BINTASA.com, MANADO – Lapas Manado panen daun bawang sebagai bentuk nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan. Rabu, 01 Juli 2026.
Melalui program pertanian hortikultura yang dikembangkan di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Manado, hasil panen tersebut membuktikan bahwa pembinaan berbasis keterampilan mampu menghasilkan produk pertanian yang bermanfaat serta bernilai ekonomi.
Program Pembinaan Warga Binaan Melalui Pertanian
Panen daun bawang tersebut merupakan hasil dari program pembinaan kemandirian yang secara konsisten dijalankan oleh Lapas Kelas IIA Manado.
Petugas lapas membimbing warga binaan mulai dari proses pengolahan lahan, penanaman, perawatan tanaman hingga masa panen.
Melalui kegiatan pertanian hortikultura ini, warga binaan memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola sektor pertanian.
Mereka tidak hanya mempelajari teknik budidaya tanaman, tetapi juga memahami pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama selama proses produksi berlangsung.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan sebagai bekal keterampilan setelah menyelesaikan masa pidana.
Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Keberhasilan Lapas Manado panen daun bawang juga menjadi kontribusi nyata dalam mendukung program ketahanan pangan yang tengah digalakkan pemerintah.
Hasil panen dapat dimanfaatkan untuk memenuhi sebagian kebutuhan bahan pangan di lingkungan lapas sehingga membantu meningkatkan kemandirian pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar.
Selain menghasilkan komoditas pertanian yang berkualitas, kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa lahan yang tersedia di dalam lapas dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi banyak pihak.
Bekal Keterampilan Setelah Bebas
Pihak Lapas Kelas IIA Manado menegaskan bahwa program pertanian bukan sekadar menghasilkan produk pertanian, melainkan menjadi media pembinaan karakter dan peningkatan kompetensi warga binaan.
“Program pertanian ini tidak hanya menghasilkan produk yang bermanfaat, tetapi juga menjadi media pembinaan bagi warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat. Kami terus berkomitmen mendukung program ketahanan pangan melalui berbagai kegiatan pembinaan yang produktif.”
Dengan keterampilan yang dimiliki selama mengikuti pembinaan, warga binaan diharapkan mampu membuka peluang usaha maupun bekerja di sektor pertanian setelah kembali ke masyarakat sehingga dapat menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan produktif.
Komitmen Lapas Manado Terus Berlanjut
Lapas Kelas IIA Manado berkomitmen mengembangkan berbagai program pembinaan yang mendukung akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada sektor ketahanan pangan.
Selain meningkatkan produktivitas warga binaan, program ini juga memperkuat peran lembaga pemasyarakatan sebagai tempat pembinaan yang menghasilkan sumber daya manusia terampil.
Ke depan, Lapas Manado panen daun bawang diharapkan menjadi inspirasi bagi satuan kerja pemasyarakatan lainnya untuk mengembangkan sektor pertanian sebagai bagian dari pembinaan yang berorientasi pada kemandirian, produktivitas, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Dengan demikian, program ketahanan pangan nasional dapat terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah dan lembaga pemasyarakatan.



