Juli 2, 2026 11:02
Breaking News

Lapas Kotanopan Berhasil Panen Sayuran, Warga Binaan Makin Produktif dan Mandiri

BINTASARA.com, KOTANOPAN – Lapas Kotanopan Panen Sayuran kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan produktif di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).

Bersama warga binaan, petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kotanopan berhasil memanen berbagai komoditas hortikultura, seperti bayam, kangkung, dan labu botol.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan kemandirian mampu menghasilkan manfaat ekonomi, sosial, sekaligus meningkatkan keterampilan warga binaan sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat.

Panen Hasil Kerja Sama Petugas dan Warga Binaan

Program pertanian yang dikembangkan di lingkungan Lapas Kelas III Kotanopan merupakan bagian dari implementasi program ketahanan pangan yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Selain itu, kegiatan tersebut juga mendukung akselerasi kebijakan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menciptakan sistem pembinaan yang produktif, mandiri, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Seluruh proses budidaya dilakukan secara aktif oleh warga binaan dengan pendampingan petugas

Baca Juga  Ketua TP PKK Kota Gunungsitoli Tinjau Semangat Inovasi UMKM Lokal

Mulai dari pengolahan lahan, penyemaian bibit, perawatan tanaman, hingga proses panen, seluruh tahapan menjadi media pembelajaran yang membangun disiplin, tanggung jawab, serta etos kerja.

Keberhasilan panen kali ini membuktikan bahwa lahan yang tersedia mampu dimanfaatkan secara optimal sehingga menghasilkan sayuran berkualitas yang siap dikonsumsi.

Hasil Panen Dimanfaatkan untuk Lapas dan Masyarakat

Hasil panen bayam, kangkung, dan labu botol dimanfaatkan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan di lingkungan Lapas Kotanopan.

Selain itu, sebagian hasil panen juga didistribusikan kepada masyarakat sekitar serta pedagang lokal sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat hubungan baik antara Lapas dengan lingkungan sekitar.

Program ini tidak hanya berfokus pada hasil produksi, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan daerah melalui pemanfaatan lahan secara produktif dan berkelanjutan.

Bekal Keterampilan Setelah Bebas
Kepala Lapas Kelas III Kotanopan, Erik Suranta Ginting, menegaskan bahwa keberhasilan panen merupakan hasil kerja sama yang solid antara petugas dan warga binaan dalam mengelola lahan pertanian.

Baca Juga  Kerja Nyata, Wali Kota Gunungsitoli Tinjau Langsung Lokasi Rencana Pembangunan Kawasan Niaga Terintegrasi

“Melalui kegiatan pertanian ini, kami ingin membentuk warga binaan yang produktif, mandiri, dan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti. Panen bayam, kangkung, dan labu botol hari ini menjadi bukti bahwa proses pembinaan mampu menghasilkan manfaat nyata sekaligus mendukung program ketahanan pangan,” ujarnya.

Menurutnya, pembinaan berbasis pertanian memberikan pengalaman kerja nyata sehingga warga binaan memiliki kemampuan yang dapat menjadi modal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah selesai menjalani masa pidana.

Pertanian Menjadi Sarana Pembentukan Karakter

Kepala Subseksi Pembinaan, Leo Frans Jerry Sihaloho, menambahkan bahwa kegiatan pertanian tidak semata-mata mengejar hasil panen, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter warga binaan.

Melalui aktivitas bertani, warga binaan belajar bekerja sama, meningkatkan kedisiplinan, bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan, serta menghargai proses dalam menghasilkan produk yang bermanfaat.

Baca Juga  Evaluasi Kinerja dan Anggaran Triwulan II, Rutan Rantau Perkuat Komitmen Capaian Kinerja Optimal

Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal penting ketika mereka kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Komitmen Mengembangkan Program Berkelanjutan

Lapas Kelas III Kotanopan menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan berbagai program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.

Program pertanian menjadi salah satu bentuk pembinaan yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga memperkuat proses rehabilitasi sosial warga binaan melalui peningkatan keterampilan kerja.

Ke depan, Lapas Kotanopan akan terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif agar mampu menghasilkan lebih banyak komoditas pertanian yang bermanfaat bagi kebutuhan internal maupun masyarakat sekitar.

Dengan demikian, pembinaan tidak hanya berorientasi pada masa pidana, tetapi juga mempersiapkan warga binaan menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan siap berkontribusi positif setelah kembali ke lingkungan sosialnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya