Mei 28, 2026 23:22
Breaking News

Tradisi Merti Dusun Begajah Semarak, Kirab Gunungan Hasil Bumi Sedot Ribuan Warga Semarang

https://bintasara.com/Tradisi Merti Dusun Begajah

BINTASARA.com, KABUPATEN SEMARANG– Tradisi Merti Dusun Begajah di Desa Jatijajar, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, kembali menyedot perhatian masyarakat, Rabu (27/5/2026). Ratusan warga tumpah ruah memadati sepanjang jalan dusun untuk menyaksikan kirab budaya dan arak-arakan gunungan hasil bumi yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas panen, keselamatan, dan keberkahan selama setahun terakhir.

Nuansa budaya Jawa terasa kental sepanjang pelaksanaan kirab. Warga dari berbagai usia tampak antusias mengenakan busana adat sambil mengiringi gunungan berisi hasil pertanian, jajanan tradisional, hingga aneka hasil bumi khas Dusun Begajah.

Iringan kesenian tradisional, tabuhan musik daerah, dan sorak antusias warga menambah semarak suasana dan perhatian masyarakat sekaligus lambang harapan agar Desa Jatijajar senantiasa dapat menerima kemakmuran dan kesejahteraan.

Untuk menjaga keamanan kegiatan budaya tahunan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Jatijajar Bripka Donny bersama Babinsa Jatijajar Serka Supri turut ambil bagian. Kehadiran aparat membuat seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Baca Juga  Lapor Pak Bupati, Akses Jalan di Desa Ladea Tertimbun Longsor Warga Harapkan Perhatian Pemerintah

Tradisi Merti Dusun Begajah Sebagai Simbol Rasa Syukur Masyarakat

Kepala Desa Jatijajar, Hendrik Supriyanto, menegaskan Merti Dusun bukan sekadar agenda budaya tahunan, melainkan bagian penting dari identitas masyarakat yang harus terus dijaga dan diwariskan.

“Tradisi ini adalah bentuk rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen dan keselamatan yang diberikan. Selain itu, Merti Dusun menjadi sarana mempererat kebersamaan warga sekaligus menjaga budaya lokal agar tetap lestari,” ujar Hendrik.

Menurutnya, budaya gotong royong masyarakat masih sangat kuat dan terlihat dalam seluruh proses persiapan hingga pelaksanaan acara.

“Seluruh warga ikut terlibat mulai dari kerja bakti membersihkan lingkungan, menyiapkan kirab budaya, sampai pagelaran wayang kulit. Ini menunjukkan semangat kebersamaan masyarakat masih sangat terjaga,” katanya.

Baca Juga  Penggelaran "Pendowo Kumpul” Semarakkan Tradisi Merti Dusun Begajah di Kabupaten Semarang

Hendrik juga menilai keterlibatan generasi muda menjadi kunci utama pelestarian tradisi budaya di tengah perkembangan zaman dan arus modernisasi.

“Kami terus mendorong anak-anak muda melalui karang taruna dan kegiatan seni budaya agar mereka mencintai warisan daerahnya sendiri sehingga tradisi seperti Merti Dusun tetap hidup,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Begajah, Soetijarti, mengatakan tradisi Merti Dusun memiliki makna filosofis mendalam tentang hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

“Tradisi ini mengajarkan masyarakat untuk menjaga persatuan, menghormati alam, serta tidak melupakan warisan budaya leluhur yang sudah terwariskan turun-temurun,” jelas Soetijarti.

Antusiasme Warga dan Partisipasi Berbagai Pihak

Ia menjelaskan rangkaian kegiatan Merti Dusun Begajah telah mulai sejak pertengahan Mei 2026. Mengawali kerja bakti membersihkan jalan desa pada 17 Mei, selanjutnya membersihkan sendang pada 24 Mei, hingga puncak kirab budaya pada 27 Mei 2026.

Baca Juga  Kajari Gusit Tegaskan Tidak Batasi Wartawan untuk Dapatkan Informasi Soal Penanganan Hukum

Menurutnya, seluruh elemen masyarakat ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, mulai anak-anak, remaja, tokoh masyarakat, RT, RW, hingga perangkat desa.

“Kirab budaya ini menjadi milik bersama masyarakat. Semua terlibat agar tradisi tetap lestari dan semakin meluas,” ujarnya.

Kemeriahan Merti Dusun Begajah berlanjut hingga malam hari melalui pagelaran wayang kulit yang menjadi hiburan rakyat sekaligus media pelestarian budaya Jawa. Antusiasme warga terlihat tinggi hingga seluruh rangkaian acara selesai.

Masyarakat berharap tradisi budaya tersebut dapat terus berkembang dan menjadi salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Kabupaten Semarang.

“Harapan kami, Merti Dusun Begajah terus berkembang, tetap lestari, dan menjadi kebanggaan masyarakat Desa Jatijajar,” pungkas Soetijarti.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya