BINTASARA.com, MANADO – Pembinaan kemandirian WBP terus dikembangkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Manado untuk meningkatkan keterampilan, produktivitas, dan kesiapan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Melalui program ini, Lapas Manado memberikan ruang bagi WBP untuk mengembangkan potensi, kreativitas, serta kemampuan kerja sesuai minat dan bakat masing-masing, Kamis (20/8/2026).
Lapas Manado mendorong WBP mengikuti berbagai kegiatan pelatihan keterampilan yang memiliki manfaat praktis dan berpotensi menghasilkan produk bernilai ekonomi.
Kegiatan tersebut tidak hanya mengisi waktu selama menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses pembinaan agar WBP memiliki bekal keterampilan setelah menyelesaikan masa pidana.
Melalui pembinaan kemandirian WBP, para WBP mendapatkan kesempatan untuk belajar sekaligus mempraktikkan keterampilan secara langsung.
Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan mendorong WBP untuk menghasilkan berbagai karya kreatif yang memiliki nilai guna dan berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai jual.
Sejumlah produk keterampilan telah dihasilkan WBP Lapas Manado, mulai dari kerajinan tangan, produk berbahan kayu, hingga berbagai karya kreatif lainnya.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa WBP mampu mengembangkan kreativitas dan produktivitas ketika mendapatkan kesempatan, fasilitas, pendampingan, serta pembinaan yang tepat.
Kepala Lapas Manado, Krisman Ziliwu, mengatakan bahwa pembinaan kemandirian menjadi salah satu strategi penting untuk membangun kepercayaan diri dan meningkatkan kemampuan WBP.
“Kami ingin memastikan bahwa selama menjalani masa pembinaan, WBP mendapatkan bekal yang bermanfaat. Melalui pembinaan kemandirian, mereka tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, kreativitas, dan bagaimana menghasilkan sesuatu yang bernilai,” ujar Krisman.
Menurutnya, keterampilan yang diperoleh WBP dapat menjadi modal ketika mereka kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Karena itu, Lapas Manado terus mendorong pengembangan berbagai kegiatan yang mampu meningkatkan kemampuan kerja dan kemandirian WBP.
Selain menghasilkan karya, kegiatan keterampilan juga melatih WBP untuk bekerja secara disiplin, bertanggung jawab, dan mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai target.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sikap positif dan mempersiapkan WBP menghadapi kehidupan setelah masa pembinaan.
Lapas Manado juga berupaya meningkatkan kualitas hasil karya WBP agar memiliki daya saing yang semakin baik.
Pengembangan desain, peningkatan kualitas pengerjaan, serta kreativitas menjadi bagian yang dapat terus diperkuat agar produk WBP memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.
Program pembinaan kemandirian tersebut sejalan dengan tujuan pemasyarakatan untuk membentuk WBP agar menyadari kesalahan, memperbaiki diri, tidak mengulangi tindak pidana, serta mampu kembali dan diterima oleh masyarakat.
Melalui pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan, Lapas Manado berkomitmen menciptakan lebih banyak peluang bagi WBP untuk mengembangkan keterampilan dan potensi diri.
Karya WBP menjadi bukti bahwa pembinaan yang tepat mampu melahirkan kreativitas, produktivitas, dan kemandirian yang bernilai bagi masa depan.





