MAGELANG|Bintasara.com -Memperkuat stabilitas keamanan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, Polresta Magelang menggelar Pembinaan Da’i Kamtibmas Tingkat Polresta Magelang Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Polresta Magelang, Selasa (3/3/2026), menjadi momentum strategis membangun kolaborasi antara kepolisian dan tokoh agama sebagai penyejuk di tengah dinamika masyarakat.
Acara yang digelar pukul 09.00–12.00 WIB itu dihadiri Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Sianipar, S.I.K., S.H., Ketua Da’i Kamtibmas Kabupaten Magelang Atok Rahman Hakim, S.H.I., M.Pd., serta perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Magelang Fauzi, S.Ag., M.Pd. Sebanyak 60 peserta mengikuti pembekalan tersebut.
Dalam sambutannya, Kapolresta menegaskan bahwa tugas Polri dalam memelihara keamanan, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan seluruh elemen, termasuk para dai.
“Pembentukan Da’i Kamtibmas bertujuan menciptakan situasi aman melalui penguatan silaturahmi antara Polri dan para ulama. Para dai kami harapkan menjadi jembatan informasi sekaligus cooling system ketika muncul isu sensitif atau provokatif di tengah masyarakat,” ujar Kombes Pol Herbin Sianipar.
Menjelang Ramadan, Kapolresta memberikan perhatian pada sejumlah potensi gangguan kamtibmas, mulai dari balap liar, penggunaan knalpot tidak standar, peredaran petasan dan balon udara, hingga fenomena tawuran remaja seperti “perang sarung”.
“Kami menitipkan pesan kepada para dai untuk mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang membahayakan. Termasuk memastikan rumah dalam keadaan aman saat ditinggal Tarawih serta tidak mudah terprovokasi berita hoaks di media sosial,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat juga diimbau menjauhi minuman keras dan narkoba yang berpotensi memicu tindak kriminal.
Kegiatan pembinaan turut diisi materi dari sejumlah narasumber lintas instansi. Perwakilan BNN, Nur Rofingah, memaparkan bahaya narkotika dan strategi pencegahannya. AKP Rosyid Khotibul Umam memberikan materi pencegahan tindak pidana korupsi, sementara Ipda Isti Wulandari menyampaikan edukasi terkait pencegahan kekerasan seksual.
Sebagai bentuk legalitas dan penguatan peran, dilakukan pula penyerahan simbolis Kartu Tanda Anggota (KTA) Da’i Kamtibmas serta pembagian buku saku terkait tindak pidana korupsi, kekerasan seksual, dan bahaya narkoba.
Ketua Da’i Kamtibmas Kabupaten Magelang, Atok Rahman Hakim, menyatakan komitmennya mendukung upaya kepolisian menjaga situasi tetap kondusif.
“Melalui mimbar dakwah, kami siap menyampaikan pesan-pesan kamtibmas agar masyarakat semakin sadar hukum dan menjaga persatuan,” ujarnya.
Dengan pembinaan ini, para dai diharapkan tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial yang aktif meredam potensi konflik, sehingga Kabupaten Magelang tetap aman, damai, dan religius sepanjang Ramadan hingga Idul Fitri.
(AG)



