BINTASARA.com, JAKARTA – Densus 88 AT Polri resmi buka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Tahun 2026, gelar pada 18–20 Mei 2026 dengan mengusung tema strategi kolaboratif presisi dalam penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan dan terorisme guna menjaga stabilitas kamtibmas nasional.
Juru Bicara Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana, mengatakan Rakernis tahun ini menjadi momentum penting dalam merespons transformasi ancaman terorisme yang semakin kompleks dan multidimensional, khususnya di ruang digital yang menyasar anak-anak dan remaja.
“Fenomena ekstremisme yang mengarah kepada terorisme kini berkembang dari pola ideologis konvensional menuju bentuk baru seperti non coherent extremism dan nihilistic violent extremism. Media sosial, platform digital, hingga game online pemanfaatan sebagai sarana rekrutmen, grooming, dan penyebaran kekerasan,” ujar Kombes Pol. Mayndra.
Dalam rangkaian pembukaan Rakernis, Kapolri meninjau Milestone Wall yang menampilkan sejarah panjang penanggulangan terorisme di Indonesia, mulai dari gerakan DI/TII tahun 1949, perkembangan jaringan transnasional Jemaah Islamiyah, tragedi Bom Bali I, hingga keberhasilan Densus 88 menjaga capaian “Zero Attacks” sepanjang 2023–2025.
Rakernis yang diikuti sekitar 670 peserta tersebut juga menyoroti peningkatan paparan radikalisme terhadap anak-anak dan remaja.
Berdasarkan data tahun 2026, tercatat sebanyak 132 anak terpapar radikalisme di sejumlah provinsi. Selain itu, 115 anak terpapar paham kekerasan dan telah mendapat intervensi dari Densus 88 bersama jajaran Polda, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan terkait.
Sebagian kasus, berkaitan dengan komunitas digital seperti True Crime Community (TCC) yang menunjukkan eskalasi menuju aksi kekerasan.
Selain membahas strategi preemtif, preventif, dan represif, forum Rakernis juga menekankan pentingnya penguatan literasi digital, deteksi dini di lingkungan sekolah dan keluarga, serta optimalisasi rencana kontinjensi Aman Nusa III.
Kapolri Minta Densus 88 AT Polri, Perkuat Intelijen Siber Hadapi Ancaman Ekstremisme Berbasis AI dan Media Digital
Dalam arahannya, Kapolri memberikan apresiasi atas keberhasilan Densus 88 AT Polri mempertahankan status zero terrorist attack selama hampir tiga tahun berturut-turut.
Menurut Kapolri, keberhasilan tersebut sangat mendukung stabilitas nasional, meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri, serta memberikan dampak positif terhadap iklim investasi dan agenda strategis nasional maupun internasional.
Kapolri juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks akibat tingginya penetrasi internet dan perkembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), kelompok ekstremis memanfaatkan melakukan radikalisasi otomatis, penyebaran salad bar ideology, hingga gamifikasi kekerasan melalui platform permainan daring.
“Densus 88 AT Polri harus terus memperkuat kemampuan intelijen teknologi dan intelijen manusia guna mengantisipasi transformasi ancaman yang bergerak cepat di ruang siber,” kata Kombes Pol. Mayndra mengulangi arahan Kapolri.
Pada kesempatan tersebut, Kapolri juga menyerahkan penghargaan kepada 12 tokoh dan counterpart dari negara sahabat yang berkontribusi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan terorisme.
Penerima penghargaan terdiri dari unsur akademisi, psikolog, mitra internasional, lembaga pendidikan, hingga masyarakat sipil yang aktif mendukung program deradikalisasi dan pencegahan ekstremisme.
Kapolri bersama Kadensus 88 AT serta sejumlah pejabat utama Polri, resmi membuka Rakernis Densus 88 AT Polri Tahun 2026
Melalui Rakernis tersebut, Polri berharap seluruh instrumen intelijen dan penegakan hukum semakin adaptif, modern, dan kolaboratif dalam menjaga keamanan nasional sekaligus melindungi generasi muda Indonesia dari ancaman ekstremisme berbasis kekerasan.



