BINTASARA.com, Jakarta — Barisan Rakyat Nusantara (BaraNusa) melalui Ketua Umumnya, Adi Kurniawan, menyampaikan kritik terhadap reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo pada Selasa siang. BaraNusa menilai langkah tersebut belum mencerminkan upaya serius dalam menjawab persoalan ekonomi yang tengah dihadapi masyarakat.
Menurut Adi Kurniawan, reshuffle yang dilakukan lebih terlihat sebagai pergantian peran dan posisi di dalam pemerintahan, tanpa diikuti dengan arah kebijakan yang jelas untuk mengatasi kondisi ekonomi yang dinilai belum stabil.
“Rakyat saat ini membutuhkan kebijakan yang konkret dan berdampak langsung. Namun yang terlihat justru sebatas rotasi jabatan, bukan langkah strategis untuk perbaikan ekonomi,” ujar Adi dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, BaraNusa juga menyoroti kembalinya sejumlah figur yang sebelumnya telah dicopot dari jabatannya, seperti Hasan Hasbi Mantan Juru Bicara Presiden dan Abdul Kadir Karding yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), ke dalam struktur kabinet.
Menurut Adi, keputusan tersebut berpotensi menimbulkan pertanyaan di tengah publik terkait konsistensi dan arah evaluasi pemerintah.
“Ketika figur yang sebelumnya telah dicopot justru kembali diberikan jabatan, hal ini dapat memunculkan persepsi negatif di masyarakat. Publik tentu berharap adanya perbaikan yang nyata dalam tata kelola pemerintahan,” kata dikediamannya, 28 April 26
Adi berpandangan bahwa reshuffle kabinet seharusnya menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintahan, sekaligus langkah untuk memperkuat kepercayaan publik. Oleh karena itu, setiap keputusan yang diambil diharapkan benar-benar berorientasi pada kepentingan rakyat.
Ia menegaskan bahwa pemerintah perlu menghadirkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kondisi ekonomi masyarakat, termasuk dalam menjaga stabilitas harga, meningkatkan daya beli, serta membuka lapangan kerja.
“Kepercayaan publik adalah hal yang penting. Pemerintah harus memastikan setiap kebijakan, termasuk reshuffle, benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat luas,” tegasnya.
Sebab itu, dia mendorong agar pemerintah ke depan lebih mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat dalam setiap langkah kebijakan yang diambil.
Menyikapi pernyataan Ketum Baranusa terkait konsistensi evaluasi pemerintah, awak media telah menkonfirmasi hal tersebut kepada pihak yang disebutkan. Hingga berita ini diturunkan, awak media belum menerima jawaban konfirmasi. Em



