi Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi digital berbasis AI.

Baca Juga  Indonesia-Prancis Tanda Tangani Kerja Sama Penguatan Ekonomi Kreatif

“Kami berkomitmen menjadi mitra pemerintah Indonesia dalam membangun ekosistem AI yang terbuka, inklusif, dan bertanggung jawab. Ketika teknologi terbuka bertemu dengan kreativitas Indonesia, kami percaya akan semakin banyak peluang yang dapat diciptakan bersama bagi masyarakat, pelaku usaha, dan sektor ekonomi kreatif,” ujarnya.

Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Ekosistem AI Nasional

Irene Umar menegaskan bahwa transformasi AI membutuhkan investasi jangka panjang pada pengembangan talenta, pemanfaatan data, dan pengambilan keputusan berbasis data. Menurutnya, manfaat ekonomi AI harus terus diukur secara berkelanjutan agar dampaknya terhadap penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan usaha, dan peningkatan nilai tambah ekonomi dapat terlihat secara nyata.

Forum Google & YouTube untuk AI dan Ekonomi Kreatif menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, Google, akademisi, industri, dan komunitas. Sinergi tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem AI yang inovatif, mempercepat lahirnya talenta digital unggul, serta meningkatkan daya saing di pasar global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *