Juli 24, 2026 19:27
Breaking News

Lapas Gunungsitoli Dukung Sensus Ekonomi 2026, Kepala BPS Tinjau Pembinaan Kemandirian WBP

BINTASARA.com, GUNUNGSITOLI – Sensus Ekonomi menjadi wujud nyata dukungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Gunungsitoli terhadap pelaksanaan program nasional melalui kegiatan Pendataan Keluarga Khusus Sensus Ekonomi Tahun 2026 yang dilaksanakan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Gunungsitoli, Jumat (24/7).

Kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat validitas data statistik nasional, tetapi juga menunjukkan komitmen Lapas Gunungsitoli dalam menghadirkan pembinaan yang produktif bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kepala BPS Kota Gunungsitoli, Elijoi Naibaho, hadir bersama jajaran untuk melaksanakan pendataan terhadap WBP sesuai mekanisme Pendataan Keluarga Khusus dalam Sensus Ekonomi 2026.

Seluruh proses berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar di bawah pendampingan langsung Kepala Lapas Kelas IIB Gunungsitoli, Sahat Bangun, didampingi Kasi Binadik dan Giatja, Kasubsi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas), serta jajaran petugas.

Pendataan tersebut menjadi bagian penting dalam menghasilkan data statistik yang akurat, lengkap, dan berkualitas sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan nasional.

Baca Juga  Kalapas Gunungsitoli Perkuat Integritas Lima PNS Baru Lewat Apel Pagi

Melalui sinergi antara Lapas dan BPS, seluruh kelompok masyarakat, termasuk warga binaan, memperoleh kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam penyediaan data resmi negara.

Usai pelaksanaan pendataan, Sahat Bangun mengajak Kepala BPS Kota Gunungsitoli beserta rombongan meninjau berbagai program pembinaan yang berjalan di lingkungan Lapas.

Kunjungan tersebut memperlihatkan secara langsung bagaimana pembinaan tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter, tetapi juga peningkatan keterampilan dan produktivitas warga binaan.

Salah satu program yang menarik perhatian rombongan BPS ialah pembinaan kemandirian melalui pelatihan membatik.

Dalam kesempatan itu, Kalapas menjelaskan setiap tahapan proses produksi batik, mulai dari pembuatan pola, pencantingan, pewarnaan, hingga proses penyelesaian menjadi produk siap pakai yang memiliki nilai seni sekaligus nilai ekonomi.

Program membatik tersebut merupakan salah satu bentuk pembinaan vokasional yang terus dikembangkan Lapas Gunungsitoli agar WBP memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

Baca Juga  Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Ka.KPR Rutan Humbang Hasundutan Kontrol Area Beranggang

Selain meningkatkan kreativitas, kegiatan tersebut juga menumbuhkan semangat kerja, kedisiplinan, serta jiwa kewirausahaan.

Kepala BPS Kota Gunungsitoli, Elijoi Naibaho, memberikan apresiasi atas pembinaan yang dilaksanakan di Lapas Gunungsitoli.

Menurutnya, keterampilan membatik yang diberikan kepada warga binaan merupakan bekal penting dalam mendukung proses reintegrasi sosial serta meningkatkan peluang mereka untuk mandiri secara ekonomi setelah menyelesaikan masa pidana.

Sementara itu, Kalapas Sahat Bangun menegaskan bahwa pembinaan kemandirian menjadi salah satu program prioritas yang terus dikembangkan di Lapas Gunungsitoli.

Melalui berbagai pelatihan produktif, pihaknya berupaya membentuk warga binaan yang memiliki kompetensi, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk kembali menjalankan kehidupan yang lebih baik di tengah masyarakat.

Ia juga menilai bahwa kolaborasi dengan berbagai instansi, termasuk BPS Kota Gunungsitoli, memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung keberhasilan program pembinaan pemasyarakatan yang berorientasi pada pemberdayaan sumber daya manusia.

Baca Juga  GEPLAK Indramayu Gas Pol Usai Lebaran, Evaluasi Kinerja hingga Perkuat Barisan

Sinergi tersebut membuktikan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga aktif mendukung berbagai program strategis pemerintah, termasuk pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026.

Kehadiran BPS di lingkungan Lapas menjadi bentuk kolaborasi lintas sektor yang mampu memperkuat kualitas data nasional sekaligus memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pendataan yang inklusif.

Melalui kegiatan ini, Lapas Gunungsitoli Sensus Ekonomi diharapkan semakin memperkuat kerja sama antara Lapas Kelas IIB Gunungsitoli dan BPS Kota Gunungsitoli dalam mendukung pembangunan nasional berbasis data yang akurat.

Di sisi lain, pembinaan kemandirian yang terus ditingkatkan akan menjadi bekal berharga bagi warga binaan untuk kembali berkontribusi secara positif, produktif, dan mandiri setelah bebas dari masa pidana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *