April 24, 2026 23:15
Breaking News

Di Tengah Debu Pembangunan TMMD Pati, Segelas Jamu Jadi Pengikat Hangat TNI dan Warga

PATI|Bintasara.com -Di antara hiruk-pikuk pembangunan dan debu yang beterbangan di lokasi TMMD Reguler ke-128 Tahun 2026, sebuah pemandangan sederhana justru mencuri perhatian. Seorang ibu penjual jamu keliling dikerumuni prajurit berseragam loreng, bukan untuk urusan tugas, melainkan untuk menikmati segelas jamu tradisional yang menyegarkan.

 

Momen itu terjadi di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Jumat (24/4/2026), saat kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang digelar oleh Kodim 0718/Pati memasuki waktu istirahat siang.

 

Di bawah terik matahari, para anggota Satgas tampak mengerubungi gerobak sederhana milik Sukiyem, pedagang jamu asal Kecamatan Tambakromo. Dengan cekatan, ia menuangkan jamu dari botol-botol plastik ke dalam gelas, menyuguhkan minuman tradisional yang menjadi pelepas dahaga setelah bekerja keras di lapangan.

Baca Juga  Groundbreaking Jembatan Garuda Kalipoh Dimulai, Percepat Akses dan Dongkrak Ekonomi Warga

 

Tanpa sekat, prajurit dan warga berbaur. Tawa ringan dan percakapan santai mengalir, menciptakan suasana hangat yang kontras dengan kerasnya pekerjaan fisik yang baru saja mereka jalani.

 

Komandan Kodim 0718/Pati sekaligus Dansatgas TMMD Reguler ke-128, Letkol Arm Timotius Yogi, menilai momen tersebut bukan sekadar jeda istirahat biasa.

 

“Ini bukan hanya soal minum jamu. Ada nilai kebersamaan dan kepedulian di dalamnya. Kami ingin kehadiran TMMD benar-benar dirasakan masyarakat, tidak hanya dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga dari sisi sosial dan ekonomi,” ujarnya di lokasi kegiatan.

 

Menurutnya, interaksi spontan seperti memborong dagangan warga menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan emosional antara TNI dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa TMMD hadir sebagai jembatan, bukan sekadar program pembangunan.

Baca Juga  Wujudkan Khidmat, PAC GP Ansor Kertosono Dirikan Posko Mudik Lebaran

 

Sementara itu, Sukiyem mengaku kehadiran para prajurit membawa berkah tersendiri bagi usahanya. Dalam sehari, dagangannya kerap habis diborong saat waktu istirahat tiba.

 

“Alhamdulillah, sejak ada kegiatan ini jualan saya jadi lebih ramai. Bapak-bapak TNI sering beli, kadang sampai habis,” tuturnya sambil tersenyum.

 

Program TMMD Reguler ke-128 di Pati sendiri tidak hanya menyasar pembangunan infrastruktur seperti perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), tetapi juga mendorong perputaran ekonomi warga sekitar. Aktivitas kecil seperti membeli jamu menjadi bukti nyata bahwa dampak program ini menyentuh berbagai lapisan kehidupan masyarakat.

 

Di tengah kerasnya pekerjaan membangun desa, segelas jamu tradisional menjadi simbol sederhana: bahwa kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong tetap menjadi fondasi utama dalam setiap langkah pembangunan.

Baca Juga  TMMD Sengkuyung Tahap I TA 2026 Resmi Dibuka di Desa Pandes, Wujud Sinergi TNI dan Rakyat Bangun Klaten

 

Penulis: Agung

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya